14:00 . Pemkab Dukung Kegiatan Survei Seismik 3D PHE TEJ di Tuban   |   13:00 . Tuban Butuh Data Terpadu Kemiskinan, Petugas Survei Harus Jujur   |   12:00 . Besok, Listrik Sekitar RSUD Tuban Padam 4 Jam   |   11:00 . Air Mineral Kemasan Mini Jadi Tren Suguhan Masyrakat   |   10:00 . Dirjen Pemasyarakatan Kemenkum HAM RI, Kunjungi WAE Lapas Tuban   |   09:00 . Sampah di Desa Ini Dipakai Bayar Asuransi   |   07:00 . Manfaat Menatap Mata Bayi   |   16:00 . Nelayan Tuban Ikuti Seminar Kebersihan Laut dan UKM   |   15:00 . Tudingan Penggelembungan Suara Pilpres, Ini Tanggapan KPU   |   14:00 . Struktural BPD Pongpongan Terbentuk, Ini Komitmennya   |   11:00 . TNI Polri dan Masyarakat Tuban Deklarasi Tolak Kerusuhan   |   10:00 . Sejumlah Progres Kilang Tuban Setelah Kunjungan Pemprov Jatim   |   09:00 . Diskoperindag Canagkan Program Berantas Rentenir   |   08:00 . Ini Komentar Warga Soal Jembatan Tuban-Bojonegoro   |   07:00 . 3 Rumus Jalani Lebaran Sehat   |  
Mon, 17 June 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Monday, 10 June 2019 09:00

Tengkulak Cabai Keluhkan Harga Tak Kunjung Stabil

Tengkulak Cabai Keluhkan Harga Tak Kunjung Stabil *Foto ilustrasi.

Reporter: M. Anang Febri

blokTuban.com - Merosotnya harga cabai di pasaran, masih bertahan hingga H+4 Lebaran. Keadaan tersebut otomatis membuat para pedagang dan tengkulak lokalan mengeluh.

Padahal, siklus peredaran cabai pasar besar seperti Kediri, Surabaya dan sekitarnya sudah berangsur berkurang.

Penuturan beberapa tengkulak di Kecamatan Grabagan mengaku, harga cabai masih stagnan berputar diangka Rp3.000 per kilogram (Kg).

"Kita hanya berani beli 3.000 per kilo. Malahan, semula pedagang sempat nolak dari penjualan petani karena stok barang masih full," ujar Yongki kepada blokTuban.com, Minggu (9/6/2019).

Terkait siklus putar stok di pasaran besar, pihaknya menerangkan, jika distributor dari Jakarta, Palembang dan kota besar nasional masih banyak yang libur. Sementara tengkulak lokal area Tuban, Bojonegoro dan Lamongan, justru tak dapat menampung stok petani.

"Semua jenis cabai harganya masih anjlok, jenis Rawit yang paling parah," tambahnya.

Sementara itu, Jayun juga memaparkan hal senada. Dia mengaku kasihan terhadap pola kerja petani, sebab panenan yang dijual tak dapat berputar dengan mulus, sebab tengkulak lokal kebanjiran stok.

"Kalau tengkulak kecil benar bisa beli, tapi gak bisa jual. Masih macet, gak bisa nutup modalnya," katanya. [feb/rom]

Tag : cabai, tengkulak

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 21 April 2019 08:00

    Warisan Sejarah di Bumi Wali

    Warisan Sejarah di Bumi Wali Di Tuban banyak sekali wahana wisata yang memang sudah menjadi tujuan para wisatwan domestik maupun non domestik. Namun, sebenarnya bagaimana sih sejarah wisata yang ada di ujung barat Provinsi Jawa...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more