08:00 . Gabut Saat Pandemi, Perempuan Tuban Sulap Batu Kali Jadi Kaktus Hias   |   07:00 . Pembalut Herbal dengan Deodoran Bisa Picu Keputihan Tidak Normal   |   19:00 . Kunjungi Kantor blokTuban.com, Manajemen Tugu Media Group Belajar Pengelolaan Media   |   18:00 . Jemput Bola, TNI AL Koarmada II Sebar Brosur Vaksinasi Bagi Masyarakat   |   17:00 . Rencana Kerja Pengadaan Tanah Waduk Jadi I Mulai Dilelang   |   14:00 . Kekurangan Siswa, 20 SD dan SMA Negeri Tuban Ditutup   |   11:00 . Mengaku Terima Bisikan Ghaib, Warga Rengel Habisi Tetangga Pakai Balok Kayu   |   10:00 . Teh Telang Kemasan: Solusi Nikmati Minuman Herbal Praktis   |   08:00 . Diserbu Warga Luar Kota, Swab PCR Mandiri di RSUD Koesma Tuban Ditutup Sementara   |   07:00 . Merantau Bisa Latih Imajinasi Otak Anak, Ini Penjelasannya   |   19:00 . Seni Karawitan Ramaikan Tradisi Manganan di Desa Klotok   |   18:00 . Tumpah Ruah, Guyub Rukun Warga Plumpang Wiwit Padi   |   15:00 . Saat Beroperasi, Kilang Tuban Butuh Listrik 678 Megawatt   |   14:00 . Desa Bejagung Kejar Target 62 Persen Capaian Vaksin   |   13:00 . Lomba Binter TNI-AD Tahun 2021, Kodim 0811 Tuban Melaju ke Nasional   |  
Tue, 28 September 2021
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Pesan Damai dari Tuban untuk Indonesia

bloktuban.com | Wednesday, 21 August 2019 12:00

Pesan Damai dari Tuban untuk Indonesia

Reporter : Ali Imron

blokTuban.com - Masih dalam momentum Dirgahayu Republik Indonesia (RI) ke-74, puluhan pelajar SMP dan SMA Muhammadiyah 1 Kabupaten Tuban menggelar aksi damai di depan Alun-alun setempat, Rabu (21/8/2019).

Mereka membawa pesan persatuan dan kedamaian dari Tuban dan Jawa Timur, kepada seluruh masyarakat Indonesia. Pesan yang tertulis di banner sangat jelas, bahwa apapun agama, budaya, suku, bahasa, kita tetap Indonesia.

Fadhiyatul Ummah selaku Ketua Ikatan Pelajar Muhammadiyah di SMA Muhammadiyah 1 Tuban menegaskan, kami hari ini aksi damai hanya untuk menyampaikan pesan damai. Janganlah memandang dari suku, budaya, atau warna kulit. "Kita adalah Indonesia," pekiknya.

Gadis berkacamata itu, mengajak semua untuk saling tolong menolong sesama Indonesia, karena kemajuan sebuah bangsa adalah terletak pada masyarakatnya.

"Tadi kami juga berbagi bunga mawar kepada petugas polisi. Di mana bunga kami anggap simbol kedamaian, dan bangsa Indonesia tidak mudah dipecahbelahkan dengan cara apapun," tegasnya.

Ditegaskan oleh guru pendamping, Abdul Majid Tamum. Pesan ini penting, mengingat belakangan ini bangsa Indonesia sedang menghadapi persoalan adu domba.

"Selain adu domba, juga banyaknya konsumsi informasi hoaks, dan tidak mau konfirmasi kebenaran berita, maka yang terjadi jadi saling curiga," terangnya.

Berlatar belakang itulah, muncul inisiatif dari pelajar Muhammadiyah untuk memberi pesan damai untuk masyarakat Kabupaten Tuban khususnya dan Indonesia umumnya.

Setidaknya ada enam pesan, diawali Indonesia kembali bersatu dalam kedamaian seperti semula. Meminta masyarakat menahan diri dan tidak mudah terpancing dan terprovokasi suatu isu tertentu. Berharap kita tidak serta merta dan mudah terpancing dan terprovokasi suatu isu tertentu.

Lainnya, meminta masyarakat mengedepankan ketertiban dan perdamaian bangsa. Menghimbau masyarakat tetap tenang, tetap memelihara perdamaian, persatuan, dan kesatuan bangsa. Mari kita benar-benar perkuat kembali ikatan persaudaraan, soliditas, dan solidaritas kekeluargaan sesama warga bangsa.

Di lain sisi, aksi massa yang berbuntut kerusuhan di Manokwari, Senin (19/8/2019) memiliki keterkaitan dengan insiden di Surabaya, Malang, dan Semarang.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, dan Wali Kota Malang Sutiaji turut meminta maaf atas kerusuhan yang terjadi di Papua.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa telah menyampaikan permintaan maaf kepada warga Papua melalu saluran telepon dengan Gubernur Papua.

Kerusuhan di Manokwari ini berujung pada pembakaran gedung DPRD Papua Barat, Senin (19/8/2019).

"Kami telepon Gubernur Papua, mohon maaf. Sama sekali itu bukan suara Jatim. Harus bedakan letupan bersifat personal dengan apa yang menjadi komiten Jatim," kata Khofifah dalam jumpa pers bersama Kapolri Jenderal TNI Tito Karnavian sebagaimana ditayangkan stasiun televisi nasional, Senin. [ali/ito]

Tag : papua, aksi, damai



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 07 August 2021 14:00

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf Aliansi alumni dan mahasiswa IAINU Kabupaten Tuban pada Sabtu (7/8/2021) pagi menggereduk gedung rektorat yang terletak di Jalan Manunggal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Kedatangan puluhan massa tersebut untuk menanyakan legalitas...

    read more