14:00 . Tandang Ke Jogja, Tim Persatu Diteror Oknum Diduga Suporter PSIM Yogyakarta?   |   11:00 . Kalah Lawan PSIM Jogja, Menajemen Persatu: Peluang Persatu Masih Terbuka Asalkan...   |   10:00 . User PBT Ditilap, Nasib Digantung   |   09:00 . Puluhan User PBT Geruduk Diskoperindag   |   08:00 . Festival Kirab Perahu di Ujung Timur Pesisir   |   07:00 . 10 Tanda Anak Mengalami Gangguan Kesehatan Mental   |   15:00 . Razia Warung, Satpol PP Amankan Puluhan Botol Miras   |   14:00 . Hari Ini, Listrik di Wilayah Tuban Bagian Timur Padam   |   10:00 . Tiger Guard Dropping Air Bersih   |   09:00 . Hadapi Industri 4.0 Karang Taruna Bangilan Gelar Internet Merketing Digipreneurship   |   08:00 . Setiajit: Pelayanan Publik Harusnya Dihadirkan di Car Free Day    |   07:00 . Ciri-Ciri Paru-Paru Basah dan Cara Mencegahnya   |   13:00 . Inilah Maksud 9 Bhakti Bagi Jawa Timur   |   12:00 . 11 Kecamatan Sudah Ada Taman Baca   |   11:00 . Bupati Tuban Minta ASN Ikut Jaga Stabilitas Keamanan   |  
Mon, 14 October 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Wednesday, 24 April 2019 10:00

Tiga Tempat Hiburan Malam Diblokir Warga

Dewan Janji Tengahi Sengketa Lahan Karaoke

Dewan Janji Tengahi Sengketa Lahan Karaoke

Reporter : Ali Imron

blokTuban.com- Wakil Ketua Komisi A DPRD Tuban, Fahmi Fikroni mengaku prihatin mendengar ada kasus sengketa lahan karaoke di Jalan Tuban-Semarang Kilometer 5-6 Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu.

Selaku wakil rakyat, dirinya akan menjembatani menyelesaikan persoalan yang menimpa karaoke penyetor pajak ke kas daerah tersebut. Fahmi Fikroni secepatnya akan memanggil pihak-pihak yang terkait, mulai pemerintah desa, yang mengaku ahli waris, dan pemilik karaoke. Sekaligus warga yang yang sudah menempati tanah, dan sudah dibangun rumah.

“Pemanggilan semua pihak, biar persoalan ini cepat selesai,” ucap Roni kepada blokTuban.com, Rabu (24/4/2019).

Diberitakan sebelumnya, tiga tempat hiburan malam terkenal di Tuban, Happy Karaoke, Dunia Karaoke dan King Karaoke diblokir warga. Pintu masuk tempat karaoke yang berada di Jala Tuban-Semarang kilometer (KM) 5-6 itu diuruk dengan pedel.

Sebanyak 10 dump truk berisi pedel atau bahan urukan didatangkan warga yang mengaku sebagai ahli waris tanah tempat tiga hiburan malam itu berdiri. Dengan diblokirnya pintu masuk tersebut, pengunjung kesulitan masuk.

‘’Kami terpaksa melakukan ini, karena upaya kami untuk baik-baik tidak mendapat tanggapan,’’ tegas Lasmini (52) salah satu warga yang mengaku ahli waris tanah.

Sedangkan pengusaha Dunia Karaoke (DK), Andhi mengatakan waktu lalu ahli waris Lasmini (52) sudah menghadap ke kepala desa setempat. Terus yang bersangkutan mengatasnamakan tanah miliknya. Dari kades sudah dianjurkan, kalau memang merasa memiliki disilahkan mengajukan gugutan atau laporan. “Atau paling tidak mengecek di kantor BPN,” tutup Andhi melalui sambungan telepon. [ali/ito]

Tag : dprd, komisi, sugihwaras

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Monday, 15 July 2019 16:00

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers Media blokTuban.com mulai Senin (15/7/2019) resmi terverifikasi administrasi di Dewan Pers. Hal ini membuktikan bahwa portal media online ini, produk beritanya terpercaya dan mencerdaskan publik....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more