Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Friday, 09 August 2019 11:00

Balitbang Jatim Panen Garam Sistem Tunnel di Tuban

Balitbang Jatim Panen Garam Sistem Tunnel di Tuban

Reporter: Ali Imron

blokTuban.com - Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Provinsi Jawa Timur, Agus Wahyudi, Kadis KKP dan Kadis Indag provinsi dan Kadis Perikanan dan Peternakan Tuban, Amenan memanen garam lanjutan di lokasi Tunnel Desa Leran Wetan, Kecamatan Palang.

Kadis Amenan menjelaskan, lokasi yang dipanen satu tunnel dengan ukuran 12 x4 meter menghasilkan kisaran 1 ton garam. Garam nantinya Disimpan digudang untuk selanjutnya di proses ke arah garam industri.

"Karena dengan pakai teknologi tunnel terjadi penjngkatan kualitas garam," kata Amenan kepada blokTuban.com, Jumat (9/8/2019). 

Produksi garam dengan sistem tunnel ini bertujuan untuk mengubah pandangan masyarakat tentang produksi garam yang tetap bisa dilakukan, walaupun dalam musim penghujan dengan kualitas yang bagus. 

Selain bisa maksimal dalam produksi saat musim penghujan, poduksi garam dengan sistem tunel juga menghasilkan garam kualitas 90 NaCl atau setara dengan kualitas industri.

Dengan area produksi mencapai satu hektare dapat dibangun sebanyak 14 tunel lahan produksi dengan ukuran meter persegi. Dari 14 tunel tersebut dapat dibagi menjadi 6 tunel peminihan, 4 tunel tandon, 4 tunel  kristalisasi. Dari 4 tunel kristalisasi yang masing-masing tunel mampu memproduksi 300 kg garam (0,3 ton). 

"Penerapan metode tunel dapat dilakukan dengan panen 2 kali dalam satu bulan, dengan asumsi produksi 6 bulan musim kemarau dan 6 bulan musim hujan. Setelah melewati proses kristalisasi maksimal 15 hari dapat dilakukan pemanenan," tutupnya. [ali/col]

 

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : balitbang, jatim



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.



Berita Terkini