15:00 . Gubernur Khofifah akan Buka Konferwil AMSI Jatim di Kota Batu   |   14:00 . Webinar AMSI Jatim: Memahami Aspek Ekonomi Platform Digital   |   13:00 . AMSI-EMCL Serahkan APD di RSUD Dr. R Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro   |   12:00 . Ikuti Webinar Bareng AMSI, Juga Live Streaming di Facebook   |   11:00 . AMSI Jatim Salurkan Vitamin dan APD untuk Nakes RSSA Malang   |   10:00 . Kasatlantas Polres Tuban Cek Kelengkapan Personel Jelang Operasi Zebra Semeru 2020   |   09:00 . Di Grabagan Distribusi Pupuk Subsidi Terkendala Armada   |   08:00 . Begini Pesan Ketua PBNU Pada Setiajit saat Diterima Sowan   |   07:00 . Orangtua Perlu Tahu, Rasa Bosan Pada Anak Tak Selalu Buruk   |   17:00 . AMSI-EMCL Menyerahkan APD untuk Nakes Tuban-Bojonegoro   |   13:00 . Reporter blokTuban, Anang Lepas Lajang   |   12:00 . Punya Pantai Sepanjang 65 KM, Tuban Bakal Dibentuk Satpolair   |   11:00 . Gelombang Kelima, 8 Kecamatan Didroping Air Bersih   |   10:00 . Kementrian ESDM Serahkan 117 Konverter Kit ke Nelayan Tuban   |   10:00 . Di Tengah Pandemi, 80 Ribu Masker Jadi Souvenir Pengunjung Pantai Kelapa   |  
Fri, 23 October 2020
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Thursday, 28 February 2019 10:00

Kemenag Tiga Kabupaten Bahas Cara Tangkal Faham Radikal 

Kemenag Tiga Kabupaten Bahas Cara Tangkal Faham Radikal  DISKUSI : Perwakilan Kemenag Tiga Kabupaten Diskusi soal Faham Radikal

Reporter: Sri Wiyono

blokTuban.com - Faham radikal harus ditangkal agar tidak berkembang. Perlu upaya serius dan terus menerus. Deteksi dini harus diterapkan untuk mengidentifikasi setiap masalah yang ada. Semua lapisan masyarakat termasuk para ulama, tokoh agama dan lembaga keagamaan harus bergerak. 

‘’Masyarakat harus peka atas berkembangnya paham-paham bermasalah, seperti radikalisme, terorisme, liberalisme hingga sesatisme agar tidak berkembang,’’ ujar Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim KH. Ainul Yaqin, S.Si, M.S.i, saat di Tuban Kamis (28/2/2019).

Hal itu disampaikan Kiai Ainul Yaqin dalam  diskusi dengan tema "Deteksi Dini dan Identifikasi Faham Keagamaan dan Aliran Keagamaan Bermasalah" yang digelar  Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur di hotel Mahkota Tuban.

Acara diikuti 40 peserta dari tiga kabupaten, yakni Tuban, Lamongan dan Bojonegoro. Terdiri dari perwakilan MUI, organisasi kemasyarakatan dan Kemenag. 

Deteksi dini dan identifikasi, kata dia, bisa berupa kegiatan antisipatif. Dalam rangka mengatasi semakin berkembangnya aliran dan gerakan keagamaan bermasalah tersebut. Gerakan tersebut rentan menimbulkan konflik dan kekerasan. 

Semua elemen keagamaan harus memiliki sense of crisis atau kepekaan terhadap perkembangan aliran atau gerakan keagamaan bermasalah khususnya yang rentan menimbulkan konflik dan kekerasan.

“Dalam upaya menentukan sikap dan tindakan yang tepat, maka pemerintah perlu memerhatikan agar nilai keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat dalam berkeagamaan dapat terjamin dengan tenang,” tambahnya.

Menurut dia, persoalan yang mendasar adalah Islam itu agama mayoritas. Namun tidak menjadi sebuah kekuatan karena tidak adanya upaya untuk bersinergi dengan sesama muslim lainnya. 

‘’Ini menjadi PR besar kita, bagaimana membangun harmoni sebagaima islam mengajarkan kehidupan yang harmoni meski ada dalam kemajemukan,’’ katanya.

Sementara, Kepala Kemenag Tuban Sahid menabahkan, cara menangkal faham radikal di antaranya memperdalam ilmu keagamaan, menanamkan jiwa nasionalisme, membiasakan tabayyun tentang informasi yang belum jelas sumbernya. Serta menghidupkan kembali semangat gotong royong bermasyarakat.

"Setelah kegiatan ini diharapkan ada tindaklanjut dari masing-masing kabupaten untuk mengajak, bicara baik-baik dan bermusyawarah dengan faham-faham yang ditengarai menyimpang," katanya. 

Ciri-ciri faham radikal itu di antaranya intoleran, selalu menganggap dirinya benar, dan revolusioner. Jika ditemukan cirri tersebut, maka ada tahapan yang dilakukan.

Harus dilakukan penelitian dengan mengumpulkan data, informasi, bukti dan saksi bila ada. Lalu pengkajian terhadap pendapat para imam mahdzab dan para ulama ahli terkait faham yang diteliti.

Kemudian permu memanggil pimpinan aliran atau kelompok serta saksi ahli untuk melakukan tahqiq dan tabayyun. Perlu juga ada tausiyah bila memang salah agar yang bersangkutan meninggalkan faham yang dianutnya itu.

‘’Jika diperlukan bisa ada penetapan fatwa serta pengajuan ke proses hukum melalui pelaporan ke kepolisian,’’ katanya.[ono]

 

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : kemenag, fahamradikal, diskusi



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Thursday, 22 October 2020 13:00

    Reporter blokTuban, Anang Lepas Lajang

    Reporter blokTuban, Anang Lepas Lajang Reporter blokTuban.com, M. Anang Febri Efendi resmi melepas lajang. Ikrar janji suci diucapkan Anang di akad nikah pukul 09.00 WIB hari Senin (19/10/2020) di kediaman mempelai wanita. Resespsi ke dua,...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more