13:00 . Tuban Butuh Data Terpadu Kemiskinan, Petugas Survei Harus Jujur   |   12:00 . Besok, Listrik Sekitar RSUD Tuban Padam 4 Jam   |   11:00 . Air Mineral Kemasan Mini Jadi Tren Suguhan Masyrakat   |   10:00 . Dirjen Pemasyarakatan Kemenkum HAM RI, Kunjungi WAE Lapas Tuban   |   09:00 . Sampah di Desa Ini Dipakai Bayar Asuransi   |   07:00 . Manfaat Menatap Mata Bayi   |   16:00 . Nelayan Tuban Ikuti Seminar Kebersihan Laut dan UKM   |   15:00 . Tudingan Penggelembungan Suara Pilpres, Ini Tanggapan KPU   |   14:00 . Struktural BPD Pongpongan Terbentuk, Ini Komitmennya   |   11:00 . TNI Polri dan Masyarakat Tuban Deklarasi Tolak Kerusuhan   |   10:00 . Sejumlah Progres Kilang Tuban Setelah Kunjungan Pemprov Jatim   |   09:00 . Diskoperindag Canagkan Program Berantas Rentenir   |   08:00 . Ini Komentar Warga Soal Jembatan Tuban-Bojonegoro   |   07:00 . 3 Rumus Jalani Lebaran Sehat   |   19:00 . Meski Kalah, Strategi akan Diterapkan di Liga 2   |  
Mon, 17 June 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Thursday, 13 June 2019 14:00

Terindikasi Curi Start PPDB

Dewan Pendidikan Desak SMKN 1 Tambakboyo Ditindak

Dewan Pendidikan Desak SMKN 1 Tambakboyo Ditindak

Reporter: Khoirul Huda

blokTuban.com – Sanksi tegas menanti SMKN 1 Tambakboyo jika terbukti bersalah. Sebab, SMKN 1 Tambakboyo dilaporkan telah mencuri start dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB). Selain pada Cabang Dinas Pendidikan, laporan itu juga disampaikan pada Dewan Pendidikan Kabupaten.

 ‘’Hari ini tim Dewan Pendiddikan turun ke lapangan untuk menindaklanjuti surat aduan yang masuk,’’ ujar Suwito Tulus, Koordinator tim Dewan Pendidikan Kamis (13/6/2019).

Menurut Tulus, sapaan akrabnya, tim yang turun terdiri dari tiga orang, yakni dia sendiri ditambah Ratna Handayani dan Sri Wiyono. Tiga orang ini sudah ditunjuk untuk menindaklanjuti surat yang masuk.

‘’Sebelumnya sudah dibahas di internal Dewan Pendidikan, dan kami bertiga yang diberi mandat untuk menggali data di lapangan,’’ tambahnya.

Pria yang juga ketua PGRI Kabupaten Tuban ini menjelaskan, dalam surat pengaduan juga dilampirkan bukti formulir pendaftaran offline yang dikeluarkan SMKN 1 Tambakboyo. 

Tindakan SMKN 1 Tambakboyo ini buah bibir keluhan bagi sekolah lainya, utamanya yang satu zona dengan SMKN 1 Tambakboyo. Karena, tindakan membuka pendaftaran mendahului jadwal itu berpotensi merugikan sekolah lain yang taat jadwal PPDB.

Disebut mencuri start, karena jadwal PPDB offline mestinya baru dibuka tanggal 11-13 Juni 2019 dan pendaftaran online tanggal 17-20 Juni 2019. Namun, SMKN 1 Tambakboyo sudah mulai mendaftar siswa sejak Mei.

‘’ Karena kami harus klarifikasi dan menggali data di lapangan dulu, makanya baru sekrang kami member statemen,’’ katanya.

Setelah ditelusuri, lanjut Tulus, indikasi curi star PPDB itu benar adanya. Salah satu indikasinya adalah SMKN 1 Tambakboyo sudah mendaftar dulu calon siswanya. Bukti dari data ini adalah keterangan dari panitia PPDB SMAN 1 Tambakboyo yang menyebutkan calon siswa yang mau mengambil di SMAN 1 Tambakboyo tidak bisa.

Ada 4 anak yang datang ke SMAN 1 Tambakboyo untuk mendaftar. Setelah dicek, 3 dari 4 anak itu PIN sudah keluar melalui SMKN 1 Tambakboyo. Setelah ditanya ternyata mereka sudah didaftar yang dibuktikan dengan formulir. 

‘’Kami pegang datanya. Di diformulir itu sudah ada nomor pendaftaran, syarat yang sudah diserahkan serta ada stempel dan tanda tangan pantitia PPDB,’’ beber mantan pejabat di Dinas Pendidikan Tuban ini.

Selain itu, juga ada informasi dari SMAN Bancar juga mengabarkan hal yang sama. Bahkan, SMAN Bancar terancam tak memenuhi pagu. Sebab, dari pagu 108 siswa, sampai saat ini baru 46 anak yang mengambil PIN. Meski sudah ambil PIN, tak menjamin akan tersebut mendaftar di SMAN Bancar.

Namun, data laporan dan temuan di lapangan itu dibantah oleh Kasek SMKN 1 Tambakboyo Ratna Ayumilia bersama tim PPDBnya. Ayu panggilan akrabnya bersama tim PPDB yang menemui tim Dewan Pendidikan menolak menjawab apakah benar mengeluarkan formulir pendataran atau tidak.

‘’‘Mereka tidak membantah atau mengiyakan data kami,’’ terangnya.

Atas dasar temuan-temuan itu, Dewan Pendidikan meminta agar Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur di Tuban menindak tegas agar kejadian serupa tak terulang. Sebab, SMKN 1 bukan kali ini saja bertindak demikian. 

‘’Pada 2016 dulu juga begitu. Saat itu tim monev Dewan Pendidikan menemukan langsung kejadiannya. Kami minta nanti sekolah-sekolah itu dipertemukan, duduk bersama dan mencari jalan keluar agar tidak terulang lagi,’’ tandasnya.

Terpisah Kasi SMK Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur di Tuban Supriyadi mengucapkan terimasiha atas masukan dari Dewan Pendidikan.

‘’Akan kami telusuri dulu. Kalau terbukti bersalah akan kami tindak,’’ janjinya.

Sedang Kasek SMKN 1 Ratna Ayumilia mengaku kalau sudah didatangi Dewan Pendidikan. Namun, dia menolak komentar terkait hal itu.

‘’Nanti akan kami jelaskan dalam forum pertemuan bersama Cabang Dinas dan sekolah-sekolah yang lain itu,’’ katanya.[ono]

 

Tag : pendidikan, ppdb, dewanpendidikan, siswa, sekolah

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 21 April 2019 08:00

    Warisan Sejarah di Bumi Wali

    Warisan Sejarah di Bumi Wali Di Tuban banyak sekali wahana wisata yang memang sudah menjadi tujuan para wisatwan domestik maupun non domestik. Namun, sebenarnya bagaimana sih sejarah wisata yang ada di ujung barat Provinsi Jawa...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more