15:00 . Patroli Gabungan Pasca Pemilu, Petugas Sisir Jalan Nasional   |   07:00 . Teh Manis Buat Buka Puasa, Sehat Nggak Sih?   |   20:00 . Jelang Hari Raya Komisi VI DPR RI Sidak Pasar Baru Tuban   |   19:00 . Relawan Cinta NKRl Kutuk Petualang Politik Rongrong Wibawa Pemerintah   |   18:00 . PSHT Rayon Jetak Bagi Takjil dan Santuni Anak Yatim   |   17:00 . Macam Macam Sedekah   |   14:00 . Siang Ini WhatsApp, IG, dan FB Kembali Normal   |   13:00 . Dinkes Siapkan 4 Posko Kesehatan di Jalur Pantura   |   12:00 . Jelang Mudik Lebaran, Ratusan Pengemudi Angkutan Umum Dites Urine   |   10:00 . Mengintip Besar Kecilnya THR PNS Tuban   |   09:00 . 4 Fakta Menarik Seputar Musim Kemarau di Tuban   |   08:00 . Disparbudpora Mulai Merehab Tempat Wisata   |   07:00 . Bicara dengan Diri Sendiri Ternyata Bermanfaat, Percaya?   |   21:00 . Kemenag Tuban Peringati Nuzulul Quran   |   20:00 . Tahun 2020, Jembatan Rengel-Kanor Dibangun   |  
Sun, 26 May 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Saturday, 27 April 2019 18:00

Pesantren Tak Pernah Ajarkan Radikalisme

Pesantren Tak Pernah Ajarkan Radikalisme

Reporter : Ali Imron

blokTuban.com - Sekolah Tinggi Makdum Ibrahim (STITMA) Kabupaten Tuban akhir-akhir ini terus mengeliat, membuka wacana dan wawasan baru dengan mengelar berbagai kegiatan edukatif.

Kali ini, kampus milik Nahdalatul Ulama (NU) Cabang Tuban ini kembali mengelar Seminar Nasional dengan mendatangkan Narasumber Muhammad Jadul Maula, Pengasuh Ponpok Pesantren Kaliopak Sewon Bantul Yogyakarta, sekaligus Wakil Ketua LESBUMI PBNU.

Di hadapan para 250 mahasiswa dari Kabupaten Bojonegoro, Lamongan dan mahasiswa STIMA sendiri, serta khalayak umum, Muhammad Jadul Maula memaparkan akan perjuangan pondok pesantren yang juga sebagai benteng kekuatan moralitas dalam perebutan kemerdekaan NKRI pada saat itu.

Keberadan pesantren juga sebagai tonggak awal dalam perkembangan Islam yang Ramatan Lil Alami, Islam yang senantiasa memberikan kenyamanan, ketentraman bagi umatnya, selain keberadaan pesantren tidak pernah mengajarkan tentang radikalisme agama.

“Peranan Pesantren yang berdiri sejak kerajaan Majapahit menjadi tolak ukur dalam perkembangan Islam Nusantara, di dalam pesantren tidak saja mengajarkan tentang agama, juga mengajarkan tentang nasionalisme dalam berbangsa dan bernegara,” kata Pengasuh Ponpok Pesantren Kaliopak Sewon Bantul Yogyakarta, Sabtu (27/4/2019).

Lebih lanjut diterangkan, arus globalisasi dan munculnya radikalisme agama di tengah-tengahmasyarakat saat ini, dikarenakan pendangkalan nilai-nilai agama. Adanya kelompok tertentu yang akan mencerabut akar kebudayaan yang sudah mengakar dalam diri masyarakat, serta membuat masyarakat menjadi mengambang dalam pemahaman keagamaan.

“Hadirnya Wali Songo dan Pesantren selalu mengawal Islam Rahmatan Lil Alamin tidak pernah mencerabut akar kebudayaan yang ada. Bahkan berelaborasi dengan memasukan nilai-nilai keagamaan dalam tradisi budaya (akulturasi) yang ada, sehinga memiliki nilai yang lebih baik dalam perkembanganya,” terang Kiai Muhammad Jadul Maula .

Oleh karena itu, pesantren sebagai benteng kekuatan moralitas bangsa Indonesia tidak dapat dielakan lagi. Kiai dan santri selalu menjadi ujung tombak dalam perebutan kemerdekaan. "Dan keberadaan pesantren tidak pernah mengajarkan tentang radikalisme agama,” tambahnya.

Semenatar itu, Wakil Ketua I STITMA, M. Ainul Yaqin mengapresiasi kegiatan seminar tersebut. Ia juga memberikan semangat kepada mahasiswa bagaimana pentingnya pengasahan keilmuan dewasa ini. Terutama sebagai generasi muda Nahdlatul Ulama.

“Keberadaan Mahasiswa saat ini menjadi ujung tombak dalam proses keberlanjutan perjuangan dalam pengawalan Islam Nusantara, maka kesempatan saat ini untuk mengali ilmu sebanyak-banyaknya,” kata Ainul Yaqin.

Senada dengan Ketua LP3M STITMA Tuban Jamal Ghofir, S.sos.I,.M.A sekaligus sebagai pembicara dalam menyampaikan bahwa, ruh intelektual harus terus menerus dikembangan dalam kampus STITMA Tuban. Sehingga tradisi intelektual yang ada di lingkungan kampus berkembang dengan baik. [ali/ ]

Tag : pesantren, stitma, tuban

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 21 April 2019 08:00

    Warisan Sejarah di Bumi Wali

    Warisan Sejarah di Bumi Wali Di Tuban banyak sekali wahana wisata yang memang sudah menjadi tujuan para wisatwan domestik maupun non domestik. Namun, sebenarnya bagaimana sih sejarah wisata yang ada di ujung barat Provinsi Jawa...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more