08:00 . Ditinggal Hajatan, Dua Rumah di Sukorejo Ludes Terbakar   |   07:00 . Berbagai Penyebab dan Faktor Risiko Terbentuknya Batu Empedu   |   16:00 . Hilang Pantau, Sudarji Belum Terdeteksi   |   15:00 . Pertamina Tanam 10.000 Pohon dan Serahkan CSR Rp1,2 Miliar di Tuban   |   14:00 . Napi Sumringah Dapat Remisi, Ada yang Langsung Bebas   |   13:00 . 214 Warga Binaan Dapat Remisi, 4 Orang Bebas   |   12:00 . Pertama Kali Tuban Gelar Kirab Bendera Detik-Detik Proklamasi   |   11:00 . EMCL dan SKK Migas Upacara Hari Kemerdekaan RI di Lapangan Banyu Urip   |   10:00 . Kepanasan, Puluhan Siswa Pingsan saat Upacara Kemerdekaan di Kecamatan Rengel   |   07:00 . Tips Pilih Lomba 17 Agustus yang Aman untuk Anak   |   15:00 . Semarakkan HUT Ke-74, Polres Adakan Lomba Hias Gapura 20 Polsek   |   14:00 . Sispala Tuban Bakal Gelar Upacara di Tebing Dempel   |   13:00 . Sistem Perizinan di Tuban, DPRD: Ada Kendala Teknis   |   12:00 . DPRD: Seluruh Masyarakat Tuban Harus Rasakan Pembangunan   |   11:00 . Pesan Bupati Tuban Setelah Kukuhkan 74 Paskibraka   |  
Sun, 18 August 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Saturday, 18 May 2019 18:00

Wagub Jatim: Media Siber Jadi Rujukan Informasi Media Sosial

Wagub Jatim: Media Siber Jadi Rujukan Informasi Media Sosial

Reporter: Ali Imron

blokTuban.com - Wakil Gubernur Jawa Timur, menyebut banyak masyarakat yang menganggap jika postingan media sosial (Medsos) menjadi rujukan informasi. Tapi dia punya pendapat lain, menurutnya, saat ini justru media siber menjadi rujukan informasi di media sosial.

"Saya pelajari tren media cetak struggle, sementara siber naik. Tapi strategi media siber telah melebur dengan media sosial, bukan sebaliknya," kata Emil saat membuka Rakerwil Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jawa Timur dan Seminar Nasional Media Siber: Good Journalism vs Hoax di Era Post-Truth di Surabaya, Sabtu (18/5/2019).

[Baca juga: AMSI JATIM: Good Journalism Vs Hoax di Era Post Truth ]

Dikatakan Emil, berdasarkan survei, media sosial saat ini sedang mengalami penurunan, sedang media siber meningkat. Sehingga ini menjadi tantangan bagi pengelola media untuk menyajikan keakurasian berita.

"Good journalism tantangannya speed dan akurasi. Tapi saya kembalikan ke medianya sendiri. Apakah bisa menyajikan berita yang akurat. Sebab ada satu pertimbangan (akurasi), yakni dampaknya atau resiko," tandas mantan Bupati Trenggalek yang mengaku pernah menjadi korban hoax media.

Emil juga menantang para pemimpin redaksi yang mengelola media siber dan tergabung di AMSI Jatim untuk membikin konsensus akurasi.

"65 persen masyarakat percaya hoax. Mumpung Pemred (media siber) kumpul. Bagaimana kalau membuat konsensus akurasi berita. Sehingga kita sama sama bisa melakukan pelurusan terhadap media hoax. Saya hanya melempar wacana. Karena semua eranya post-truth," pungkas Emil. [ali/ito]

Tag : amsi, jatim, wagub

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Monday, 15 July 2019 16:00

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers Media blokTuban.com mulai Senin (15/7/2019) resmi terverifikasi administrasi di Dewan Pers. Hal ini membuktikan bahwa portal media online ini, produk beritanya terpercaya dan mencerdaskan publik....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more