09:00 . Jasa Penukaran Uang Baru Mulai Marak   |   07:00 . Puasa Harus Tetap Berolahraga, Begini Cara yang Tepat   |   21:00 . 4 Tahun Keberadaan AMSI, Konsisten Wujudkan Ekosistem Digital yang Sehat   |   18:00 . Upaya Penanganan Kebocoran Pipa oleh Pertamina EP Direspons Positif   |   17:00 . Bulan Ramadan, Pejabat Kantor Kemenag Tuban Silaturrahmi ke Ketua MUI Tuban   |   16:00 . Peluang Bisnis Baju Bekas Bermerek, Bisa Jadi Refrensi Bisnis   |   15:00 . Pakan Sapi Milik Warga Merakurak Terbakar, Penyebab Belum Diketahui   |   12:00 . Tanggulangi Kemiskinan, Puluhan KPM di Grabagan Terima Jaslut   |   11:00 . Kapolres Tuban Serahkan 6 Unit Ranmor Dinas untuk Anggota   |   10:00 . Libatkan Polwan, Polres Tuban Perketat Pemeriksaan di Pintu Masuk Markas   |   09:00 . Safari Ramadan, Ajang Pamit Bupati Fathul Huda   |   07:00 . Tingkat Ekonomi Keluarga Pengaruhi Usia Anak Terpapar Medsos, Kok Bisa?   |   13:00 . Cegah Aksi Balap Liar di Bulan Ramadan, Puluhan Polisi Patroli Sejumlah Titik   |   12:00 . 1.871 KPM di Jenu Cairkan BST Dua Tahap   |   10:00 . Motor Bising, Pelajar Asal Montong Dihukum dengar Suara Knalpot Modifikasi   |  
Tue, 20 April 2021
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Pesantren Tak Pernah Ajarkan Radikalisme

bloktuban.com | Saturday, 27 April 2019 18:00

Pesantren Tak Pernah Ajarkan Radikalisme

Reporter : Ali Imron

blokTuban.com - Sekolah Tinggi Makdum Ibrahim (STITMA) Kabupaten Tuban akhir-akhir ini terus mengeliat, membuka wacana dan wawasan baru dengan mengelar berbagai kegiatan edukatif.

Kali ini, kampus milik Nahdalatul Ulama (NU) Cabang Tuban ini kembali mengelar Seminar Nasional dengan mendatangkan Narasumber Muhammad Jadul Maula, Pengasuh Ponpok Pesantren Kaliopak Sewon Bantul Yogyakarta, sekaligus Wakil Ketua LESBUMI PBNU.

Di hadapan para 250 mahasiswa dari Kabupaten Bojonegoro, Lamongan dan mahasiswa STIMA sendiri, serta khalayak umum, Muhammad Jadul Maula memaparkan akan perjuangan pondok pesantren yang juga sebagai benteng kekuatan moralitas dalam perebutan kemerdekaan NKRI pada saat itu.

Keberadan pesantren juga sebagai tonggak awal dalam perkembangan Islam yang Ramatan Lil Alami, Islam yang senantiasa memberikan kenyamanan, ketentraman bagi umatnya, selain keberadaan pesantren tidak pernah mengajarkan tentang radikalisme agama.

“Peranan Pesantren yang berdiri sejak kerajaan Majapahit menjadi tolak ukur dalam perkembangan Islam Nusantara, di dalam pesantren tidak saja mengajarkan tentang agama, juga mengajarkan tentang nasionalisme dalam berbangsa dan bernegara,” kata Pengasuh Ponpok Pesantren Kaliopak Sewon Bantul Yogyakarta, Sabtu (27/4/2019).

Lebih lanjut diterangkan, arus globalisasi dan munculnya radikalisme agama di tengah-tengahmasyarakat saat ini, dikarenakan pendangkalan nilai-nilai agama. Adanya kelompok tertentu yang akan mencerabut akar kebudayaan yang sudah mengakar dalam diri masyarakat, serta membuat masyarakat menjadi mengambang dalam pemahaman keagamaan.

“Hadirnya Wali Songo dan Pesantren selalu mengawal Islam Rahmatan Lil Alamin tidak pernah mencerabut akar kebudayaan yang ada. Bahkan berelaborasi dengan memasukan nilai-nilai keagamaan dalam tradisi budaya (akulturasi) yang ada, sehinga memiliki nilai yang lebih baik dalam perkembanganya,” terang Kiai Muhammad Jadul Maula .

Oleh karena itu, pesantren sebagai benteng kekuatan moralitas bangsa Indonesia tidak dapat dielakan lagi. Kiai dan santri selalu menjadi ujung tombak dalam perebutan kemerdekaan. "Dan keberadaan pesantren tidak pernah mengajarkan tentang radikalisme agama,” tambahnya.

Semenatar itu, Wakil Ketua I STITMA, M. Ainul Yaqin mengapresiasi kegiatan seminar tersebut. Ia juga memberikan semangat kepada mahasiswa bagaimana pentingnya pengasahan keilmuan dewasa ini. Terutama sebagai generasi muda Nahdlatul Ulama.

“Keberadaan Mahasiswa saat ini menjadi ujung tombak dalam proses keberlanjutan perjuangan dalam pengawalan Islam Nusantara, maka kesempatan saat ini untuk mengali ilmu sebanyak-banyaknya,” kata Ainul Yaqin.

Senada dengan Ketua LP3M STITMA Tuban Jamal Ghofir, S.sos.I,.M.A sekaligus sebagai pembicara dalam menyampaikan bahwa, ruh intelektual harus terus menerus dikembangan dalam kampus STITMA Tuban. Sehingga tradisi intelektual yang ada di lingkungan kampus berkembang dengan baik. [ali/ ]

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : pesantren, stitma, tuban



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Monday, 05 April 2021 13:00

    Mahasiswa Unirow Tuban Belajar di Kantor blokTuban.com

    Mahasiswa Unirow Tuban Belajar di Kantor blokTuban.com Sekitar 25 mahasiswa-mahasiswi dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban berkunjung di kantor redaksi blokTuban.com Jalan Sunan Muria No. 28 Kelurahan Latsari,...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 19 April 2021 09:00

    Safari Ramadan, Ajang Pamit Bupati Fathul Huda

    Safari Ramadan, Ajang Pamit Bupati Fathul Huda Pemerintah Kabupaten Tuban di bawah kepemimpinan Bupati Fathul Huda dan Wakil Bupati Noor Nahar Hussein atau biasa dikenal dengan Huda-Noor akan segera mengakhiri masa jabatan di periode keduanya bulan Juni...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more