17:00 . Ekspedisi Buat 25 Jalur Panjat, Mahipal Buka Peluang Wisata   |   16:00 . Kasus Kekerasan Perempuan di Tuban Menurun   |   15:00 . Masyarakat Tuban Mulai Sadar Pentingnya Pakai Masker   |   12:00 . Pangdam Brawijaya: Berapa Pun Jumlah Personel Dibutuhkan, TNI Siap   |   09:00 . La Nina, Waspada Cuaca Buruk di Perairan Tuban-Lamongan   |   07:00 . Kebiasaan Pegang Ponsel yang Memicu Nyeri Leher   |   19:00 . Pangdam V Brawijaya Instruksikan Seluruh Babinsa Jadi Garda Depan Kampanye 3M   |   18:00 . Sruduk Truk, Dump Truk Oleng Lalu Hantam Pemotor   |   16:00 . Rapat Paripurna, Wabup Sampaikan Soal Langkah Ekonomi 2021   |   14:00 . Perkuat Koordinasi, Pangdam dan Bupati Resmikan Pos Koramil Grabagan Jadi Koramil   |   13:00 . Tegakkan Disiplin Prokes, Aparat Gabungan di Tuban Gencarkan Operasi Yustisi   |   12:00 . Tuban Masuk Zona Kuning, Tetap Disiplin Prokes   |   07:00 . 5 Alasan Memarahi Anak di Tempat Umum Pantang Dilakukan   |   20:00 . Tukang Becak Meninggal Mendadak   |   19:00 . Tingkatan Ekonomi Nelayan, Pertamina EP Latih Kelompok Usaha Perempuan   |  
Wed, 21 October 2020
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Sunday, 31 March 2019 18:00

Tunggu 4 Bulan Kering, Petani Jagung Ini Baru Panen

Tunggu 4 Bulan Kering, Petani Jagung Ini Baru Panen

Reporter: M. Anang Febri

blokTuban.com - Usaha pengolahan lahan jagung disekitar perbukitan Rengit, Desa Ngrejeng, Kecamatan Grabagan, agaknya memiliki pola panen yang berbeda dari wilayah lain. Pasalnya, dibutuhkan waktu sekitar 4 bulan untuk bisa benar-benar merasakan jarih payah olah lahan tersebut.

Hal tersebut dituturkan langsung oleh petani pengolah ladang setempat. Dari waktu normal panen, yang mana petani jagung biasanya dapat memproses langsung pada akhir 2018 lalu, petani disana harus menunggu jagung kering dari batangnya di lahan.

"Kebanyakan petani jagung disini ya panen belakang. Soalnya harus nunggu jagung kering langsung di ladang, ada sekitar 5 bulanan ini," kata Karsani, salah satu petani jagung yang ditujukan blokTuban.com, Minggu (31/3/2019).

Ditambahkannya lagi, jagung kering dari lahan tanam selama 4 bulan ini yang dipanen menghasilkan jagung yang bagus dan berkualitas. Panas siang hari yang memadai, membuat jagung kesat dengan baik.

"Untungnya harganya sekarang lumayan. Kalau dibilang rugi ya enggak Mas, termasuk sebanding dari proses pengeringan manual begin" ujar warga dari Desa Banyubang, Kecamatan Grabagan tersebut.

Sementara itu, petani lain juga menuturkan hak yang sama. Proses pengeringan yang memakan waktu sampai 3 bulan lebih, tak membuat ciut hati petani. Bahkan dengan menunggu hasil jagung kering maksimal, petani dapat meraup untung yang cukup untuk proses olah lahan selanjutnya.

"Keringnya lama ya gak jadi masalah. Toh harganya layan tinggi kok, kemarin saja terakhir harganya 4000 rupiah per kilo. Itu yang keringnya bagus," ungkap Sutrisno. [feb/ito].

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : jagung, harga, petani, ngrejeng, grabagan



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Saturday, 22 August 2020 14:00

    KONGRES KEDUA AMSI

    AMSI: Brand yang Sehat Harus Tampil di Konten yang Sehat

    AMSI: Brand yang Sehat Harus Tampil di Konten yang Sehat blokTuban.com - Jakarta - Kongres Kedua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) resmi dibuka hari ini, Sabtu (22/8/2020). Kongres yang digelar secara virtual, karena berlangsung di tengah pandemi Covid-19, akan berlangsung...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more