20:00 . Penuhi Nazar, Kader IPNU Kota Surabaya Jalan Kaki ke Jakarta   |   18:00 . Setiajit Bakal Bantu Sumur Petani Klengkeng Sugihan   |   17:00 . Ini Dua Kecamatan yang Membutuhkan Droping Air Terbanyak   |   16:00 . ExxonMobil Suplai Minyak Mentah Domestik ke Pertamina   |   15:00 . Musim Kemarau, 25 Desa Kesulitan Air Bersih   |   14:00 . Kondisi Tuban Terkini Pasca Gempa   |   13:00 . BMKG Ungkap Penyebab Gempa Bumi   |   12:00 . Ikan Naik ke Darat Pasca Gempa? Cek Faktanya   |   11:00 . Begini Cara Nelayan Tuban Tangkal Berita Hoaks   |   10:00 . Gempa 6.0 SR Guncang Tuban Bumi Wali   |   09:00 . Siswa Kelas 2 SD Daftar Umroh   |   08:00 . SI Sabet Tiga Penghargaan dari Alpha Southeast Asia   |   07:00 . Gizi Baik Anak: Faktor, Kriteria, dan Solusinya   |   06:00 . Diduga Korsleting Listrik, Satu Rumah di Kedungsoko Terbakar   |   22:00 . Kemenag Tuban Teken MoU dengan Pemdes Banyuurip   |  
Sat, 21 September 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Friday, 23 August 2019 14:00

Usai Diajak Bapaknya Ngothel ke Jakarta, Begini Kondisi Si Anak

Usai Diajak Bapaknya Ngothel ke Jakarta, Begini Kondisi Si Anak

Reporter: Nidya Marfis H.

blokTuban.com - Usai menempuh jarak sekitar 718 kilometer Tuban-Jakarta selama lima hari. Kondisi bocah berusia 4 tahun yang diajak bapak kandungnya ngonthel 'bersepeda' demi bertemu Presiden Jokowi berangsur ceria, Kamis (22/8/2019).

Sempat ramai diberitakan, tepatnya pada Senin (12/8/2019), warga Desa Bulurejo, Kecamatan Rengel ini menghebohkan masyarakat Tuban. Sebab ia bersama putrinya yang baru berusia 4 tahun nekat ngothel Tuban sampai Jakarta demi bertemu Presiden Jokowi. Lima hari perjalan pun ditempuhnya, namun karena ada kesalahpahaman menyebabkan ia gagal bertemu orang nomor satu di Indonesia.

Usai gagal bertemu Jokowi, pada Rabu (22/8/2019) kemarin, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) bersama Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Tuban, menjemput Sudarji dan anaknya untuk diajak kembali ke kampung halaman.

Terkait kondisi bocah berusia 4 tahun tersebut, Kepala Bidang (Kabid) PPPA Tuban, Anfujatin menjelaskan, awal bertemu Anggun tidak mau diajak berbicara dengan orang baru.

"Dia malu bertemu dengan orang baru," ungkap Anfujatin.

pesepeda-asal-tuban

Lebih lanjut, setelah dilakukan pengecekkan secara psikologis dari LPAI dan Kementerian PPPA, hasilnya kondisi si anak baik-baik saja tidak ada trauma, ataupun gangguan lainnya.

"Alhamdulillah kondisinya baik-baik saja, sekarang sudah mau diajak berbicara dan bermain," ungkapnya.

Ia berharap, kejadian seperti ini tidak terjadi lagi dimana pun, khususnya di Tuban, sebab dapat membahayakan anak tersebut juga melanggar hak anak, karena tidak memberikan perlindungan.

"Perlindungan adalah kewajiban kita semua baik penyelenggara pemerintahan dari desa sampai pusat, orang tua dan lain sebagainya," tuturnya.

Ia menambahkan, dengan adanya kasus ini menggambarkan bahwa keberadaan  Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM), mutlak harus ada di semua desa atau kelurahan di Kabupaten Tuban.

"Jadi dari desa sudah dapat meminimilasir, apabila akan ada kejadian seperti ini," tandasnya. [nid/rom]

Tag : ngontel, bersepeda, bertemu presiden

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Monday, 15 July 2019 16:00

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers Media blokTuban.com mulai Senin (15/7/2019) resmi terverifikasi administrasi di Dewan Pers. Hal ini membuktikan bahwa portal media online ini, produk beritanya terpercaya dan mencerdaskan publik....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more