15:00 . Patroli Gabungan Pasca Pemilu, Petugas Sisir Jalan Nasional   |   09:00 . Lebaran Kurang 10 Hari, Harga Sapi di Pasar Hewan Tuban Anjlok   |   07:00 . Teh Manis Buat Buka Puasa, Sehat Nggak Sih?   |   20:00 . Jelang Hari Raya Komisi VI DPR RI Sidak Pasar Baru Tuban   |   19:00 . Relawan Cinta NKRl Kutuk Petualang Politik Rongrong Wibawa Pemerintah   |   18:00 . PSHT Rayon Jetak Bagi Takjil dan Santuni Anak Yatim   |   17:00 . Macam Macam Sedekah   |   14:00 . Siang Ini WhatsApp, IG, dan FB Kembali Normal   |   13:00 . Dinkes Siapkan 4 Posko Kesehatan di Jalur Pantura   |   12:00 . Jelang Mudik Lebaran, Ratusan Pengemudi Angkutan Umum Dites Urine   |   10:00 . Mengintip Besar Kecilnya THR PNS Tuban   |   09:00 . 4 Fakta Menarik Seputar Musim Kemarau di Tuban   |   08:00 . Disparbudpora Mulai Merehab Tempat Wisata   |   07:00 . Bicara dengan Diri Sendiri Ternyata Bermanfaat, Percaya?   |   21:00 . Kemenag Tuban Peringati Nuzulul Quran   |  
Sun, 26 May 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Friday, 10 May 2019 10:00

Tips Memilih 'Legen' untuk Buka Puasa

Tips Memilih 'Legen' untuk Buka Puasa

Reporter: Ali Imron

blokTuban.com - Penjual air nira atau legen di Desa Tasikmadu, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban membeberkan tips memilih Legen yang asli untuk buka Puasa Ramadan 1440 H. Karena saat ini, menurutnya banyak jenis minuman legen yang diolah supaya bertahan lebih lama. 

"Legen saya hanya bertahan kurang lebih enam jam. Tanpa ada pengawet karena langsung turun dari pohonnya," ujar Ahmad Muaffifin kepada blokTuban.com usai menyadap legen di kebunnya, Jumat (10/5/2019).

Penjual legen berkulit sawo matang itu membeberkan, minuman legen tanpa olahan tidak bisa bertahan lama. Lebih dari enam jam, rasanya sudah berubah. Dari yang semula manis lama kemalamaan menjadi kecut atau bisa dikatakan basi. 

Saat kondisi legen sudah kecut/basi itulah, pembeli harus hati-hati karena berisiko membuat perut mules. Biasanya jika legen tidak habis terjual, diakali dengan cara direbus/dimasak. Dengan cara ini keesokan harinya legen bisa dikonsumsi kembali, kendati demikian cita rasanya sudah berbeda. 

"Karena legen tidak tahan lama, saya menyadap dua kali sehari. Pagi mulai jam 06.00-08.00 WIB dan sore pukul 14.00-16.00 Wib," jelas pria yang memiliki 22 pohon Bogor tersebut. 

Karena sudah dikenal asli, legennya menjadi buruan masyarakat. Sebelum buka puasa masyarakat langsung mendatangi lapaknya yang berada di sekitar kebun belimbing Tasikmadu. Untuk 1,5 liter legen dibandrol harga Rp10.000. 

"Selain legen saya juga menyediakan siwalan atau pun toak bagi pembeli," tegasnya. 

Penjual legen lainnya, Yulia juga membenarkan jika legen tidak bisa bertahan lebih dari enam jam. Membeli legen di Tasikmadu, sangat dianjurkan karena dijamin tidak kecewa. 

"Bisa dilihat pembeli sudah percaya dengan legen disini. Saat tutup botol dibuka terdengar nyes," bebernya. 

Sama dengan Muaffifin, Yulia juga menjual legennya perbotol air mineral besar dengan harga Rp10.000. Harga umum ini disepakati seluruh penjual di wilayah setempat, dengan harapan tidak ada masyarakat membeli dengan harga tinggi. 

Salah satu pembeli legen, Sugianto mengaku puas setelah meminum legen Tasikmadu. Rasanya manis dan tidak tahan lama, yang membuat dirinya langganan membeli. 

"Harus cepat-cepat diminum kalau tidak akan basi," terangnya. 

Pembeli lainnya, Edi Utomo juga menyatakan hal serupa. Rasa legen Tasikmadu lebih segar dan enak dibanding membeli di tempat lain seperti di tepi jalan. 

"Rasa terjamin enak," pungkasnya. [ali/lis]

 

Tag : legen, buka, puasa

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 21 April 2019 08:00

    Warisan Sejarah di Bumi Wali

    Warisan Sejarah di Bumi Wali Di Tuban banyak sekali wahana wisata yang memang sudah menjadi tujuan para wisatwan domestik maupun non domestik. Namun, sebenarnya bagaimana sih sejarah wisata yang ada di ujung barat Provinsi Jawa...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more