13:00 . Agus Sudibyo Beber Syarat Take Down Berita   |   12:00 . Saat Pandemi, Media Lokal Lebih Banyak Diminati   |   11:30 . Gubernur Jatim: AMSI adalah Industri Masa Depan   |   11:00 . Konferwil 2 AMSI Jatim Resmi Dibuka Gubernur Khofifah   |   22:00 . Facebook dan Tiktok Bisa Dimanfaatkan Sebagai Distribusi Konten Berita   |   22:00 . Bupati: Tak Perlu Sabotase Truk Pupuk Subsidi, Stok Cukup   |   21:00 . DPRD Setujui Rancangan APBD 2021 Capai Rp2,4 Triliun   |   20:00 . Jadwal Uji Coba KBM SMP dan MTs Tunggu Izin Gugus Tugas   |   19:00 . Tingkatkan Derajat Kesehatan Warga Desa, Gus Menteri Sambangi Tuban   |   18:00 . Penerima Jaring Pengaman Sosial Diminta Patuhi 3M   |   17:00 . Pakai Masker di Pantai Semilir, Kapolsek Jenu Hadiahi Sego Pindang   |   16:30 . Dipandu CEO BMG Webinar Konferwil AMSI Berlangsung Gayeng   |   16:00 . AMSI Jatim Salurkan Vitamin dan APD untuk Nakes RSSA Malang   |   15:00 . Gubernur Khofifah akan Buka Konferwil AMSI Jatim di Kota Batu   |   14:00 . Webinar AMSI Jatim: Memahami Aspek Ekonomi Platform Digital   |  
Sat, 24 October 2020
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Friday, 09 August 2019 08:00

DLH: Dampak Polusi Udara dan Getaran Aktivitas SI Masih Aman

DLH: Dampak Polusi Udara dan Getaran Aktivitas SI Masih Aman

Reporter: Khoirul Huda

blokTuban.com - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tuban, Bambang Irawan menyebut, dampak polusi udara dan getaran yang ditimbulkan oleh aktivitas pabrik PT. Semen Indonesia masih di bawah ambang batas.

Pernyataan itu disampaikan oleh Bambang, usai menghadiri mediasi antara warga Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek dengan pihak Managemen Semen Indonesia yang digelar oleh Komisi A di gedung DPRD Kabupaten Tuban, Kamis (8/8/2019).

Menurut Bambang, sejauh ini polusi udara dan getaran yang ditimbulkan dari aktivitas pabrik Semen Indonesia masih berada di bawah ambang batas, yakni jauh di bawah standar baku mutu berdasarkan Pergub Jatim  Sekurang-kurangnya 0,26 mg/m3.

Sebelumnya: Diduga Aktivitas Semen Indonesia Cemari Lingkungan, Warga Sumberarum Wadul DPRD

"Dasar kami adalah dari hasil laporan serta hasil pengawasan di sana. Jadi Back Up kami tidak hanya dari hasil uji lab yang dipakai pabrik semen, namun kami juga melakukan uji lab sendiri dan saat ini masih aman," kata Bambang Irawan.

Sebelumnya, sejumlah warga dari Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek menuntut kompensasi dari Semen Indonesia. Dikarenakan mereka merasa aktivitas pabrik semen tersebut telah mengakibatkan pencemaran udara.

Menanggapi hal itu, Senior Manager Of Public Relation dan CSR Semen Indonesia, Setiawan Prasetiyo mengungkapkan, telah menampung apa yang menjadi tuntutan warga. Untuk selanjutnya nanti akan diagendakan pertemuan lagi.

"Tuntutan warga sudah kami terima dan sudah dikoordinasikan serta dikomunikasikan semuanya. Terkait dengan polusi udara masih di bawah ambang batas," pungkas Setiawan. [hud/lis]

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : dlh, polusi udara



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Thursday, 22 October 2020 13:00

    Reporter blokTuban, Anang Lepas Lajang

    Reporter blokTuban, Anang Lepas Lajang Reporter blokTuban.com, M. Anang Febri Efendi resmi melepas lajang. Ikrar janji suci diucapkan Anang di akad nikah pukul 09.00 WIB hari Senin (19/10/2020) di kediaman mempelai wanita. Resespsi ke dua,...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more