21:00 . Pagelaran Wayang Kulit SI Tuban Hadirkan Sinden Hungaria   |   20:00 . Tingkatkan Pemasaran UMKM, PC Muslimat NU Tuban Gelar Pasar Rakyat   |   19:00 . Semarakkan HUT RI, Kecamatan Rengel Gelar Karnaval Besok   |   18:00 . Peringati HUT RI Ke-74, Bupati Tuban Bersama Forkompimda Gelar Berbagai Lomba   |   14:00 . Total Bonus Pelatih Porprov di Tuban Capai Rp148.5 Juta   |   14:00 . Usai Diajak Bapaknya Ngothel ke Jakarta, Begini Kondisi Si Anak   |   13:00 . BMKG Keluarkan Peringatan Gelombang Tinggi di Tuban Capai 4 Meter   |   12:00 . Jelang Pelantikan, Sekwan Lakukan Persiapan Teknis   |   11:00 . Demi Kilang TPPI, Pemerintah akan Kuasai Saham Tuban Petro 95,5 Persen   |   10:00 . Kapolres Tuban Kalahkan Bupati Urusan Nasi Goreng   |   09:00 . Bonus Atlet Porprov Rp495 Juta Cair   |   08:00 . Paduan Suara Asal Surabaya Raih Emas di Swedia, Satu Anggotanya Warga Tuban   |   07:00 . Menyikapi Dilema Anak Multilingual   |   20:00 . Disdik Ajak Kepsek Nobar Film Ayu Anak Titipan Surga   |   19:00 . Putra-putri Asal Papua Angkat Kapolres Tuban Jadi Bapak Asuh   |  
Sat, 24 August 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Wednesday, 12 June 2019 14:00

Warga Sekampung 'Dusdusan' Ketupat di Pantai Tuban

Warga Sekampung 'Dusdusan' Ketupat di Pantai Tuban

Reporter: Ali Imron

blokTuban.com - Pantai Desa Keradenan, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban Rabu pagi (12/6/2019), riuh dipadati warga sekampung. Mereka berbaur dengan ombak, mandi bareng dengan tujuan membuang sial.

Tradisi 'dusdusan' juga dikenal dengan istilah gopak. Gopak merupakan bahasa lokal warga pesisir Tuban di lima kecamatan. Mulai Palang, Tuban, Jenu, Tambakboyo, dan Bancar.

Kendati demikian, gopak sekampung hanya bisa ditemukan di Gesikharjo. Sebuah desa yang juga ada makam Asmoroqondi ini, konon merawat tradisi nenek moyang sejak dulu.

Tak ada satupun warga yang tak ikut mandi bareng, tahu kapan persisnya tradisi ini dimulai. Rata-rata warga hanya melestarikan dan niat badannya sehat dan dijauhkan segala macam penyakit.

Dusdusan dilakukan tepat di H+7 setelah Lebaran Idul Fitri 1440 H, atau lebaran Ketupat. Usai berdoa di tempat ibadah, warga sekampung serempak menuju pantai.

"Ini rutinan warga Gesikharjo saat Ketupat," ucap Zulaikah ketika ditemui blokTuban.com bersama keluarganya.

Dia percaya jika mandi di laut usai lebaran, bisa menghilangkan pegal-pegal, linu, encok, dan rematik. Harapannya sekeluarganya sehat lahir batin.

Dimas Arifin Setiawan, salah satu bocah Gesikharjo yang ikut gopak sangat gembira. Selain bercengkerama dengan kawan sebayanya, segar adalah yang dirasakannya setelah mandi.

"Sudah lima kali ini ikut mandi dan rasanya segar," terangnya.

Pantauan di lokasi, dusdusan dimulai pukul 06.00-10.00 Wib. Selain warga lokal, warga pendatang yang menikah dengan orang setempat juga ikut mandi dan percaya manfaat tradisi tersebut. [ali/rom]

Tag : lebaran ketupat, tradisi, budaya

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Monday, 15 July 2019 16:00

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers Media blokTuban.com mulai Senin (15/7/2019) resmi terverifikasi administrasi di Dewan Pers. Hal ini membuktikan bahwa portal media online ini, produk beritanya terpercaya dan mencerdaskan publik....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more