13:00 . Tuban Butuh Data Terpadu Kemiskinan, Petugas Survei Harus Jujur   |   12:00 . Besok, Listrik Sekitar RSUD Tuban Padam 4 Jam   |   11:00 . Air Mineral Kemasan Mini Jadi Tren Suguhan Masyrakat   |   10:00 . Dirjen Pemasyarakatan Kemenkum HAM RI, Kunjungi WAE Lapas Tuban   |   09:00 . Sampah di Desa Ini Dipakai Bayar Asuransi   |   07:00 . Manfaat Menatap Mata Bayi   |   16:00 . Nelayan Tuban Ikuti Seminar Kebersihan Laut dan UKM   |   15:00 . Tudingan Penggelembungan Suara Pilpres, Ini Tanggapan KPU   |   14:00 . Struktural BPD Pongpongan Terbentuk, Ini Komitmennya   |   11:00 . TNI Polri dan Masyarakat Tuban Deklarasi Tolak Kerusuhan   |   10:00 . Sejumlah Progres Kilang Tuban Setelah Kunjungan Pemprov Jatim   |   09:00 . Diskoperindag Canagkan Program Berantas Rentenir   |   08:00 . Ini Komentar Warga Soal Jembatan Tuban-Bojonegoro   |   07:00 . 3 Rumus Jalani Lebaran Sehat   |   19:00 . Meski Kalah, Strategi akan Diterapkan di Liga 2   |  
Mon, 17 June 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Wednesday, 12 June 2019 10:00

Hampir 2.000 Ibu Hamil di Tuban Kekurangan Energi Kalori

Hampir 2.000 Ibu Hamil di Tuban Kekurangan Energi Kalori *Foto ilustrasi.

Reporter: Ali Imron

blokTuban.com - Dalam jangka waktu tiga tahun terakhir, kondisi ibu hamil di Kabupaten Tuban sangat memprihatinkan. Hampir 2.000 ibu mengalami Kekurangan Energi Kalori (KEK), dan menjadi salah satu sebab kematian bayi dengan kasus Berat Badan Lahir Rendah (BBLR).

Fraksi Demokrat DPRD Tuban, Mar'atun Sholihah prihatin dengan kondisi ibu hamil di wilayahnya. Kasus Bumil KEK dari tahun ketahun meningkat yaitu tahun 2016 ada 1.349 orang, tahun 2017 ada 1.744 orang, dan tahun 2018 ada 1.922 orang.

"Tahun 2017 ada 749 bayi BBLR," terang Mar'atun.

Mengkaji pelaksanaan program peningkatan ibu dan anak, serapan anggaran hanya 53,98%. Sedangkan anggaran yang tak terserap dengan baik sebesar Rp1,6 miliar lebih.

Secara rinci jaminan persalinan terserap 45,95%, anggaran tak terserap Rp1,3 miliar lebih. Peningkatan pelayanan kesehatan ibu terserap 70,87%. Peningkatan pelayanan kesehatan bayi baru lahir terserap 47,37%. Peningkatan pelayanan kesehatan anak terserap 84,94%.

"Melihat data tersebut Dinkes sebagai kepanjangan Pemkab kurang optimal perhatiannya pada target prioritas yang ditetapkan tahun 2018," tegasnya.

Wabup Tuban Noor Nahar Hussein menjelaskan, kegiatan naik turun ini karena indikator cuma dengan Lingkar Lengan Atas (LILA). Diantaranya urusan kesehatan SIAP, dioptimalkan penyerapan anggaran untuk jaminan persalinan, kesehatan ibu, dan kesehatan bayi baru lahir.

"Selain itu juga pelayanan kesehatan anak," tutupnya. [ali/rom]

Tag : ibu hamil, gizi, anak, balita

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 21 April 2019 08:00

    Warisan Sejarah di Bumi Wali

    Warisan Sejarah di Bumi Wali Di Tuban banyak sekali wahana wisata yang memang sudah menjadi tujuan para wisatwan domestik maupun non domestik. Namun, sebenarnya bagaimana sih sejarah wisata yang ada di ujung barat Provinsi Jawa...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more