18:00 . Kuasa Hukum Terduga Korupsi BPNT Keberatan Pernyataan Bupati   |   17:00 . Peduli Pesantren, TPPI Sumbang 3.000 Masker dan Alat Penunjang Tatanan Hidup Baru   |   15:00 . Bupati Isyaratkan Pembatasan Santri di Ponpes   |   14:00 . Desa Wajib Miliki Peta Kerawanan Bencana   |   12:00 . Dampak Covid-19, Pelaksanan Ujian Perangkat Desa Belum Pasti   |   11:00 . Kemenag Keluarkan Panduan Salat Idul Adha   |   10:00 . Bupati Sebut Tak Ada Mafia Pupuk   |   09:00 . 7.255 Petani Tuban Telah Mengambil KUR Tani BNI, Ini Keuntungannya   |   07:00 . 5 Tips Sukses Wawancara Kerja setelah Kamu Kena PHK   |   18:00 . Lahir 1 Juli, 28 Pemohon Dapatkan SIM Gratis   |   16:00 . DPRD Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2019   |   14:00 . Jelang Idul Adha, Kemenag Keluarkan Tata Cara dan Penyembelihan Kurban   |   13:00 . Ahli Bikin Quote Patah Hati, Gadis Absurd Tuban Idolakan Fiersa Besari   |   12:00 . Mengenal Basuki Rahmat, Kurir dan Saksi Penandatanganan Supersemar Asal Tuban   |   11:00 . Bupati Yakin Sekdes Cepokorejo Bakal Masuk Bui   |  
Thu, 02 July 2020
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Wednesday, 12 June 2019 14:00

Warga Sekampung 'Dusdusan' Ketupat di Pantai Tuban

Warga Sekampung 'Dusdusan' Ketupat di Pantai Tuban

Reporter: Ali Imron

blokTuban.com - Pantai Desa Keradenan, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban Rabu pagi (12/6/2019), riuh dipadati warga sekampung. Mereka berbaur dengan ombak, mandi bareng dengan tujuan membuang sial.

Tradisi 'dusdusan' juga dikenal dengan istilah gopak. Gopak merupakan bahasa lokal warga pesisir Tuban di lima kecamatan. Mulai Palang, Tuban, Jenu, Tambakboyo, dan Bancar.

Kendati demikian, gopak sekampung hanya bisa ditemukan di Gesikharjo. Sebuah desa yang juga ada makam Asmoroqondi ini, konon merawat tradisi nenek moyang sejak dulu.

Tak ada satupun warga yang tak ikut mandi bareng, tahu kapan persisnya tradisi ini dimulai. Rata-rata warga hanya melestarikan dan niat badannya sehat dan dijauhkan segala macam penyakit.

Dusdusan dilakukan tepat di H+7 setelah Lebaran Idul Fitri 1440 H, atau lebaran Ketupat. Usai berdoa di tempat ibadah, warga sekampung serempak menuju pantai.

"Ini rutinan warga Gesikharjo saat Ketupat," ucap Zulaikah ketika ditemui blokTuban.com bersama keluarganya.

Dia percaya jika mandi di laut usai lebaran, bisa menghilangkan pegal-pegal, linu, encok, dan rematik. Harapannya sekeluarganya sehat lahir batin.

Dimas Arifin Setiawan, salah satu bocah Gesikharjo yang ikut gopak sangat gembira. Selain bercengkerama dengan kawan sebayanya, segar adalah yang dirasakannya setelah mandi.

"Sudah lima kali ini ikut mandi dan rasanya segar," terangnya.

Pantauan di lokasi, dusdusan dimulai pukul 06.00-10.00 Wib. Selain warga lokal, warga pendatang yang menikah dengan orang setempat juga ikut mandi dan percaya manfaat tradisi tersebut. [ali/rom]

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : lebaran ketupat, tradisi, budaya



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more