08:00 . Purnawirawan Polri Jatuhkan Pilihan ke Setia Negara   |   20:00 . Buruh Gudang di Kerek Meninggal Dunia Mendadak   |   19:00 . Tersengat Listrik, Pedagang Nasi di Senori Meninggal   |   19:00 . Puting Beliung Terjang Rumah Warga di Montong   |   18:00 . Rakor Pemasangan APK Berlangsung Alot, KPU: Masih Perlu Koordinasi   |   17:00 . Tiang listrik Korslenting, Nyaris Bakar Rumah Warga   |   16:00 . Wabup Larang Uang BST Dibelikan Sandang   |   15:00 . Hut Lalu Lintas Bhayangkara Ke-65, Satlantas Polres Tuban Bagikan Masker   |   13:00 . Beredar MoU Penipuan Pembebasan Lahan Kilang Tuban   |   12:00 . Pengembangan UMKM, Pertamina Kembali Salurkan Rp2.7 M   |   11:00 . Selama Pancaroba, Waspadai Cuaca Ekstrim di Jawa Timur   |   10:00 . 10 Ribu Pemilih Pemula Belum Ber-KTP?   |   09:00 . 2 Peserta Reaktif, 1 Positif Corona, SKB CPNS Tetap Jalan   |   08:00 . 1.701 RTLH Selesai Dibangung, Ini Sumber Dananya   |   07:00 . 8 Manfaat Ajaib "Ngopi", Sudah Tahu?   |  
Wed, 23 September 2020
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Wednesday, 07 August 2019 09:00

Di Tuban, Ada 26.982 Penerima JKN-KIS Dinonaktifkan.

Di Tuban,  Ada 26.982 Penerima JKN-KIS Dinonaktifkan.

Reporter: Nidya Marfis H. 

blokTuban.com - Dinas Sosial  Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Tuban mengatakan,  Mulai pertanggal 1 Agustus 2019 lalu.  Ada 26.982 penerima Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Kabupaten Tuban yang dinonaktifkan.  

Kasi perlindungan dan jaminan sosial, Dinsos PPPA Tuban, Santoso menjelaskan,  berdasarkan Surat Keterangan (SK) dari Kemensos, penonaktifan ini dilakukan karena peseta JKN-KIS yang bersangkutan tidak  terdaftar kedalam tiga kategori.  

"Ada 26.982 yang dinonaktifkan, karena tidak terdaftar ke dalam 3 kategori," ungkap Santoso, Selasa (6/8/2019)

Ketiga kategori tersebut di antaranya, tidak masuk dalam Basis Data Terpadu (BDT) Kementerian Sosial (Kemensos), Nomer Induk Kependudukan (NIK) tidak jelas dan tidak pernah menggunakan fasilitas kesehatan. 

"Kalau sakitnya tidak parah jarang ada masyarakat yang mau berobat ke Puskesmas atau pun lainnya, walaupun sudah memiliki JKN-KIS," ungkapnya.   

Lebih lanjut, untuk masyarakat yang sudah dinon aktifkan JKN-KISnya, namun masih layak untuk mendapatkan bantuan tersebut diharapkan segera melapor ke desa, untuk didaftarkan ke-BDT.

"Kalau masih layak segera diusulkan kebali, tapi harus terdaftar ke BDT terlebih dahulu," tandasnya.  [nid/col]

 

 

 

 

 

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : dinsos, jkn



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Saturday, 22 August 2020 14:00

    KONGRES KEDUA AMSI

    AMSI: Brand yang Sehat Harus Tampil di Konten yang Sehat

    AMSI: Brand yang Sehat Harus Tampil di Konten yang Sehat blokTuban.com - Jakarta - Kongres Kedua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) resmi dibuka hari ini, Sabtu (22/8/2020). Kongres yang digelar secara virtual, karena berlangsung di tengah pandemi Covid-19, akan berlangsung...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more