20:00 . Meninggalnya KPPS Tuban Diduga Kuat Kelelahan   |   19:00 . Ketua DPRD Tuban : Pemilu Serentak Perlu Dikaji   |   18:00 . Sempat Pingsan, Anggota KPPS di Semanding Meninggal Dunia   |   17:00 . Beberapa Titik CCTV Akan Dipasang di Gudang Penyimpanan Surat Suara   |   16:00 . Kuliner Ekstrim Biawak, Begini yang Dirasakan Penggemar...   |   12:00 . Rekapitulasi Surat Suara Kecamatan Dijaga Ketat   |   11:00 . Hari Kartini, Pertamina Diskon Bright Gas Rp21.000   |   10:00 . Kamar Kejiwaan Khusus Caleg Gagal di RSUD Koesma Sepi   |   08:00 . Warisan Sejarah di Bumi Wali   |   07:00 . Siapa Saja yang Layak Diundang dalam Pernikahan Anda?   |   06:00 . Hari Kartini 2019, Ini Sejarah & Kutipan Inspiratifnya   |   18:00 . Heboh.....! Emak-emak Bakar Diri   |   17:00 . Stok Aman, Harga Bengkoang Mojomalang Selalu Stabil   |   16:00 . Cikal Bakal Warga Menilo di Makam Eyang Pendek   |   15:00 . Tanpa Didampingi Keluarga, Begini Kondisi SR di RSNU   |  
Mon, 22 April 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Saturday, 13 April 2019 12:00

Teriknya Matahari Tak Jadi Kendala Pencari Tiram

Teriknya Matahari Tak Jadi Kendala Pencari Tiram

Reporter: Nidya Marfis H.

blokTuban.com - Setiap air laut surut, Selamet (50), warga kelurahan Sukolilo bersama 6 temannya mencari tiram di balik batu-batu karang yang ada di pinggir laut.

Diusianya yang sudah memasuki separuh abad, Selamet yang bermodalkan sebilah pisau setiap air laut surut antara pukul 13.00 siang, ia mulai mencari tiram yang berada di balik-balik batu karang.

Teriknya matahari dan lancipnya batu karang sudah menjadi makanan sehari-hari. Sudah tiga tahun ini ia mengeluti pekerjaan ini.

"Sebelumnya ya kerja serabutan," ungkap Selamet.

Pekerjaan mencari tiram tidak menjadi pekerjaan tetep baginya, karena tiram tidak selalu ada.

Dalam setahun ia hanya mencari tiram enam bulan sekali di saat air laut sedang surut. Apabila tidak musim tiram, ia bekerja menjadi sopir panggilan.

tiram-1

Dalam sehari selama empat jam mulai pukul 13.00 siang hingga pukul 16.00 sore ia meperoleh satu ember kecil yang berisi sekitar satu sampai dua kilogram tiram.

Selanjutnya ia akan menjual tiram tersebut ke peternak udang untuk dijadikan pakan. Ia mencari tiram mulai dari pesisir laut dekat termimal baru Tuban hingga ke Lamongan.

"Satu kilogram saya jual Rp50 ribu,"ungkapnya.
[nid/rom]

Tag : tiram, tiram laut, laut, tuban, pakan udang, udang

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 21 April 2019 08:00

    Warisan Sejarah di Bumi Wali

    Warisan Sejarah di Bumi Wali Di Tuban banyak sekali wahana wisata yang memang sudah menjadi tujuan para wisatwan domestik maupun non domestik. Namun, sebenarnya bagaimana sih sejarah wisata yang ada di ujung barat Provinsi Jawa...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more