16:00 . Hingga Bulan April, Dinsos PPPA Catat Ada 11 Kasus Kekerasan Anak   |   15:00 . 128 Napi di Tuban Dapat Remisi Idul Fitri   |   14:00 . 4 Bulan, di Tuban Ada 8 Kasus Kekerasan Perempuan   |   13:00 . 2.245 Warga Tuban Terindikasi Menderita Hipertensi   |   12:00 . Usai Salat Idul Fitri, Warga Lanjutkan Tradisi Ziarah Makam   |   11:00 . Kominda Dihapus, Begini Cara Kesbangpol Ketahui Potensi Konflik   |   10:00 . 892 Warga Tuban Menderita Diabetes, ini Cara yang Dilakukan Dinkes   |   09:00 . Laksanakan Salat Ied Tanpa Jamaah Perempuan, Ibu-Ibu di Rumah Saja   |   08:00 . Open House Bersama Bupati dan Wabup Ditiadakan   |   07:00 . 4 Tips Mempertahankan Pola Makan Sehat saat Lebaran   |   13:00 . Bertahan di Tengah Pandemi, Bengkoang Parengan Masih Diminati   |   12:00 . Atas Arahan Bupati, Takmir Masjid Agung Tuban Tiadakan Salat Id   |   08:00 . Pasien Sembuh Klaster Temboro Terus Bertambah   |   07:00 . 6 Amalan yang Disunahkan pada Hari Idul Fitri   |   00:00 . Selamat Idul Fitri 1441 H   |  
Mon, 25 May 2020
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Thursday, 20 June 2019 17:00

Paguyuban Pedagang Bektiharjo Gelar Syukuran dan Festival Makanan Khas

Paguyuban Pedagang Bektiharjo Gelar Syukuran dan Festival Makanan Khas

Reporter: Khoirul Huda

blokTuban.com - Paguyuban Pedagang Bektiharjo Park menggelar acara syukuran dan festival makanan khas di wahana Pemandian Bektiharjo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Kamis (20/6/2019).

Acara syukuran sekaligus festival tersebut diselenggarakan sebagai wujud rasa syukur kepada Allah atas rezeki dan usaha selama ini di Pemandian Bektiharjo. Serta untuk memperkenalkan kepada masyarakat luas tentang berbagai makanan khas yang ada di Pemandian Bektiharjo.

"Ini merupakan upaya mem-branding kawasan wisata Prmandian Bektiharjo supaya lebih banyak wisatawan yang berkunjung," jelas Sekdes Bektiharjo, Wirlilik Gundoyo.

Lebih lanjut, Sekdes sekaligus Plh Kades Bektiharjo menambahkan, ini merupakan bukti kerjasama Pemerintah Desa (Pemdes) dan warga untuk mengangkat potensi lokal desa serta mengembangkan ekonomi masyarakat setempat.

"Potensi yang ada selama ini berjalan sendiri-sendiri (autopilot), kedepan diharapkan bisa kerjasama dengan lebih baik dan dapat mengangkat nama Bektiharjo serta makanan-makanan khas yang ada di dalamnya," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pedagang Bektiharjo Park Untung, mengucapkan banyak terima kasih kepada para pedagang yang telah kompak menyelenggarakan kegiatan ini.

"Ke depan semoga pedagang semakin sejahtera, dan kegiatan seperti ini bisa diselenggarakan lebih meriah lagi" pungkasnya.

Sementara itu, acara yang turut dihadiri oleh Kepala UPTD Pariwisata Disparbudpora Tuban serta sekitar 20 anggota paguyuban pedagang ini. Para pedagang turut menyajikan beberapa menu makanan dan minuman khas, diantaranya,

- Becek ayam Bektiharjo1
-Ayam panggang Bektiharjo
-Tahu lontong Bektiharjo
-Kare ayam Bektiharjo
-Rujak lontong Bektiharjo
-Rujak petis manis Bektiharjo
-Rujak petis asin
-Rujak kerak Bektiharjo
-Rujak kacang Bektiharjo
-Ayam goreng lalapan
-Es siwalan Bektiharjo
-es dawet Bektiharjo
-es legen Bektiharjo.

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : kuliner, pemandian, bektiharjo, tuban



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more