15:00 . Musim Kemarau, 25 Desa Kesulitan Air Bersih   |   14:00 . Kondisi Tuban Terkini Pasca Gempa   |   13:00 . BMKG Ungkap Penyebab Gempa Bumi   |   12:00 . Ikan Naik ke Darat Pasca Gempa? Cek Faktanya   |   11:00 . Begini Cara Nelayan Tuban Tangkal Berita Hoaks   |   10:00 . Gempa 6.0 SR Guncang Tuban Bumi Wali   |   09:00 . Siswa Kelas 2 SD Daftar Umroh   |   08:00 . SI Sabet Tiga Penghargaan dari Alpha Southeast Asia   |   07:00 . Gizi Baik Anak: Faktor, Kriteria, dan Solusinya   |   06:00 . Diduga Korsleting Listrik, Satu Rumah di Kedungsoko Terbakar   |   22:00 . Kemenag Tuban Teken MoU dengan Pemdes Banyuurip   |   21:00 . Gempa Bumi Terasa di Stasiun BMKG Tuban, Pegawai Sempat Keluar Ruangan   |   20:00 . Diskoperindag Bersama PTB Mengadakan Festival Kopi   |   19:00 . Gempa di Perairan Tuban Dirasakan Hingga Luar Pulau Jawa, Begini Penjelasan BMKG   |   18:00 . Indonesia Dilanda Karhutla, 120 Pelajar Tuban Sholat Minta Hujan   |  
Fri, 20 September 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Tuesday, 12 March 2019 19:00

BMG Ikuti Pelatihan Medsos dari Facebook dan Storyfyul

BMG Ikuti Pelatihan Medsos dari Facebook dan Storyfyul

Reporter: Redaksi

blokBojonegoro.com - Sejumlah wartawan dari media cetak dan online mengikuti pelatihan Media Sosial (Medsos) yang diselenggarakan Facebook Journalism Project dan Storyful, Selasa (12/3/2019).

Bertempat di Satu Atap Coworking Space Jalan pacar No.2 Ketabang Genteng Surabaya Jawa Timur, kegiatan diikuti wartawan dari anggota Media Siber Indonesia (AMSI) dan organisasi profesi wartawan, bahkan ada dari Yogyakarta. Termasuk, blokBojonegoro.com dan blokTuban.com (Blok Media Group/BMG) juga antusias mengikuti kegiatan tersebut.

Trainer dari Storyful Singapura, Yeni menyampaikan bagaimana media bisa mendapatkan informasi, serta proses penggalian data dari berbagai media sosial, seperti Facebook, Twitter, Instagram, hingga Youtube.

"Sebagai media yang kredibel, harus melakukan verifikasi mendalam terhadap data yang tersebar di berbagai media sosial untuk kemudian bisa dijadikan berita yang bisa dipertanggungjawabkan," ujarnya dalam pemaparan materi .

Sedangkan Apac Partnerships, Janie Octra menjelaskan tentang penggunaan Crowdtangle untuk mengetahui seberapa besar link berita yang disebar di media sosial, serta tren tema yang paling banyak diklik oleh pembaca.

"Melalui Crowdtangle ini, kita bisa tahu siapa yang menyebar berita kita, seberapa banyak like dan komen serta respon dari tentang link yang kita sebar. Ada juga grafik bulan apa paling tinggi serta berita apa paling banya direspon," terang wanita asal Filipina itu menerangkan menggunakan bahasa Inggris.

Perwakilan dari blokTuban.com, Rofiq sangat antusias mengikuti pelatihan ini. Bagi dia, penting untuk mengetahui seberapa efektif dan luas berita yang disebar di media sosial, agar bisa lebih memahami kebutuhan pembaca, selain dari berita-berita peristiwa yang memang besar dari segi pembaca.

"Dari pelatihan ini, kita tahu bagaimana pola agar berita yang kita share di media sosial bisa lebih optimal," aku Manajer blokTubanTV (Blok Media Grup) itu. [col]

Tag : facebook, tuban, bmg, crowdtangle

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Monday, 15 July 2019 16:00

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers Media blokTuban.com mulai Senin (15/7/2019) resmi terverifikasi administrasi di Dewan Pers. Hal ini membuktikan bahwa portal media online ini, produk beritanya terpercaya dan mencerdaskan publik....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more