18:00 . 15 Tahun Jualan Pentol Goreng, Pria Klotok Pertahankan Kualitas Rasa   |   17:00 . Kasus Covid-19 Melandai, Permintaan Plasma Konvalesen di Tuban Nihil   |   15:00 . Sisir Pantura Tuban, Petugas Gabungan Amankan Puluhan Botol Miras   |   12:00 . Pengendara Motor di Tuban Meninggal Tertabrak Truk   |   11:00 . Tak Diberi Izin Latihan di Desa Sumberarum, Begini Respon Ketua Pagar Nusa Tuban   |   10:00 . Truk Tronton Muatan Biji Gandum Terbakar di Pantura Tuban   |   09:00 . Digusur dari Jakarta, Sekarang Laris Jualan Es Campur dan Gado-gado   |   08:00 . Berbekal Resep dari Youtube, Usaha Street Food Korea ini Hasilkan Omset Jutaan   |   07:00 . Catat! 5 Fakta Penting Soal MPASI yang Wajib Diketahui Orangtua   |   19:00 . Pemuda 24 Tahun Ini Sulap Hobi Rawat Kucing Jadi Peluang Bisnis   |   18:00 . Perpres Terkait Dana Abadi Pesantren Ditandatangani Jokowi, Ini Pesan Kemenag Tuban   |   17:00 . Pembangunan Stasiun Kereta Api di Kilang Tuban Sedang Dikaji   |   16:00 . Kilang TPPI Tuban Ditargetkan Jadi Penghasil Petrokimia Terbesar di Asia Tenggara   |   15:00 . Warga Bejagung Lor Pertahankan Tradisi Manganan di Tengah Pandemi   |   14:00 . Pengganti Ilmi Zada di Wakil Ketua DPRD Resmi Dilantik   |  
Sat, 25 September 2021
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Tanggul Jambon Jebol, Puluhan Hektar Padi Rusak

bloktuban.com | Saturday, 09 March 2019 12:00

Tanggul Jambon Jebol, Puluhan Hektar Padi Rusak

Reporter: Ali Imron

blokTuban.com - Petani di sekitar kali Avour Jambon, Desa Sumurgung, Kecamatan Tuban harus menelan kerugian, karena kurang lebih 50 hektar padinya rusak diterjang banjir bandang. Kerusakan tersebut disebabkan jebolnya tanggul Jambon sepanjang 5 meter.

"Kalau rugi jelas, karena kalau tak segera dipanen padi akan busuk dan warnanya menghitam," ujar salah satu petani, Kastono, ketika ditemui blokTuban.com di sawahnya, Sabtu (9/3/2019).

Penurunan hasil panen bisa 40%, karena banyak padi yang roboh. Hasilnya jelas berkurang tak seperti biasanya. Adapun harga padi normal kisaran Rp4.600 hingga Rp4.700 per kilogram. Kalau campur lumpur seperti ini bisa Rp4.000.

Selisih tersebut yang menjadi resiko petani di sekitar Avour Jambon setiap musim penghujan. Tanggul menjadi petaka biasanya yang tidak dibronjong. Bagi tanggul yang telah dibronjong lumayan aman, karena hanya muncul rembesan.

"Sebelum dipanen padi kita poncot (diikat), kalau sudah kering baru dipanen," jelas Kaur Pemerintahan Sumurgung.

Jebolnya tanggul Avour Jambon di awal Maret 2019, langsung disikapi serius oleh Dinas PUPR Tuban, Jawa Timur. Tahun ini Pemkab telah menyiapkan anggaran Rp2 miliar untuk perbaikan kerusakan tanggul di Desa Sumurgung.

"Kita ada Rp2 Miliar untuk perbaikan Avour Jambon," sambung Plt. Kadis PUPR Tuban, Eko Kartono.

Untuk alokasi anggaran perbaikan kali ini, Edi akan mengecek dulu tingkat kerusakannya, untuk menentukan langkah penanganan. Dilanjutkan penanganan darurat dengan menggunakan sandbag. [ali/rom]

Tag : kali jebol, sungai avour, kali avour



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 07 August 2021 14:00

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf Aliansi alumni dan mahasiswa IAINU Kabupaten Tuban pada Sabtu (7/8/2021) pagi menggereduk gedung rektorat yang terletak di Jalan Manunggal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Kedatangan puluhan massa tersebut untuk menanyakan legalitas...

    read more