20:00 . Penuhi Nazar, Kader IPNU Kota Surabaya Jalan Kaki ke Jakarta   |   18:00 . Setiajit Bakal Bantu Sumur Petani Klengkeng Sugihan   |   17:00 . Ini Dua Kecamatan yang Membutuhkan Droping Air Terbanyak   |   16:00 . ExxonMobil Suplai Minyak Mentah Domestik ke Pertamina   |   15:00 . Musim Kemarau, 25 Desa Kesulitan Air Bersih   |   14:00 . Kondisi Tuban Terkini Pasca Gempa   |   13:00 . BMKG Ungkap Penyebab Gempa Bumi   |   12:00 . Ikan Naik ke Darat Pasca Gempa? Cek Faktanya   |   11:00 . Begini Cara Nelayan Tuban Tangkal Berita Hoaks   |   10:00 . Gempa 6.0 SR Guncang Tuban Bumi Wali   |   09:00 . Siswa Kelas 2 SD Daftar Umroh   |   08:00 . SI Sabet Tiga Penghargaan dari Alpha Southeast Asia   |   07:00 . Gizi Baik Anak: Faktor, Kriteria, dan Solusinya   |   06:00 . Diduga Korsleting Listrik, Satu Rumah di Kedungsoko Terbakar   |   22:00 . Kemenag Tuban Teken MoU dengan Pemdes Banyuurip   |  
Sat, 21 September 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Wednesday, 11 September 2019 13:00

Beras BPNT Berkutu Beredar di Tuban

Akhirnya, Bulog Beri Klarifikasi, Berikut Penjelasannya

Akhirnya, Bulog Beri Klarifikasi, Berikut Penjelasannya

Reporter: Ali Imron

blokTuban.com - Beras subsidi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) berkutu dan berbau apek sangat disayangkan berbagai pihak. Tak kalah dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar pun ikut menyikapi.

Ditemui Reporter blokTuban.com di Desa Jegulo, Kecamatan Soko, Wabup Noor Nahar meminta beras dengan kualitas buruk harus ditarik dari masyarakat penerima.

"Pemkab tidak ikut campur. Kami hanya mendampingi warga penerima bantuan dari Pemerintah Pusat," Ujar Wabup Noor Nahar, Rabu (11/9/2019).

Politisi asal Rengel dengan tegas mengajak masyarakat penerima untuk menolak, jika mendapat beras buruk seperti yang dikeluhkan belakangan ini. Janjinya Bulog tidak seperti itu waktu lalu.

Adapun janji beras BPNT dari Bulog itu layak makan, sehat, dan berkualitas minimal medium. Rencana pemanggilan Bulog, Wabup akan menugaskan intansi terkait yang membidangi.

"Solusinya beras ditarik dan diganti yang kualitasnya bagus," pintanya.

Saat dikonfirmasi Wakil Kepala Bulog Bojonegoro, Tachori menjelaskan setelah mengikuti pemberitaan media, untuk saat ini pihaknya akan melakukan kroscek terlebih dahulu di lapangan, baru mengambil langkah berikutnya.

Tachori menegaskan beras yang keluar dari Gudang Wire dengan standar kualitas beras medium bagus, tidak bau, dan tidak berkutu. Apabila penerima BPNT mendapat beras berbau dan berkutu, tentu tidak berasal dari Gudang Bulog.

Dalam penyaluran beras BPNT, pihaknya juga mengakui mekanismenya supplier ambil beras di Gudang Bulog, kemudian didistribusikan ke agen. Pada saat pengambilan di gudang dilakukan pengecekan kualitas medium bersama, kalau berasnya tidak sesuai pasti supplier tidak akan ambil berasnya.

"Harus dikroscek ke lapangan bersama-sama, baik dari Bulog dan pendamping Dinsos biar jelas ada permasalahan di titik mana. Supaya kita dapat melakukan perbaikan kalau memang terbukti ada kondisi seperti di atas," tutupnya. [ali/col]

 

 

Tag : beras, berkutu.

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Monday, 15 July 2019 16:00

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers Media blokTuban.com mulai Senin (15/7/2019) resmi terverifikasi administrasi di Dewan Pers. Hal ini membuktikan bahwa portal media online ini, produk beritanya terpercaya dan mencerdaskan publik....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more