Ini Beda Mual Hamil dan Maag

Reporter: --

blokTuban.com - Mual yang diikuti rasa ingin muntah biasa menjadi tanda-tanda kehamilan. Namun, pada beberapa wanita tak jarang ada yang mengira bahwa mual karena hamil sebenarnya mual akibat sakit maag. Hal ini dikarenakan kehamilan dan naiknya asam lambung bisa menyebabkan gejala yang mirip. Lantas, bagaimana cara membedakan mual tanda hamil dan maag? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

Apa itu mual?

Mual adalah sensasi ketidaknyamanan di perut bagian atas yang disertai keinginan untuk muntah. Meski begitu, mual belum tentu selalu diikuti dengan muntah. Mual biasanya merupakan efek samping akibat mengonsumsi obat ataupun gejala dari suatu kondisi medisi tertentu. Namun, terkadang makan terlalu banyak, berlemak, atau mengandung banyak gula juga bisa menyebabkan rasa mual. Kondisi ini adalah cara tubuh untuk membuang materi yang mungkin berbahaya dari dalam tubuh.

Perlu diingat bahwa mual dan muntah bukanlah sebuah penyakit, melainkan gejala dari suatu penyakit atau kondisi tertentu.

Penyakit gastroenteritis adalah penyebab paling umum yang mengakibatkan terjadinya mual dan muntah. Gastroenteritis adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri atau virus di perut. Selain itu, mual merupakan gejala yang sering terjadi pada awal kehamilan atau biasa disebut dengan morning sickness. Karena memiliki gejala yang mirip, tidak jarang banyak orang yang sulit membedakan mual karena hamil dan maag.

Bagaimana cara membedakan mual tanda hamil dan maag?

Berikut ini beberapa perbedaan mual tanda hamil dan maag yang harus Anda ketahui:

1. Mual karena hamil disebabkan faktor hormonal

Proses mual karena kehamilan berlangsung secara hormonal yang mempengaruhi otak kemudian asam lambung meningkat sehingga menimbulkan mual sampai muntah. Bahkan, bisa juga sampai terjadi luka di bagian lambung. Pada tahapan ini, mekanismenya sama seperti mual pada keadaan tidak hamil atau maag. Sehingga perbedaan yang mendasar yakni pada penyebabnya. Sedangkan maag bukan diakibatkan karena proses hormonal sebagaimana mual pada kehamilan.

2. Mual karena maag tidak berlangsung terus menerus

Sakit maag seringnya tidak berlangsung terus menerus. Jika pola makan sudah teratur lalu obat-obatan penetralisir dan pengendali asam lambung dikonsumsi, maka maag akan segera membaik. Nah, obat-obatan yang umum dikonsumsi untuk maag biasanya tidak akan berespons baik alias tidak mengurangi mual karena kehamilan. Oleh karena itu, diperlukan golongan obat yang berbeda untuk meredakan mual karena hamil dan maag.

3. Mual karena hamil seringnya akibat morning sickness

Kekhasan mual saat hamil lainnya yaitu terjadi pada pagi hari atau disebut dengan morning sickness. Hal ini disebabkan karena siklus diurnal dari hormon Beta-HCG, yakni kadarnya lebih tinggi pada pagi hari terutama saat bangun tidur. Meski begitu, bukan berarti jika Anda mengalami mual saat hamil di siang, sore ataupun malam tidak normal. Namun, hal yang patut diwaspadai adalah jika mual yang Anda alami disertai muntah yang berlebihan atau sampai menimbulkan dehidrasi.

4. Mual karena hamil tidak berhubungan dengan telat makan

Mual saat hamil juga tidak berhubungan dengan terlambat makan atau pola makan yang tidak teratur. Pada maag, setelah asam lambung netral dan makanan bisa masuk alias lambung terisi, maag segera membaik.

5. Mual karena hamil umumnya disebabkan karena sensitif terhadap bau

Mual yang dialami pada awal kehamilan umumnya disebabkan oleh indera penciuman yang menjadi lebih sensitif terhadap bau-bauan tertentu, misalnya bau wewangian yang menyengat ataupun asap rokok. Makanan dengan aroma tertentu yang biasa dikonsumsi pun juga bisa membuat Anda mual, terutama yang beraroma tajam seperti telur dan bawang.

Sekilas, mual tanda hamil dan maag memang memiliki gejalanya yang hampir serupa. Nah, jika Anda masih ragu, Anda bisa memastikan penyebabnya dengan beberapa cara. Hal yang paling mudah untuk memastikan adanya kehamilan, Anda bisa menggunakan test pack untuk uji kehamilan. Selain itu, jika keluhan masih berlanjut atau Anda masih diselimuti keraguan, Ada baiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter agar mendapatkan diagnosis yang akurat dan penanganan yang tepat.