16:00 . Kunjungi Ponpes Tangguh di Prambontergayang, Ini Pesan Bupati   |   15:00 . New Normal, PWI Tuban Bagi Masker   |   14:00 . Abrasi Air Laut di Tuban Semakin Parah, 4 Rumah Warga Bancar Rusak   |   13:00 . Tak Pakai Masker, Siap-siap Dihukum Sapu Jalan   |   12:00 . Pencuri Spesialis Kotak Amal Tertangkap   |   11:00 . Pencurian Kotak Amal Terekam CCTV   |   10:00 . BLT-DD Diperpanjang Tiga Bulan, ini Nominalnya...   |   09:00 . Masa Pandemi, Jumlah Penderita DBD di Tuban TurunĀ    |   08:00 . Setiajit Cor Jalan Depan Makam Brawijaya V   |   07:00 . 3 Kebutuhan Dasar Tumbuh Kembang Anak yang Harus Dipenuhi   |   21:00 . Dua Kali Tes PCR, 11 Pasien Positif Sembuh   |   20:00 . Sidang Gugatan Pemilihan Pengurus Klenteng, Tergugat Hadirkan Dua Saksi   |   19:00 . Konsultasi Publik Amdal Kilang GRR Libatkan Warga Lima Desa   |   18:00 . Pencuri Kotak Amal, Masukkan Koin Sebelum Dicuri   |   16:00 . BPBD Tuban Beri Bantuan Pada Keluarga Korban Tenggelam   |  
Tue, 07 July 2020
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Monday, 10 June 2019 09:00

Tengkulak Cabai Keluhkan Harga Tak Kunjung Stabil

Tengkulak Cabai Keluhkan Harga Tak Kunjung Stabil *Foto ilustrasi.

Reporter: M. Anang Febri

blokTuban.com - Merosotnya harga cabai di pasaran, masih bertahan hingga H+4 Lebaran. Keadaan tersebut otomatis membuat para pedagang dan tengkulak lokalan mengeluh.

Padahal, siklus peredaran cabai pasar besar seperti Kediri, Surabaya dan sekitarnya sudah berangsur berkurang.

Penuturan beberapa tengkulak di Kecamatan Grabagan mengaku, harga cabai masih stagnan berputar diangka Rp3.000 per kilogram (Kg).

"Kita hanya berani beli 3.000 per kilo. Malahan, semula pedagang sempat nolak dari penjualan petani karena stok barang masih full," ujar Yongki kepada blokTuban.com, Minggu (9/6/2019).

Terkait siklus putar stok di pasaran besar, pihaknya menerangkan, jika distributor dari Jakarta, Palembang dan kota besar nasional masih banyak yang libur. Sementara tengkulak lokal area Tuban, Bojonegoro dan Lamongan, justru tak dapat menampung stok petani.

"Semua jenis cabai harganya masih anjlok, jenis Rawit yang paling parah," tambahnya.

Sementara itu, Jayun juga memaparkan hal senada. Dia mengaku kasihan terhadap pola kerja petani, sebab panenan yang dijual tak dapat berputar dengan mulus, sebab tengkulak lokal kebanjiran stok.

"Kalau tengkulak kecil benar bisa beli, tapi gak bisa jual. Masih macet, gak bisa nutup modalnya," katanya. [feb/rom]

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : cabai, tengkulak



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more