13:00 . Tuban Butuh Data Terpadu Kemiskinan, Petugas Survei Harus Jujur   |   12:00 . Besok, Listrik Sekitar RSUD Tuban Padam 4 Jam   |   11:00 . Air Mineral Kemasan Mini Jadi Tren Suguhan Masyrakat   |   10:00 . Dirjen Pemasyarakatan Kemenkum HAM RI, Kunjungi WAE Lapas Tuban   |   09:00 . Sampah di Desa Ini Dipakai Bayar Asuransi   |   07:00 . Manfaat Menatap Mata Bayi   |   16:00 . Nelayan Tuban Ikuti Seminar Kebersihan Laut dan UKM   |   15:00 . Tudingan Penggelembungan Suara Pilpres, Ini Tanggapan KPU   |   14:00 . Struktural BPD Pongpongan Terbentuk, Ini Komitmennya   |   11:00 . TNI Polri dan Masyarakat Tuban Deklarasi Tolak Kerusuhan   |   10:00 . Sejumlah Progres Kilang Tuban Setelah Kunjungan Pemprov Jatim   |   09:00 . Diskoperindag Canagkan Program Berantas Rentenir   |   08:00 . Ini Komentar Warga Soal Jembatan Tuban-Bojonegoro   |   07:00 . 3 Rumus Jalani Lebaran Sehat   |   19:00 . Meski Kalah, Strategi akan Diterapkan di Liga 2   |  
Mon, 17 June 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Tuesday, 11 June 2019 17:00

Warga Sumberejo Mendadak Meninggal, Begini Penjelasan Kades

Warga Sumberejo Mendadak Meninggal, Begini Penjelasan Kades

Reporter: M. Anang Febri

blokTuban.com - Peristiwa meninggalnya seorang laki-laki paruh baya di area persawahan Desa Temu, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro atau seberang wilayah Bengawan Kecamatan Rengel Kabuoetam Tuban pagi tadi, diduga kuat adalah warga asal Desa Sumberejo, Kecamatan Rengel.

Dari informasi yang berhasil dihimpun blokTuban.com, menyebutkan bahwa identitas data korban berusia 55 tahun itu bernama Sumartono. Seorang petani asal Dusun Sugihan RT/RW 03/06 Desa Sumberejo, Kecamatan Rengel.

Kepala Desa (Kades) Sumberejo, Suhadi ketika dikonfirmasi terkait perihal tersebut juga membenarkan informasi yang tengah beredar di desanya.

"Dapat kabar juga begitu" kata Kades Sumberejo saat dikonfirmasi blokTuban.com melalui pesan singkat jaring sosial, Selasa (11/6/2019).

Kades yang dikenal ramah itu menambahkan, korban yang meninggal secara mendadak di sawah seberang wilayah itu juga memiliki riwayat penyakit jantung, serta ayan.

Diduga kuat, saat penyakit korban kumat, tak ada seorang yang mengetahui keadaan tersebut. Sehingga tak ada yang menolong dan memberikan penanganan, sampai korban menghembuskan nafas terakhir.

"Ada riwayat penyakit jantung Mas, ayan, sering kejadian. Mungkin pas kumat tidak ada yang menolong," lengkap Suhadi yang saat ini tengah berada di wilayah Jombang Jawa Timur.

Selebihnya, proses lain seperti reaksi dan tanggap keadaan keluarga korban, Kades belum bisa memberi jawaban lebih soal itu.

Semantara itu, informasi lain dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pos Rengel mengungkapkan, jika korban telah divisum secara medis di sebuah Rumah Sakit wilayah Bojonegoro. Hasil visum menyebutkan bahwa korban kelelahan saat penyakit serangan jantung tiba-tiba kumat. [feb/lis]

Tag : meninggal, warga

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 21 April 2019 08:00

    Warisan Sejarah di Bumi Wali

    Warisan Sejarah di Bumi Wali Di Tuban banyak sekali wahana wisata yang memang sudah menjadi tujuan para wisatwan domestik maupun non domestik. Namun, sebenarnya bagaimana sih sejarah wisata yang ada di ujung barat Provinsi Jawa...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more