20:00 . AMSI Rumuskan Strategi Mendorong Ekosistem Digital yang Adil bagi Media Siber   |   19:00 . Tuban Banjir, Hingga Minggu Malam Hujan Belum Reda   |   15:00 . Marak ODGJ Awal Tahun 2021, Ini Kata Kasatpol PP Tuban   |   14:00 . Operasi Yustisi, 4 Orang Tak Pakai Masker Diminta Push Up   |   12:00 . Pemkab Tuban Inginkan Jalan Pantura Dibeton   |   10:00 . Pecinta Sepeda Tua Asal Rengel Ditemukan Meninggal di Plumpang   |   07:00 . Tips Tampil Elegan Tanpa Habiskan Banyak Uang   |   16:00 . Dandim Tuban Tanam Pohon di Kawasan Air Terjun Nglirip   |   15:00 . Meski Dihimpit Pandemi, Capaian BAZNAS Tuban Lampaui Target   |   14:00 . Anggota DPRD di Tuban Mengecat Lubang Jalan yang Bahayakan Pengendara   |   13:00 . Unirow Tuban Peringkat 154 dari 2.136 Perguruan Tinggi se-Indonesia   |   12:00 . Hindari Tumpahan Kalsium di Jalur Pantura, Pengendara Motor Jatuh   |   10:00 . Inilah Kriteria Orang Tak Bisa Disuntik Vaksin Covid-19 Sinovac   |   07:00 . Orangtua, Yuk Kenali Gaya Belajar Anak!   |   17:00 . KPU Tuban Tetapkan Lindra-Riyadi Sebagai Bupati dan Wabup Terpilih   |  
Mon, 25 January 2021
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Tanggul Jambon Jebol, Puluhan Hektar Padi Rusak

bloktuban.com | Saturday, 09 March 2019 12:00

Tanggul Jambon Jebol, Puluhan Hektar Padi Rusak

Reporter: Ali Imron

blokTuban.com - Petani di sekitar kali Avour Jambon, Desa Sumurgung, Kecamatan Tuban harus menelan kerugian, karena kurang lebih 50 hektar padinya rusak diterjang banjir bandang. Kerusakan tersebut disebabkan jebolnya tanggul Jambon sepanjang 5 meter.

"Kalau rugi jelas, karena kalau tak segera dipanen padi akan busuk dan warnanya menghitam," ujar salah satu petani, Kastono, ketika ditemui blokTuban.com di sawahnya, Sabtu (9/3/2019).

Penurunan hasil panen bisa 40%, karena banyak padi yang roboh. Hasilnya jelas berkurang tak seperti biasanya. Adapun harga padi normal kisaran Rp4.600 hingga Rp4.700 per kilogram. Kalau campur lumpur seperti ini bisa Rp4.000.

Selisih tersebut yang menjadi resiko petani di sekitar Avour Jambon setiap musim penghujan. Tanggul menjadi petaka biasanya yang tidak dibronjong. Bagi tanggul yang telah dibronjong lumayan aman, karena hanya muncul rembesan.

"Sebelum dipanen padi kita poncot (diikat), kalau sudah kering baru dipanen," jelas Kaur Pemerintahan Sumurgung.

Jebolnya tanggul Avour Jambon di awal Maret 2019, langsung disikapi serius oleh Dinas PUPR Tuban, Jawa Timur. Tahun ini Pemkab telah menyiapkan anggaran Rp2 miliar untuk perbaikan kerusakan tanggul di Desa Sumurgung.

"Kita ada Rp2 Miliar untuk perbaikan Avour Jambon," sambung Plt. Kadis PUPR Tuban, Eko Kartono.

Untuk alokasi anggaran perbaikan kali ini, Edi akan mengecek dulu tingkat kerusakannya, untuk menentukan langkah penanganan. Dilanjutkan penanganan darurat dengan menggunakan sandbag. [ali/rom]

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : kali jebol, sungai avour, kali avour



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Wednesday, 30 December 2020 17:00

    Cangkruk Mathuk Bersama EMCL

    Lomba Essay dan Fotografi EMCL, 3 Reporter BMG Raih Juara

    Lomba Essay dan Fotografi EMCL, 3 Reporter BMG Raih Juara Pasca dilaksankan Cangkruk Mathuk dalam jaringan (daring) yang digelar operator Lapangan Banyuurip, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama para wartawan 3 Kabupaten pada Rabu (25/11/2020), dilanjutkan dengan lomba essay dan...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more