20:00 . Meninggalnya KPPS Tuban Diduga Kuat Kelelahan   |   19:00 . Ketua DPRD Tuban : Pemilu Serentak Perlu Dikaji   |   18:00 . Sempat Pingsan, Anggota KPPS di Semanding Meninggal Dunia   |   17:00 . Beberapa Titik CCTV Akan Dipasang di Gudang Penyimpanan Surat Suara   |   16:00 . Kuliner Ekstrim Biawak, Begini yang Dirasakan Penggemar...   |   12:00 . Rekapitulasi Surat Suara Kecamatan Dijaga Ketat   |   11:00 . Hari Kartini, Pertamina Diskon Bright Gas Rp21.000   |   10:00 . Kamar Kejiwaan Khusus Caleg Gagal di RSUD Koesma Sepi   |   08:00 . Warisan Sejarah di Bumi Wali   |   07:00 . Siapa Saja yang Layak Diundang dalam Pernikahan Anda?   |   06:00 . Hari Kartini 2019, Ini Sejarah & Kutipan Inspiratifnya   |   18:00 . Heboh.....! Emak-emak Bakar Diri   |   17:00 . Stok Aman, Harga Bengkoang Mojomalang Selalu Stabil   |   16:00 . Cikal Bakal Warga Menilo di Makam Eyang Pendek   |   15:00 . Tanpa Didampingi Keluarga, Begini Kondisi SR di RSNU   |  
Mon, 22 April 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Sunday, 14 April 2019 17:00

Usia Tak Jadi Hambatan untuk Terus Berjualan

Usia Tak Jadi Hambatan untuk Terus Berjualan

Reporter: Nidya Marfis H.

blokTuban.com - Meski usianya sudah lanjut,  bukan berarti ia berpangku tangan. Sebaliknya perempuan berusia 69 tahun ini masih terus giat bekerja.

Perempuan asal Kelurahan Karang dalam kesehariannya ini berjulan jagung bakar di Jalam Hayam wuruk, dekat dengan pasar Baru Tuban. Sudah 11 tahun dia berjulan jagung bakar, tepatnya setelah meninggalnya sang suami.

Pukul 1 dini hari ketika kebanyakan orang sedang terlelap, Ngastilah berjalan kaki dari rumhanya sejauh 3 kilometer untuk pergi ke pasar bokarang guna membeli jagung.  Setelah mendapatkannya ia masih harus berjalan sejauh 500 meter dengan mengendong karung yang berisi 150 jagung ke lokasi jualannya. Kurang lebih 3 kali ia harus bolak - balik dari pasar ke lokasi julannya untuk mengakut jagung, karena ia tak kuat mengangkut sekali jalan. Setelah terkumpul di lokasi jualan ia kembali pulang ke rumah,  dan pukul 7.30 WIB ia kembali berjalan kaki ke lokasi jualannya untuk memulai berjulan.

"Jagung habis baru pulang ke rumah," kata Ngastilah.

Dalam sehari, ia mendapat uang sekitar 100 ribu,  nantinya uang tersebut akan dibuat untuk mebeli jagung lagi,  kurang lebih dari berjupan jagung ia mendapatkan untung sekitar Rp25 ribu. Perempuan yang mempunyai dua anak ini sebenarnya dilarang oleh anak - anaknya untuk berjualan,  tapi ia berkilah tidak ingin menyusahkan anak - anaknya untuk itu ia masih terus berjulan.

"Selama saya masih kuat berjualan,  saya akan terus berjulan tidak ingin menyusahkan siapa - siapa,"ungkapnya. [nid/ito] 

Tag : jualan, jagung, tuban

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 21 April 2019 08:00

    Warisan Sejarah di Bumi Wali

    Warisan Sejarah di Bumi Wali Di Tuban banyak sekali wahana wisata yang memang sudah menjadi tujuan para wisatwan domestik maupun non domestik. Namun, sebenarnya bagaimana sih sejarah wisata yang ada di ujung barat Provinsi Jawa...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more