20:00 . Meninggalnya KPPS Tuban Diduga Kuat Kelelahan   |   19:00 . Ketua DPRD Tuban : Pemilu Serentak Perlu Dikaji   |   18:00 . Sempat Pingsan, Anggota KPPS di Semanding Meninggal Dunia   |   17:00 . Beberapa Titik CCTV Akan Dipasang di Gudang Penyimpanan Surat Suara   |   16:00 . Kuliner Ekstrim Biawak, Begini yang Dirasakan Penggemar...   |   12:00 . Rekapitulasi Surat Suara Kecamatan Dijaga Ketat   |   11:00 . Hari Kartini, Pertamina Diskon Bright Gas Rp21.000   |   10:00 . Kamar Kejiwaan Khusus Caleg Gagal di RSUD Koesma Sepi   |   08:00 . Warisan Sejarah di Bumi Wali   |   07:00 . Siapa Saja yang Layak Diundang dalam Pernikahan Anda?   |   06:00 . Hari Kartini 2019, Ini Sejarah & Kutipan Inspiratifnya   |   18:00 . Heboh.....! Emak-emak Bakar Diri   |   17:00 . Stok Aman, Harga Bengkoang Mojomalang Selalu Stabil   |   16:00 . Cikal Bakal Warga Menilo di Makam Eyang Pendek   |   15:00 . Tanpa Didampingi Keluarga, Begini Kondisi SR di RSNU   |  
Mon, 22 April 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Saturday, 13 April 2019 17:00

Ash-Shomadiyah Menyelengarakan Aksi Tolak Bully

Ash-Shomadiyah Menyelengarakan Aksi Tolak Bully

Reporter: Nidya Marfis H.

blokTuban.com - Siswa pesantren Ash-Shomadiyah kelas 10 dan 11 yang berjumlah 72 siswa, mengadakan aksi tolak bully dan beri dukang terhadap korban bully di Pontianak Audery. Dalam akasinya, siswa sang mengecam kasus bully di kalangan pelajar.

Kepala Sekolah Ash-Shomadiyah, Riza Shalihuddin Habibi, mengatakan setiap satu bulan sekolah Ash - Shomadiyah mengadakan kegiatan mimbar terbuka. Dan kasus yang diangkat isu yang sedang viral atau isu yang sedang menjadi perdebatan publik, denga tujuan agar siswa mempunyai sensitivitas terhadap isu yang sedang terjadi saat ini. Dan isu yang diangkat siswa saat ini, mengenai kasus pembullyan yang terjadi kepada Audry.

"Kami prihatin apabila di sekolah terjadi kasus pembullyan, "ungkap Abah Rizal.

Lebih lajut, ia menambahkan, sangat perihatin terhadap kasus pembully di sekolah, sekolah yang seharusnya menjadi tempat menyenangkan bagi generasi muda untuk menimba ilmu dan menyerap ilmu,  akan tetapi sangat prihatin apabila sekolah beralih fungsi, sehingga siswa menjadi takut untuk datang ke sekolah. Untuk meperbaiki hal tersebut, ia berharap agar kurikulum budi Pengerti kembali diajarkan agar siswa mengerti mengenai perbedaan dan siswa menerima tepo selero.

Mengatisipasi bully di sekolah,  sejak 11 tahun silam Ash - Shomadiyah sudah menciptakan sekolah 3M yaitu Menyenangkan, Menantang dan Mengairahkan dengan tujuan, sekolah menjadi tempat yang paling indah bagi anak - anak dan mencinta mereka tanpa syarat. Sehingga, dengan budaya seperti itu tidak menjadikan siswa tidak blok - blokan.

"Hal tersebut sudah kami lakukan untuk menciptakan sekolah yang menyenangkan untuk siswa,"ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan siswa Ash - Shomadiyah,  Ema Hanin (16) ia mengatakan, acara ini bertujuan untuk menolak bully di sekolah.  "Kami menolak bully, terutama dilingkungan sekolah,"ungkap Hanin. [nid/ito]

Tag : as-shomadiyah, tuban, bully

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 21 April 2019 08:00

    Warisan Sejarah di Bumi Wali

    Warisan Sejarah di Bumi Wali Di Tuban banyak sekali wahana wisata yang memang sudah menjadi tujuan para wisatwan domestik maupun non domestik. Namun, sebenarnya bagaimana sih sejarah wisata yang ada di ujung barat Provinsi Jawa...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more