17:00 . KPU Tuban Optimis Partisipasi Pemilih di Pilkada 2020 Tetap Tinggi   |   16:00 . Tracing Lanjutan Lima Orang Positif Corona   |   15:00 . Perkiraan Gelombang Laut, untuk Lima Hari ke Depan   |   14:00 . Jelang Hari Raya Idul Adha, Sejumlah Kebutuhan Pokok Terpantau Naik   |   13:00 . ´╗┐Siapkan 20.000 Rapid Test Gratis Bagi Peserta UTBK Kurang Mampu   |   12:00 . Giat Cipkon, Tak Pakai Masker Langsung Ditindak   |   10:00 . Dahan Pohon Patah Usai Diserempet Truk, Satu Sepeda Motor Rusak   |   08:00 . Patroli Gabungan Skala Besar, Sasar Warkop, Kafe hingga Lokasi Balap Liar   |   21:00 . Sehari Ada Tambahan 7 Kasus Positif Baru   |   20:00 . Pengendara Motor Tabrak Pohon Hingga Meninggal Dunia   |   12:00 . 7.015 Pekerja Seni Bisa Beraktifitas Lagi 24 Juli   |   09:00 . Ponpes Langitan Siap Sambut New Normal   |   08:00 . Tambah Dua Perempuan Positif, Kasus Corona di Tuban Belum Berhenti   |   07:00 . Demi Manfaat Maksimal, Ini Waktu Terbaik untuk Minum Kopi   |   21:00 . Pesan Direktur Utama Pertamina EP pada MWT di PEP Asset 4 Poleng Field   |  
Mon, 06 July 2020
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Friday, 23 August 2019 14:00

Usai Diajak Bapaknya Ngothel ke Jakarta, Begini Kondisi Si Anak

Usai Diajak Bapaknya Ngothel ke Jakarta, Begini Kondisi Si Anak

Reporter: Nidya Marfis H.

blokTuban.com - Usai menempuh jarak sekitar 718 kilometer Tuban-Jakarta selama lima hari. Kondisi bocah berusia 4 tahun yang diajak bapak kandungnya ngonthel 'bersepeda' demi bertemu Presiden Jokowi berangsur ceria, Kamis (22/8/2019).

Sempat ramai diberitakan, tepatnya pada Senin (12/8/2019), warga Desa Bulurejo, Kecamatan Rengel ini menghebohkan masyarakat Tuban. Sebab ia bersama putrinya yang baru berusia 4 tahun nekat ngothel Tuban sampai Jakarta demi bertemu Presiden Jokowi. Lima hari perjalan pun ditempuhnya, namun karena ada kesalahpahaman menyebabkan ia gagal bertemu orang nomor satu di Indonesia.

Usai gagal bertemu Jokowi, pada Rabu (22/8/2019) kemarin, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) bersama Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Tuban, menjemput Sudarji dan anaknya untuk diajak kembali ke kampung halaman.

Terkait kondisi bocah berusia 4 tahun tersebut, Kepala Bidang (Kabid) PPPA Tuban, Anfujatin menjelaskan, awal bertemu Anggun tidak mau diajak berbicara dengan orang baru.

"Dia malu bertemu dengan orang baru," ungkap Anfujatin.

pesepeda-asal-tuban

Lebih lanjut, setelah dilakukan pengecekkan secara psikologis dari LPAI dan Kementerian PPPA, hasilnya kondisi si anak baik-baik saja tidak ada trauma, ataupun gangguan lainnya.

"Alhamdulillah kondisinya baik-baik saja, sekarang sudah mau diajak berbicara dan bermain," ungkapnya.

Ia berharap, kejadian seperti ini tidak terjadi lagi dimana pun, khususnya di Tuban, sebab dapat membahayakan anak tersebut juga melanggar hak anak, karena tidak memberikan perlindungan.

"Perlindungan adalah kewajiban kita semua baik penyelenggara pemerintahan dari desa sampai pusat, orang tua dan lain sebagainya," tuturnya.

Ia menambahkan, dengan adanya kasus ini menggambarkan bahwa keberadaan  Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM), mutlak harus ada di semua desa atau kelurahan di Kabupaten Tuban.

"Jadi dari desa sudah dapat meminimilasir, apabila akan ada kejadian seperti ini," tandasnya. [nid/rom]

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : ngontel, bersepeda, bertemu presiden



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more