17:00 . Curi Motor di Tuban, Dua Penadah Asal Banyuwangi Dibekuk Polisi   |   16:00 . Tumpukan Ban Bekas Terbakar, Nyaris Merembet ke Bengkel   |   15:00 . Predikat KLA Tuban Naik Jadi Tingkat Madya   |   12:00 . Banyak Warga Miskin Tak Dapat Bansos   |   08:00 . Bigini Landskap Media Digital di Indonesia Versi AMSI   |   07:00 . Lebih Baik Minum Air Panas saat Cuaca Panas, Ini Sebabnya!   |   18:00 . Gandeng Mahasiswa, Kapolres Tuban Bagikan Bansos Kepada Warga Terdampak Covid-19   |   17:00 . Warga Merakurak Meninggal Usai Pesta Miras di Jenu   |   16:00 . Simak Jadwal Dispensasi Perpanjang SIM Yang Habis Masa Berlakunya Saat PPKM   |   15:00 . FPKB DPRD Kritik Kebijakan Bupati Pangkas Anggaran KONI   |   14:00 . Hati-hati Calo Plasma Sudah Berkeliaran di Tuban   |   13:00 . Anggaran KONI Dikepras, FPKB Teriak   |   12:00 . Ringankan Beban Warga, Lapas Salurkan 50 Paket Sembako   |   11:00 . Sidak Bansos, Bupati Sorot Kinerja Pendamping, Agen hingga Supplier   |   09:00 . Kapolda Jateng Ajak Warga Pergerakan Jalan Bareng   |  
Sat, 31 July 2021
Jl Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Tips Memilih 'Legen' untuk Buka Puasa

bloktuban.com | Friday, 10 May 2019 10:00

Tips Memilih 'Legen' untuk Buka Puasa

Reporter: Ali Imron

blokTuban.com - Penjual air nira atau legen di Desa Tasikmadu, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban membeberkan tips memilih Legen yang asli untuk buka Puasa Ramadan 1440 H. Karena saat ini, menurutnya banyak jenis minuman legen yang diolah supaya bertahan lebih lama. 

"Legen saya hanya bertahan kurang lebih enam jam. Tanpa ada pengawet karena langsung turun dari pohonnya," ujar Ahmad Muaffifin kepada blokTuban.com usai menyadap legen di kebunnya, Jumat (10/5/2019).

Penjual legen berkulit sawo matang itu membeberkan, minuman legen tanpa olahan tidak bisa bertahan lama. Lebih dari enam jam, rasanya sudah berubah. Dari yang semula manis lama kemalamaan menjadi kecut atau bisa dikatakan basi. 

Saat kondisi legen sudah kecut/basi itulah, pembeli harus hati-hati karena berisiko membuat perut mules. Biasanya jika legen tidak habis terjual, diakali dengan cara direbus/dimasak. Dengan cara ini keesokan harinya legen bisa dikonsumsi kembali, kendati demikian cita rasanya sudah berbeda. 

"Karena legen tidak tahan lama, saya menyadap dua kali sehari. Pagi mulai jam 06.00-08.00 WIB dan sore pukul 14.00-16.00 Wib," jelas pria yang memiliki 22 pohon Bogor tersebut. 

Karena sudah dikenal asli, legennya menjadi buruan masyarakat. Sebelum buka puasa masyarakat langsung mendatangi lapaknya yang berada di sekitar kebun belimbing Tasikmadu. Untuk 1,5 liter legen dibandrol harga Rp10.000. 

"Selain legen saya juga menyediakan siwalan atau pun toak bagi pembeli," tegasnya. 

Penjual legen lainnya, Yulia juga membenarkan jika legen tidak bisa bertahan lebih dari enam jam. Membeli legen di Tasikmadu, sangat dianjurkan karena dijamin tidak kecewa. 

"Bisa dilihat pembeli sudah percaya dengan legen disini. Saat tutup botol dibuka terdengar nyes," bebernya. 

Sama dengan Muaffifin, Yulia juga menjual legennya perbotol air mineral besar dengan harga Rp10.000. Harga umum ini disepakati seluruh penjual di wilayah setempat, dengan harapan tidak ada masyarakat membeli dengan harga tinggi. 

Salah satu pembeli legen, Sugianto mengaku puas setelah meminum legen Tasikmadu. Rasanya manis dan tidak tahan lama, yang membuat dirinya langganan membeli. 

"Harus cepat-cepat diminum kalau tidak akan basi," terangnya. 

Pembeli lainnya, Edi Utomo juga menyatakan hal serupa. Rasa legen Tasikmadu lebih segar dan enak dibanding membeli di tempat lain seperti di tepi jalan. 

"Rasa terjamin enak," pungkasnya. [ali/lis]

 

Tag : legen, buka, puasa

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat