15:00 . Patroli Gabungan Pasca Pemilu, Petugas Sisir Jalan Nasional   |   07:00 . Teh Manis Buat Buka Puasa, Sehat Nggak Sih?   |   20:00 . Jelang Hari Raya Komisi VI DPR RI Sidak Pasar Baru Tuban   |   19:00 . Relawan Cinta NKRl Kutuk Petualang Politik Rongrong Wibawa Pemerintah   |   18:00 . PSHT Rayon Jetak Bagi Takjil dan Santuni Anak Yatim   |   17:00 . Macam Macam Sedekah   |   14:00 . Siang Ini WhatsApp, IG, dan FB Kembali Normal   |   13:00 . Dinkes Siapkan 4 Posko Kesehatan di Jalur Pantura   |   12:00 . Jelang Mudik Lebaran, Ratusan Pengemudi Angkutan Umum Dites Urine   |   10:00 . Mengintip Besar Kecilnya THR PNS Tuban   |   09:00 . 4 Fakta Menarik Seputar Musim Kemarau di Tuban   |   08:00 . Disparbudpora Mulai Merehab Tempat Wisata   |   07:00 . Bicara dengan Diri Sendiri Ternyata Bermanfaat, Percaya?   |   21:00 . Kemenag Tuban Peringati Nuzulul Quran   |   20:00 . Tahun 2020, Jembatan Rengel-Kanor Dibangun   |  
Sun, 26 May 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Tuesday, 23 April 2019 08:00

Lokakarya Media

Berikut, Skema Bagi Hasil Migas Antar Daerah

Berikut, Skema Bagi Hasil Migas Antar Daerah

Reporter: M. Anang Febri

blokTuban.com - Sebagai negara dengan kekayaan alam yang terbentang di segala penjuru, Indonesia memiliki sistem pengelolaan minyak dan gas (Migas) yang diatur sesuai skala pembagian masing-masing.

Kepala Divisi Formalitas SKK Migas Jabanusa, Didik Sasono Setiadi mengungkapkan tentang bagaimana sistem pembagian hasil kelola migas Indonesia. Pihaknya terlebih dulu menekankan jika semua kekayaan, hasil alam yang ada di Indonesia adalah milik rakyat. Bukan hak perorangan maupun kelompok tertentu.

Akan tetapi, aturan tersebut oleh konstitusi dan UU dibagi. Yang mana pengelolaannya boleh dilakukan oleh pemerintah, dengan kajian bersifat vital dan strategis.

"Minyak dan gas masih dianggap menjadi kekayaan alam dan hal yang vital. Vital dan strategis itu kalau tidak dikelola oleh pemerintah, ini berbahaya bagi kelangsungan negara kita,"ungkap Didik saat menyampaikan materi kepada peserta Lokakarya Media 2019 di Aula SKK Migas di bilangan Jl. Veteran Surabaya, Senin (22/4/2019).

Mengingat bahwa minyak-minyak yang ada di penjuru Indonesia dikelola perusahaan seperti Pertamina, Exxon, dan lainnya, berhak mendapatkan pembagian sesuai dengan investasi yang dikeluarkan dan sesuai keuntungan yang wajar. Selebihnya, menjadi penerimaan negara.

Dijelaskan ya lagi dalam perumpamaan, jika penghasilan minyak mencapai 10 juta rupiah. Biaya operasi perusahaan mulai dari proses mencari sampai mengambil misalnya 6 juta, maka biaya dikembalikan kepada yang mengoperasikan, sisanya 4 juta.

"Nilai 4 itu menjadi bagi hasil. 85 persen adalah milik negara, dan 15 persen milik kontraktor. Itu kalau minyak," terangnya.

Sedangkan gas, sambungnya, 70 persen pemerintah dan 30 persen kontraktor. Dari pembagian pemerintah, hasil keuangan langsung masuk rekening Menteri Keuangan, artinya masuk ke APBN yang saat ini nilainya sebesar 7 persen lebih dari total APBN itu sendiri.

"Dari situ, kemudian dngan UU perimbangan keuangan pusat dan daerah, dibagilah kepada daerah," pungkasnya. [feb/col]

 

Tag : migas, hasil

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 21 April 2019 08:00

    Warisan Sejarah di Bumi Wali

    Warisan Sejarah di Bumi Wali Di Tuban banyak sekali wahana wisata yang memang sudah menjadi tujuan para wisatwan domestik maupun non domestik. Namun, sebenarnya bagaimana sih sejarah wisata yang ada di ujung barat Provinsi Jawa...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more