16:00 . Usai Karantina di Natuna, Tiga Mahasiswa Asal Tuban Sampai di Kampung Halaman   |   15:00 . Kecelakaan Tunggal, Pemuda Kerek Meninggal Dunia   |   14:00 . Tantangan Industri Musik Kian Ketat, Produsen Musik Tuban Kini Rilis Lagu Lewat Sosmed   |   13:00 . Setiajit Jalan Sehat Bareng Belasan Ribu Warga   |   09:00 . Begini Kronologi Pemberhentian 29 Karyawan Versi PT Swabina Gatra   |   08:00 . Awal Tahun, Bank Jatim Salurkan Kredit Mikro Laguna Rp2 Miliar   |   08:00 . Awal Tahun, Bank Jatim Salurkan Kredit Mikro Laguna Rp2 Miliar   |   08:00 . Awal Tahun, Bank Jatim Salurkan Kredit Mikro Laguna Rp2 Miliar   |   08:00 . Awal Tahun, Bank Jatim Salurkan Kredit Mikro Laguna Rp2 Miliar   |   07:00 . 3 Cara Mudah Mengatasi Sakit Perut Setelah Makan Pedas   |   15:00 . Hujan Deras, Lingkungan ini Terendam   |   14:00 . Jatirogo Miliki Puskesmas Senilai Rp5 Miliar, Stunting Jadi Perhatian Bupati   |   13:00 . Santri TPQ di Tuban Membludak   |   12:00 . Kemiskinan di Tuban Masih 14,58 %   |   11:00 . Sudah 59 Sekolah Swasta Terima Hibah Miliaran Rupiah di Awal 2020   |  
Mon, 17 February 2020
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Saturday, 13 April 2019 12:00

Teriknya Matahari Tak Jadi Kendala Pencari Tiram

Teriknya Matahari Tak Jadi Kendala Pencari Tiram

Reporter: Nidya Marfis H.

blokTuban.com - Setiap air laut surut, Selamet (50), warga kelurahan Sukolilo bersama 6 temannya mencari tiram di balik batu-batu karang yang ada di pinggir laut.

Diusianya yang sudah memasuki separuh abad, Selamet yang bermodalkan sebilah pisau setiap air laut surut antara pukul 13.00 siang, ia mulai mencari tiram yang berada di balik-balik batu karang.

Teriknya matahari dan lancipnya batu karang sudah menjadi makanan sehari-hari. Sudah tiga tahun ini ia mengeluti pekerjaan ini.

"Sebelumnya ya kerja serabutan," ungkap Selamet.

Pekerjaan mencari tiram tidak menjadi pekerjaan tetep baginya, karena tiram tidak selalu ada.

Dalam setahun ia hanya mencari tiram enam bulan sekali di saat air laut sedang surut. Apabila tidak musim tiram, ia bekerja menjadi sopir panggilan.

tiram-1

Dalam sehari selama empat jam mulai pukul 13.00 siang hingga pukul 16.00 sore ia meperoleh satu ember kecil yang berisi sekitar satu sampai dua kilogram tiram.

Selanjutnya ia akan menjual tiram tersebut ke peternak udang untuk dijadikan pakan. Ia mencari tiram mulai dari pesisir laut dekat termimal baru Tuban hingga ke Lamongan.

"Satu kilogram saya jual Rp50 ribu,"ungkapnya.
[nid/rom]

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : tiram, tiram laut, laut, tuban, pakan udang, udang



Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Friday, 17 January 2020 12:00

    Poling blokTuban.com Menganulir Suara Ganda oleh Robot

    Poling blokTuban.com Menganulir Suara Ganda oleh Robot Sistem polling yang diadakan blokTuban.com mulai Kamis (16/1/2020) kemarin, untuk mengukur partisipasi pembaca terkait sosok Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Tuban mendeteksi keberadaan bot/robot yang memilih lebih dari satu...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more