20:00 . Penuhi Nazar, Kader IPNU Kota Surabaya Jalan Kaki ke Jakarta   |   18:00 . Setiajit Bakal Bantu Sumur Petani Klengkeng Sugihan   |   17:00 . Ini Dua Kecamatan yang Membutuhkan Droping Air Terbanyak   |   16:00 . ExxonMobil Suplai Minyak Mentah Domestik ke Pertamina   |   15:00 . Musim Kemarau, 25 Desa Kesulitan Air Bersih   |   14:00 . Kondisi Tuban Terkini Pasca Gempa   |   13:00 . BMKG Ungkap Penyebab Gempa Bumi   |   12:00 . Ikan Naik ke Darat Pasca Gempa? Cek Faktanya   |   11:00 . Begini Cara Nelayan Tuban Tangkal Berita Hoaks   |   10:00 . Gempa 6.0 SR Guncang Tuban Bumi Wali   |   09:00 . Siswa Kelas 2 SD Daftar Umroh   |   08:00 . SI Sabet Tiga Penghargaan dari Alpha Southeast Asia   |   07:00 . Gizi Baik Anak: Faktor, Kriteria, dan Solusinya   |   06:00 . Diduga Korsleting Listrik, Satu Rumah di Kedungsoko Terbakar   |   22:00 . Kemenag Tuban Teken MoU dengan Pemdes Banyuurip   |  
Sat, 21 September 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Thursday, 05 September 2019 16:00

Meninggal di Kamar Kos, Seorang Kiai di Tuban Sempat Video Call Istri

Meninggal di Kamar Kos, Seorang Kiai di Tuban Sempat Video Call Istri

Reporter: Khoirul Huda

blokTuban.com - Seorang Kiai bernama Nur Efendi (49) asal Desa Sambonggede, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban ditemukan meninggal dunia di dalam kamar kos di Jalan Dondong Perum Tuban Akbar Kelurahan Perbon, Kabupaten Tuban, Kamis (5/9/2019).

Pria tersebut ditemukan meninggal dunia di kamar kos tempat dimana korban tinggal sekitar pukul 10.12 WIB. Saat itu, istri korban bernama Tri Dwi Puji Astuti berkunjung ke kos-kosan korban. Namun, pintu kamar kos korban terkunci dari dalam dan saat diketuk dari luar korban tidak ada menjawab.

Mengetahui hal itu, sang istri pun merasa curiga lalu meminta bantuan ke penjaga kos untuk membuka pintu. Sebelum membuka pintu, penjaga kos sempat melihat korban dari sela-sela ventilasi udara dan korban terlihat terbujur di tempat tidur.

"Istri korban meminta bantuan ke penjaga kos untuk membuka kamar kos. Setelah dibuka paksa melalui jendela korban diketahui sudah dalam keadaan meninggal dunia," terang Kapolsek Tuban Kota IPTU Geng Wahono.

Lebih lanjut, dijelaskanya sebelum ditemukan meninggal dunia di kamar kos, terakhir sekitar pukul 07.40 WIB Rabu (4/9/2019) kemarin, korban sempat menghubungi sang istri melalui Video Call. "Sebelum ditemukan meninggal dunia, kemarin korban masih video call istrinya," jelas Kapolsek.

Setelah dilakukan pemeriksaan di Tempat Kejadian Perkara (TKP), korban meninggal dunia diduga karena terkena serangan penyakit jantung karena tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. Selanjutnya jenazah korban langsung dibawa ke RSUD Dr. Koesma Tuban. 

"Dugaan sementara korban meninggal dunia karena serangan jantung," jelas Kapolsek.

Kapolsek menambahkan, korban sudah sekitar tiga bulan terakhir ini tinggal di kos-kosan dan setiap harinya korban bekerja sebagai wiraswasta dan berprofesi sebagai seorang kiai. "Korban ini adalah seorang kiai, dan istrinya sendiri sebagai pengawas sekolah di Kecamatan Merakurak," pungkas Kapolsek.[hud/col]

Tag : meninggal, kos

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Monday, 15 July 2019 16:00

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers Media blokTuban.com mulai Senin (15/7/2019) resmi terverifikasi administrasi di Dewan Pers. Hal ini membuktikan bahwa portal media online ini, produk beritanya terpercaya dan mencerdaskan publik....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more