20:00 . Penuhi Nazar, Kader IPNU Kota Surabaya Jalan Kaki ke Jakarta   |   18:00 . Setiajit Bakal Bantu Sumur Petani Klengkeng Sugihan   |   17:00 . Ini Dua Kecamatan yang Membutuhkan Droping Air Terbanyak   |   16:00 . ExxonMobil Suplai Minyak Mentah Domestik ke Pertamina   |   15:00 . Musim Kemarau, 25 Desa Kesulitan Air Bersih   |   14:00 . Kondisi Tuban Terkini Pasca Gempa   |   13:00 . BMKG Ungkap Penyebab Gempa Bumi   |   12:00 . Ikan Naik ke Darat Pasca Gempa? Cek Faktanya   |   11:00 . Begini Cara Nelayan Tuban Tangkal Berita Hoaks   |   10:00 . Gempa 6.0 SR Guncang Tuban Bumi Wali   |   09:00 . Siswa Kelas 2 SD Daftar Umroh   |   08:00 . SI Sabet Tiga Penghargaan dari Alpha Southeast Asia   |   07:00 . Gizi Baik Anak: Faktor, Kriteria, dan Solusinya   |   06:00 . Diduga Korsleting Listrik, Satu Rumah di Kedungsoko Terbakar   |   22:00 . Kemenag Tuban Teken MoU dengan Pemdes Banyuurip   |  
Sat, 21 September 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Saturday, 13 April 2019 12:00

Teriknya Matahari Tak Jadi Kendala Pencari Tiram

Teriknya Matahari Tak Jadi Kendala Pencari Tiram

Reporter: Nidya Marfis H.

blokTuban.com - Setiap air laut surut, Selamet (50), warga kelurahan Sukolilo bersama 6 temannya mencari tiram di balik batu-batu karang yang ada di pinggir laut.

Diusianya yang sudah memasuki separuh abad, Selamet yang bermodalkan sebilah pisau setiap air laut surut antara pukul 13.00 siang, ia mulai mencari tiram yang berada di balik-balik batu karang.

Teriknya matahari dan lancipnya batu karang sudah menjadi makanan sehari-hari. Sudah tiga tahun ini ia mengeluti pekerjaan ini.

"Sebelumnya ya kerja serabutan," ungkap Selamet.

Pekerjaan mencari tiram tidak menjadi pekerjaan tetep baginya, karena tiram tidak selalu ada.

Dalam setahun ia hanya mencari tiram enam bulan sekali di saat air laut sedang surut. Apabila tidak musim tiram, ia bekerja menjadi sopir panggilan.

tiram-1

Dalam sehari selama empat jam mulai pukul 13.00 siang hingga pukul 16.00 sore ia meperoleh satu ember kecil yang berisi sekitar satu sampai dua kilogram tiram.

Selanjutnya ia akan menjual tiram tersebut ke peternak udang untuk dijadikan pakan. Ia mencari tiram mulai dari pesisir laut dekat termimal baru Tuban hingga ke Lamongan.

"Satu kilogram saya jual Rp50 ribu,"ungkapnya.
[nid/rom]

Tag : tiram, tiram laut, laut, tuban, pakan udang, udang

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Monday, 15 July 2019 16:00

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers Media blokTuban.com mulai Senin (15/7/2019) resmi terverifikasi administrasi di Dewan Pers. Hal ini membuktikan bahwa portal media online ini, produk beritanya terpercaya dan mencerdaskan publik....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more