15:00 . PETANI MELON DI TUBAN DIHANTUI GAGAL PANEN   |   14:00 . Petani Diminta Waspadai Hama Penggerek Batang   |   13:00 . Konser Dangdut KPU Tuban Batal Digelar di Alun-alun   |   12:00 . Begini Komentar Anggota Komisi VII DPR Tentang Pertamina   |   11:00 . Pra Peradilan Gugatan Kepada Kasatreskoba dan Kasi Pidum Gugur   |   10:00 . Kaji Bencana Kenduruan, Jembatan Bakal Diperluas   |   09:00 . Agar Mandiri, 15 Orang Ini Dapat Kursus Bidang Otomotif   |   08:00 . Bantuan Alsitan Tak Termanfaatkan Optimal, Kenapa?   |   07:00 . Mengapa Minuman Manis Picu Kematian Dini?   |   21:00 . Kejahatan Seksual, Dominasi Kekerasan Terhadap Perempuan   |   20:00 . Rumah Janda di Bangilan Runtuh Akibat Longsor   |   19:00 . Partisipasi Warga Tambah Koleksi Museum Kambang Putih Diapresiasi   |   18:00 . Tersangka Kasus Sabu Gugat Kasatresnarkoba dan Kasi Pidum Kejari Tuban   |   15:00 . Tuban: Menunggu Peraturan dari Menteri Keuangan   |   14:00 . Hotel Charis Tuban Terbakar, ini Penyebabnya...   |  
Fri, 22 March 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Tuesday, 12 March 2019 19:00

BMG Ikuti Pelatihan Medsos dari Facebook dan Storyfyul

BMG Ikuti Pelatihan Medsos dari Facebook dan Storyfyul

Reporter: Redaksi

blokBojonegoro.com - Sejumlah wartawan dari media cetak dan online mengikuti pelatihan Media Sosial (Medsos) yang diselenggarakan Facebook Journalism Project dan Storyful, Selasa (12/3/2019).

Bertempat di Satu Atap Coworking Space Jalan pacar No.2 Ketabang Genteng Surabaya Jawa Timur, kegiatan diikuti wartawan dari anggota Media Siber Indonesia (AMSI) dan organisasi profesi wartawan, bahkan ada dari Yogyakarta. Termasuk, blokBojonegoro.com dan blokTuban.com (Blok Media Group/BMG) juga antusias mengikuti kegiatan tersebut.

Trainer dari Storyful Singapura, Yeni menyampaikan bagaimana media bisa mendapatkan informasi, serta proses penggalian data dari berbagai media sosial, seperti Facebook, Twitter, Instagram, hingga Youtube.

"Sebagai media yang kredibel, harus melakukan verifikasi mendalam terhadap data yang tersebar di berbagai media sosial untuk kemudian bisa dijadikan berita yang bisa dipertanggungjawabkan," ujarnya dalam pemaparan materi .

Sedangkan Apac Partnerships, Janie Octra menjelaskan tentang penggunaan Crowdtangle untuk mengetahui seberapa besar link berita yang disebar di media sosial, serta tren tema yang paling banyak diklik oleh pembaca.

"Melalui Crowdtangle ini, kita bisa tahu siapa yang menyebar berita kita, seberapa banyak like dan komen serta respon dari tentang link yang kita sebar. Ada juga grafik bulan apa paling tinggi serta berita apa paling banya direspon," terang wanita asal Filipina itu menerangkan menggunakan bahasa Inggris.

Perwakilan dari blokTuban.com, Rofiq sangat antusias mengikuti pelatihan ini. Bagi dia, penting untuk mengetahui seberapa efektif dan luas berita yang disebar di media sosial, agar bisa lebih memahami kebutuhan pembaca, selain dari berita-berita peristiwa yang memang besar dari segi pembaca.

"Dari pelatihan ini, kita tahu bagaimana pola agar berita yang kita share di media sosial bisa lebih optimal," aku Manajer blokTubanTV (Blok Media Grup) itu. [col]

Tag : facebook, tuban, bmg, crowdtangle

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 04 March 2019 08:00

    Pondok Literasi

    Pondok Literasi Saat ini lagi gencar-gencarnya gerakan litersai. Di mana-mana ada komunitas baca, tadarus puisi dan dan bedah buku, yang arahnya untuk menumbuhkan cinta membaca. Baru sebagian kecil kegiatan di Kabupaten...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more