17:00 . Curi Motor di Tuban, Dua Penadah Asal Banyuwangi Dibekuk Polisi   |   16:00 . Tumpukan Ban Bekas Terbakar, Nyaris Merembet ke Bengkel   |   15:00 . Predikat KLA Tuban Naik Jadi Tingkat Madya   |   12:00 . Banyak Warga Miskin Tak Dapat Bansos   |   08:00 . Bigini Landskap Media Digital di Indonesia Versi AMSI   |   07:00 . Lebih Baik Minum Air Panas saat Cuaca Panas, Ini Sebabnya!   |   18:00 . Gandeng Mahasiswa, Kapolres Tuban Bagikan Bansos Kepada Warga Terdampak Covid-19   |   17:00 . Warga Merakurak Meninggal Usai Pesta Miras di Jenu   |   16:00 . Simak Jadwal Dispensasi Perpanjang SIM Yang Habis Masa Berlakunya Saat PPKM   |   15:00 . FPKB DPRD Kritik Kebijakan Bupati Pangkas Anggaran KONI   |   14:00 . Hati-hati Calo Plasma Sudah Berkeliaran di Tuban   |   13:00 . Anggaran KONI Dikepras, FPKB Teriak   |   12:00 . Ringankan Beban Warga, Lapas Salurkan 50 Paket Sembako   |   11:00 . Sidak Bansos, Bupati Sorot Kinerja Pendamping, Agen hingga Supplier   |   09:00 . Kapolda Jateng Ajak Warga Pergerakan Jalan Bareng   |  
Sat, 31 July 2021
Jl Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Usai Diajak Bapaknya Ngothel ke Jakarta, Begini Kondisi Si Anak

bloktuban.com | Friday, 23 August 2019 14:00

Usai Diajak Bapaknya Ngothel ke Jakarta, Begini Kondisi Si Anak

Reporter: Nidya Marfis H.

blokTuban.com - Usai menempuh jarak sekitar 718 kilometer Tuban-Jakarta selama lima hari. Kondisi bocah berusia 4 tahun yang diajak bapak kandungnya ngonthel 'bersepeda' demi bertemu Presiden Jokowi berangsur ceria, Kamis (22/8/2019).

Sempat ramai diberitakan, tepatnya pada Senin (12/8/2019), warga Desa Bulurejo, Kecamatan Rengel ini menghebohkan masyarakat Tuban. Sebab ia bersama putrinya yang baru berusia 4 tahun nekat ngothel Tuban sampai Jakarta demi bertemu Presiden Jokowi. Lima hari perjalan pun ditempuhnya, namun karena ada kesalahpahaman menyebabkan ia gagal bertemu orang nomor satu di Indonesia.

Usai gagal bertemu Jokowi, pada Rabu (22/8/2019) kemarin, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) bersama Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Tuban, menjemput Sudarji dan anaknya untuk diajak kembali ke kampung halaman.

Terkait kondisi bocah berusia 4 tahun tersebut, Kepala Bidang (Kabid) PPPA Tuban, Anfujatin menjelaskan, awal bertemu Anggun tidak mau diajak berbicara dengan orang baru.

"Dia malu bertemu dengan orang baru," ungkap Anfujatin.

pesepeda-asal-tuban

Lebih lanjut, setelah dilakukan pengecekkan secara psikologis dari LPAI dan Kementerian PPPA, hasilnya kondisi si anak baik-baik saja tidak ada trauma, ataupun gangguan lainnya.

"Alhamdulillah kondisinya baik-baik saja, sekarang sudah mau diajak berbicara dan bermain," ungkapnya.

Ia berharap, kejadian seperti ini tidak terjadi lagi dimana pun, khususnya di Tuban, sebab dapat membahayakan anak tersebut juga melanggar hak anak, karena tidak memberikan perlindungan.

"Perlindungan adalah kewajiban kita semua baik penyelenggara pemerintahan dari desa sampai pusat, orang tua dan lain sebagainya," tuturnya.

Ia menambahkan, dengan adanya kasus ini menggambarkan bahwa keberadaan  Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM), mutlak harus ada di semua desa atau kelurahan di Kabupaten Tuban.

"Jadi dari desa sudah dapat meminimilasir, apabila akan ada kejadian seperti ini," tandasnya. [nid/rom]

Tag : ngontel, bersepeda, bertemu presiden

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat