20:00 . Jalan KH. Ahmad Dahlan Tuban Jadi Kawasan Physical Distancing   |   14:00 . Optimis Tangkal Virus, Bangunrejo Semprot Lingkungan Desa   |   13:00 . Nelayan Palang Urung Pergi Miyang   |   12:00 . Kabar Baik, Satu PDP Pulang dari RSUD Tuban Negatif Covid-19   |   11:00 . Kapolres Tuban Sosialisasikan Physical Distancing di Perumahan   |   10:00 . Konsleting Pada Sepeda Motor, SPBU di Merakurak Terbakar   |   09:00 . Antisipasi Penyebaran Covid-19, Dishub Tutup Sementara Uji Kendaraan Bermotor   |   08:00 . Krisis Masker, Santri Bikin Masker Sendiri   |   07:00 . Mengapa Kebahagiaan Penting dalam Tumbuh Kembang Anak?   |   20:00 . Kerja Gugus Tugas Covid-19 untuk Kemanusiaan   |   20:00 . Pertama di Tuban, Salat Jumat Berjarak 1,2 Meter   |   19:00 . Pertamina Bagikan 10.000 Masker untuk Masyarakat Tuban   |   18:00 . Tangani Pandemi Covid-19, Pemkab Tuban Siapkan APBD Rp15 Miliar   |   17:00 . Ada yang Mudik dari Zona Merah, ODP di Tuban Meningkat   |   16:00 . Warga Kampung Salak Bagikan Jamu Ke Jemaah Jumat   |  
Sun, 29 March 2020
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Wednesday, 28 August 2019 18:00

Perselisihan Warga Tegalrejo dan PHE Dimediasi Pemkab Tuban

Perselisihan Warga Tegalrejo dan PHE Dimediasi Pemkab Tuban

Reporter: Ali Imron

blokTuban.com - Pemerintah Kabupaten Tuban melakukan mediasi antara warga Desa Tegalrejo, Kecamatan Merakurak, dan pengurus HIPPAM Tirtomoro, dengan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Tuban East Java, Rabu (28/8/2019).

Perundingan dengan penengah Pemkab di ruang rapat Sekda Tuban itu dilakukan setelah warga mempermasalahkan uji seismik di sekitar desa setempat.

Mediasi dipimpin Asisten Sekda bidang Perekonomian dan Pembangunan, Ir. Sunarto, diikuti Kabag Perekonomian dan SDA Setda Tuban, perwakilan Humas PHE, Camat dan Forkopimka Merakurak, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas PRKP. Termasuk sejumlah warga Tegalrejo, dan pengurus HIPPAM Tirtomoro.

Pertemuan ini untuk mencari solusi terkait keresahan warga yang khawatir pelaksanaan seismik mengganggu sumber air dan ketersediaannya. Di desa lereng gunung kapur itu, warga mengandalkan sumber air yang dikelola HIPPAM Tirtomoro.

Dalam pertemuan disepakati PHE akan menanggung seluruh dampak yang ditimbulkan dari uji seismik. Anak perusahaan PT Pertamina (Persero) pengelola blok migas Tuban itu, akan meningkatkan koordinasi dengan pemerintah desa dan warga. Tujuannya, agar pelaksanaan uji seismik berjalan sesuai dengan rencana.

Pihak PHE juga menyatakan, siap memberikan sosialisasi lanjutan bila memang diperlukan.

Sedangkan Sunarto mengungkapkan, PHE telah memperoleh izin lingkungan tertanggal 24 April 2019 untuk melakukan uji seismik. Izin lingkungan yang dimaksud memuat ketentuan teknis terkait uji seismik yang akan dilakukan. Sekaligus jarak minimum dengan berbagai infrastruktur yang ada, seperti pipa, bangunan, maupun lahan.

Dijelaskan pula, langkah-langkah pengelolaan lingkungan, diantaranya aspek sosial dan ekonomi masyarakat sekitar. Juga telah diatur jika terjadi kerusakan dan kompensasi kepada masyarakat.

Sebelum uji seismik dilakukan di 10 kecamatan, PHE telah melakukan sosialisasi di tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa.

Pemkab Tuban akan mengawasi selama proses dan pasca uji seismik. Tidak hanya itu, warga juga akan difasilitasi jika memang ada keluhan.

"Agar ditemukan solusi terbaik sehingga tidak terjadi kesalahpahaman," ungkap mantan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan tersebut.

Perwakilan Humas PHE, Mohammad Ulin Najah menyatakan, telah melakukan sejumlah aksi mitigasi sebelum dilakukan uji seismik. PHE bersama mitra kerja tidak menggunakan material eksplosif di semua titik, terutama di wilayah penduduk.

Adapun alat yang digunakan berupa Vibro Size untuk mengetahui kondisi tanah dan kandungan di dalamnya. Pengeboran dilakukan 12-25 meter, sehingga tidak menggangu sumber air dan jika sudah selesai akan langsung diperbaiki sesuai dengan izin lingkungan.

Ulin Najah menambahkan, uji seismik dilakukan selama kurang lebih 2 minggu. Tidak ada pekerjaan uji seismik yang bersentuhan maupun berkaitan langsung dengan fasilitas HIPPAM Tirtomoro.

Pihak PHE berkomitmen akan menanggung seluruh dampak yang ditimbulkan dari uji seismik.

"Kami juga akan melaksanakan pengawasan dan bertanggung jawab penuh atas dampak setelah uji seismik selama enam  bulan," tegasnya.

Sebagai perwakilan warga dan pengurus HIPPAM, Suradi mengaku, warga khawatir jika uji seismik dapat mengganggu sumber air dan ketersediaannya. Mengingat keberadaan HIPPAM Tirtomoro sangat vital.

"Hippam telah melayani 1.200 keluarga di empat desa," bebernya.

Suradi juga meminta PHE melakukan inventarisir segala fasilitas yang ada sekitar lokasi uji seismik. [ali/rom]

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : nigas, phe tej, warga, mediasi



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Friday, 17 January 2020 12:00

    Poling blokTuban.com Menganulir Suara Ganda oleh Robot

    Poling blokTuban.com Menganulir Suara Ganda oleh Robot Sistem polling yang diadakan blokTuban.com mulai Kamis (16/1/2020) kemarin, untuk mengukur partisipasi pembaca terkait sosok Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Tuban mendeteksi keberadaan bot/robot yang memilih lebih dari satu...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more