14:00 . Abrasi Air Laut di Tuban Semakin Parah, 4 Rumah Warga Bancar Rusak   |   10:00 . BLT-DD Diperpanjang Tiga Bulan, ini Nominalnya...   |   09:00 . Masa Pandemi, Jumlah Penderita DBD di Tuban TurunĀ    |   08:00 . Setiajit Cor Jalan Depan Makam Brawijaya V   |   07:00 . 3 Kebutuhan Dasar Tumbuh Kembang Anak yang Harus Dipenuhi   |   21:00 . Dua Kali Tes PCR, 11 Pasien Positif Sembuh   |   20:00 . Sidang Gugatan Pemilihan Pengurus Klenteng, Tergugat Hadirkan Dua Saksi   |   19:00 . Konsultasi Publik Amdal Kilang GRR Libatkan Warga Lima Desa   |   18:00 . Pencuri Kotak Amal, Masukkan Koin Sebelum Dicuri   |   16:00 . BPBD Tuban Beri Bantuan Pada Keluarga Korban Tenggelam   |   15:00 . Cara Pelaku Mengetahui isi Kotak Amal Masjid, Masukkan Koin Sebelum Dicuri   |   14:00 . BPBD Tuban Beri Bantuan pada Keluarga Korban Tenggelam   |   13:00 . Ini yang Dilakukan Setiajit di Widang   |   12:00 . Polisi Bekuk Spesialis Pencuri Kotak Amal Musala dan Masjid   |   11:00 . Tak Pakai Masker, 7 Pemuda Diberi Sanksi Sosial   |  
Tue, 07 July 2020
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Wednesday, 12 June 2019 10:00

Hampir 2.000 Ibu Hamil di Tuban Kekurangan Energi Kalori

Hampir 2.000 Ibu Hamil di Tuban Kekurangan Energi Kalori *Foto ilustrasi.

Reporter: Ali Imron

blokTuban.com - Dalam jangka waktu tiga tahun terakhir, kondisi ibu hamil di Kabupaten Tuban sangat memprihatinkan. Hampir 2.000 ibu mengalami Kekurangan Energi Kalori (KEK), dan menjadi salah satu sebab kematian bayi dengan kasus Berat Badan Lahir Rendah (BBLR).

Fraksi Demokrat DPRD Tuban, Mar'atun Sholihah prihatin dengan kondisi ibu hamil di wilayahnya. Kasus Bumil KEK dari tahun ketahun meningkat yaitu tahun 2016 ada 1.349 orang, tahun 2017 ada 1.744 orang, dan tahun 2018 ada 1.922 orang.

"Tahun 2017 ada 749 bayi BBLR," terang Mar'atun.

Mengkaji pelaksanaan program peningkatan ibu dan anak, serapan anggaran hanya 53,98%. Sedangkan anggaran yang tak terserap dengan baik sebesar Rp1,6 miliar lebih.

Secara rinci jaminan persalinan terserap 45,95%, anggaran tak terserap Rp1,3 miliar lebih. Peningkatan pelayanan kesehatan ibu terserap 70,87%. Peningkatan pelayanan kesehatan bayi baru lahir terserap 47,37%. Peningkatan pelayanan kesehatan anak terserap 84,94%.

"Melihat data tersebut Dinkes sebagai kepanjangan Pemkab kurang optimal perhatiannya pada target prioritas yang ditetapkan tahun 2018," tegasnya.

Wabup Tuban Noor Nahar Hussein menjelaskan, kegiatan naik turun ini karena indikator cuma dengan Lingkar Lengan Atas (LILA). Diantaranya urusan kesehatan SIAP, dioptimalkan penyerapan anggaran untuk jaminan persalinan, kesehatan ibu, dan kesehatan bayi baru lahir.

"Selain itu juga pelayanan kesehatan anak," tutupnya. [ali/rom]

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : ibu hamil, gizi, anak, balita



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more