13:00 . Besok Kemenag Tuban Gelar Manasik Haji Massal   |   12:00 . Ini 4 Kemampuan yang Harus Dimiliki Anak di Era Disrupsi   |   11:00 . Harus Bangkit, Persatu Tuban Berada di Dasar Klasemen   |   10:00 . KSM, Bukti Siswa Madrasah Tak Hanya Unggul di Bidang Imtaq   |   09:00 . Panpel: Ronggomania, Brajamusti dan TSL Rukun Sebelum Ada Provokasi   |   08:00 . Debut Perdana Aji Santoso Sukses Rebut 3 Poin di Kandang Persatu   |   07:00 . Mengapa Selalu Lapar Menjelang Tidur Malam ? Ini Sebab Paling Berbahaya   |   18:30 . Mobil Pemilik Saham Klub Persatu Penyok Kena Batu   |   18:00 . Pelatih Persatu Tuban Siap Mundur   |   17:00 . Suporter Ricuh, Pertandingan Persatu Vs PSIM Dihentikan   |   16:30 . Tendangan Gonzales Ubah Skor Tuban Vs PSIM 0-2   |   16:00 . Persatu Tertinggal 0-1 dari PSIM di Babak Pertama   |   12:00 . Pertamina Gandeng 5 PTN Perkuat Pengembangan Operasional Kilang Nasional   |   11:00 . Tes Urin untuk Pengantin, Kemenag Tunggu Petunjuk Tertulis   |   08:00 . Kecewa dengan Performa Persatu, Ronggomania Minta Ganti Pelatih   |  
Sun, 21 July 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Wednesday, 03 July 2019 14:00

Awal Mula Ada 2 Musala di Rest Area

Reporter : Ali Imron

blokTuban.com - Adanya dua unit Musala di Rest Area Tuban sempat jadi buah bibir masyarakat. Komisi B DPRD langsung menindajlanjuti dengan mengunjungi ruang publik yang sebelumnya terminal lama itu.

Wakil Ketua Komisi B Rasmani menyampaikan tujuannya adalah untuk evaluasi PAD Tahun 2018 dan mengetahui program-program apa saja di Tahun 2019.

“Banyak keluhan dari masyarakat dan di media-media bahwa pengelolaan Rest Area ini tidak maksimal” ungkap Rasmani kepada Dinas Koperindag.

Pihaknya juga menanyakan adanya dua Musala di Rest Area dan bangunan baru disebalah Utara, yang mana bangunan tersebut menutupi pertokoan disebelah dalamnya.

“Pernah saya ditanya oleh salah satu wartawan tentang keberadaan musholla tersebut” katanya.

Catur, Kepala Bidang Usaha Perdagangan Diskoperindag Tuban menanggapi pertanyaan tersebut adanya Musala baru karena permintaan dari pedagang yang ada di Rest Area. Menurut pedagang, jika Musala di taruh di depan maka akan mengundang pengendara yang lewat untuk beribdah sehingga menimbulkan keramaian yang akan berpengaruh pada pedagang di Rest Area.

Sementara anggaran yang digunakan untuk membangun Musala tersebut di anggarkan dari dana APBD 2018 dan 2019. Kami bagi dua pertama tahun 2018 sebesar Rp200 Juta untuk Musala bagian dalam. Dilanjutkan tahun 2019 juga Rp200 Juta untuk terasya.

"Tapi itu belum termasuk cat dan plafon karena menurut pemborong anggaran tidak mencukupi” jelas Catur.

Untuk bangunan pertokoan baru yang menutupi stand makanan, itu juga permintaan pedagang UMKM yang awalnya berada di bangunan lama disebelah selatan Rest Area.

Karena bangunan yang lama pengunjung tidak sebegitu banyak karena keadaan tempat yang terlalu jauh, maka pedagang meminta untuk di pindah di sebelah utara yang dekat dengan Jalan raya, tetapi yang dijual tetap produk-produk UMKM.

“Pedagangnya sendiri yang meminta, dan untuk sementara bangunan yang lama kosong," tutupnya. [ali/ito]

Tag : musala, rest, area, tuban

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Monday, 15 July 2019 16:00

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers Media blokTuban.com mulai Senin (15/7/2019) resmi terverifikasi administrasi di Dewan Pers. Hal ini membuktikan bahwa portal media online ini, produk beritanya terpercaya dan mencerdaskan publik....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more