20:00 . Penuhi Nazar, Kader IPNU Kota Surabaya Jalan Kaki ke Jakarta   |   18:00 . Setiajit Bakal Bantu Sumur Petani Klengkeng Sugihan   |   17:00 . Ini Dua Kecamatan yang Membutuhkan Droping Air Terbanyak   |   16:00 . ExxonMobil Suplai Minyak Mentah Domestik ke Pertamina   |   15:00 . Musim Kemarau, 25 Desa Kesulitan Air Bersih   |   14:00 . Kondisi Tuban Terkini Pasca Gempa   |   13:00 . BMKG Ungkap Penyebab Gempa Bumi   |   12:00 . Ikan Naik ke Darat Pasca Gempa? Cek Faktanya   |   11:00 . Begini Cara Nelayan Tuban Tangkal Berita Hoaks   |   10:00 . Gempa 6.0 SR Guncang Tuban Bumi Wali   |   09:00 . Siswa Kelas 2 SD Daftar Umroh   |   08:00 . SI Sabet Tiga Penghargaan dari Alpha Southeast Asia   |   07:00 . Gizi Baik Anak: Faktor, Kriteria, dan Solusinya   |   06:00 . Diduga Korsleting Listrik, Satu Rumah di Kedungsoko Terbakar   |   22:00 . Kemenag Tuban Teken MoU dengan Pemdes Banyuurip   |  
Sat, 21 September 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Tuesday, 10 September 2019 07:00

4 Hal Penting yang Sering Terlewat dari Tumbuh Kembang Anak

4 Hal Penting yang Sering Terlewat dari Tumbuh Kembang Anak

Reporter: -

blokTuban.com - Di usia golden age anak antara 0-5 tahun, banyak orang tua yang mengeksplorasi kemampuan berbicara dan berbahasa pada anak. Seolah-olah hanya itu saja yang penting untuk terus diperbarui.

Padahal, ada empat hal penting terkait tumbuh kembang yang juga perlu terus dikawal orang tua. Apabila keempat hal ini tidak sesuai dengan anjuran dokter pediatri, maka bisa dipastikan anak butuh penangan khusus.

Dalam urusan tumbuh kembang, setiap anak tidak bisa dibandingkan satu dengan lainnya. Hal itu dipengaruhi oleh faktor genetik orang tua sebesar 30 persen.

Menurut dr. Mira Irmawati,SpA (K), spesialis anak dari Rumah Sakit Ibu dan Anak Kendangsari Merr (RSIA Merr) Surabaya, empat unsur tersebut meliputi berat badan sesuai umur, tinggi badan anak sesuai umur, berat badan menurut tinggi badan, dan lingkar kepala yang bisa dilihat dalam range Kartu Menuju Sehat.

Menurut dr. Mira untuk memastikan normal atau tidaknya pertumbuhan seorang anak, orang tua harus mengikuti standar tumbuh kembang anak yang ditetapkan oleh para ahli atau dokter anak tentunya.

Dalam urusan tumbuh kembang, setiap anak tidak bisa dibandingkan satu dengan lainnya. Hal itu dipengaruhi oleh faktor genetik orang tua sebesar 30 persen.

"Kalau orang tuanya tidak sama tentu saja anaknya tidak akan sama. Jadi jangan membandingkan kok anak saya seperti ini, anak itu seperti itu. Karena tentu tidak sama," ujar dr. Mira.
Karena itu Kartu Menuju Sehat (KMS) bisa dijadikan patokan orang memantau tumbuh kembang anak.

"Tapi yang harus diperhatikan adalah jika ada lebih atau kurang dalam pertumbuhan anak, orang tua tidak boleh menyimpulkan sendiri. Melainkan harus dikonsultasikan pada dokter tumbuh kembang anak untuk mengetahui penyebab yang pasti," kata dr. Mira.

dr. Mira juga menyarankan para orang tua untuk melakukan pemeriksaan anak di usia tumbuh kembang secara rutin.

"Misalnya saja saat anak usianya di atas dua tahun itu bisa melakukan pemeriksaan rutin tiga bulan sekali," ucapnya.
Selain cara-cara di atas, para orang tua juga bisa menggunakan aplikasi yang telah dirilis oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) bernama Prima.

*Sumber: kumparan.com

Tag : pendidikan, kesehatan

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Monday, 15 July 2019 16:00

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers Media blokTuban.com mulai Senin (15/7/2019) resmi terverifikasi administrasi di Dewan Pers. Hal ini membuktikan bahwa portal media online ini, produk beritanya terpercaya dan mencerdaskan publik....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more