13:00 . Pemkab Tuban Akan Gunakan DAK untuk Penanggulangan Covid-19   |   12:00 . Alasan Perselisihan, 36 PNS Tuban Ajukan Cerai   |   11:00 . Transaksi Jual Beli di Pasar Tradisional Tuban Merambah Online   |   10:00 . Dua Hari Lapas Tuban Bebaskan 33 Napi   |   09:00 . Physical Distancing, Empat Jalan Sekitar Alun-alun Ditutup   |   07:00 . 6 Nasihat Terbaik untuk Sahabatmu yang Sedang Putus Cinta   |   18:00 . Disdikda Tuban Perpanjang Lagi Masa Belajar di Rumah   |   16:00 . Kartar Asoka Muda Edukasi Hidup Sehat Jemaah Jumat   |   14:00 . Ranting GP Ansor Koro, Donasikan APD Face Shield ke RSUD Tuban   |   13:00 . Spesialis Pembobol Rumah di Tuban Dihadiahi Peluru Timah Panas   |   12:00 . KUA Buka Pendaftaran Nikah Online   |   11:00 . Peduli Covid-19, Sarbumusi-NU Bagikan 500 Nasi Bungkus dan Air Mineral   |   10:00 . Setelah Wisata, Pemkab Tuban Tutup Pasar Hewan   |   09:00 . Sidang di PN Tuban Online   |   08:00 . Bupati Tuban Minta Masjid di Lingkungan Industri Tak Gelar Salat Jumat   |  
Sun, 05 April 2020
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Tuesday, 13 August 2019 09:00

3,2 Km Pantai Tuban Terpasang Sabuk Pengaman

3,2 Km Pantai Tuban Terpasang Sabuk Pengaman

Reporter: Ali Imron

blokTuban.com - Kabupaten Tuban memiliki panjang pantai 65 Kilometer (Km), membentang dari Kecamatan Palang, Tuban, Jenu, Tambakboyo dan Bancar. Disaat cuaca buruk pantai rawan abrasi dan membuat daratan pantai semakin menipis.

Di awal semester 2 tahun 2019, tercatat sudah 3,2 Km bibir pantai yang terpasang sabuk pengaman. Program ini berada di Kecamatan Bancar dan Tambakboyo.

Pada Senin (12/8/2019), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI dan Balai Litbang KKP telah melakukan pemasangan dan evaluasi pemakaian sabuk pengaman pantai. Sabuk pantai tersebar di Desa Sukolilo Kecamatan Bancar 1.800 meter, dan Desa Gadon Tambakboyo 1.400 meter.

"Kemanfaatan sabuk pengaman bisa menahan abrasi sekaligus menambah luas daratan pantai," Kata Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Tuban, Amenan, ketika dihubungi reporter blokTuban.com, Selasa (13/8/2019).

Adapun kemanfaatan lain banyak dihasilkan kerang hijau yang menempel di sabuk pantai tersebut. Tentunya kondisi ini menjadi mata pencaharian tambahan bagi nelayan setempat.

Sabuk pantai dari geoisolator yang memanjang seperti ular raksasa berfungsi sebagai "sub merget" breakwater atau pelindung pantai ramah lingkungan.

Pada saat air Laut pasang, dia berfungsi menahan gelombang ombak dan menangkap pasir ke pantai. Sedangkan disaat air surut dia berfungsi menahan pasir kembali ke laut. Maka pantai yang dipasangi sabuk pantai akan muncul daratan baru.

"KKP terus mengevaluasi dan akan ditambah lagi karena kemanfaatannya besar," tutup Amenan. [ali/rom]

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : sabuk pantai, pantai tuban, laut, abrasi



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Friday, 17 January 2020 12:00

    Poling blokTuban.com Menganulir Suara Ganda oleh Robot

    Poling blokTuban.com Menganulir Suara Ganda oleh Robot Sistem polling yang diadakan blokTuban.com mulai Kamis (16/1/2020) kemarin, untuk mengukur partisipasi pembaca terkait sosok Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Tuban mendeteksi keberadaan bot/robot yang memilih lebih dari satu...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more