18:00 . Selamat Hari Raya Idul Fitri 1442 H   |   12:00 . Masjid Agung Tuban Tampung 500 Jamaah Salat Idul Fitri   |   07:00 . Cukup Makan Telur 1-2 Butir Sehari, Ini Efeknya Bila Berlebihan!   |   20:00 . Kemenhub Salurkan Paket Sembako Kepada Sopir Angkutan Umum di Tuban   |   19:00 . Dukung Masyarakat di Wilayah Operasinya, EMCL Salurkan 1.320 Sembako   |   18:30 . Live Streaming: Rukyatul Hilal 1 Syawal 1442 H   |   18:00 . Hilal 1 Syawal Tak Terlihat, Puasa Digenapkan 30 Hari   |   17:00 . Sidang Isbat Awal Syawal 1442 H   |   12:00 . TPPI Santuni Anak Yatim dan Berikan Paket Sembako ke Duafa   |   09:00 . Koramil Widang Santuni 1.080 Janda Miskin dan Yatim   |   08:00 . Jelang Idul Fitri, Pesanan Paket Hampers Lebaran Meroket   |   19:00 . Fakta Baru, Ini Cerita Kepala Madrasah yang Jadi Sasaran Pengrusakan   |   15:00 . Dirregident Korlantas Polri Pantau Penyekatan di Perbatasan Jatim-Jateng   |   14:00 . Bantuan Sembako untuk 3.256 KPM di Kecamatan Kerek Dicek Ketat   |   11:00 . Tiga Perusahaan Sektor Pertambangan Selesaikan Aduan THR   |  
Wed, 12 May 2021
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Polisi Belum Temukan Titik Terang Pelaku Teror Bom Molotov

bloktuban.com | Friday, 22 February 2019 12:00

Polisi Belum Temukan Titik Terang Pelaku Teror Bom Molotov OLAH TKP : Anggota Polres Tuban saat Olah TKP di Rumah Soewarto

Reporter : Ali Imron

blokTuban.com – Dua pekan lebih polisi menyelidiki teror bom molotov belum menemukan titik terang. Karena itu, siapa pelaku teror di rumah Soewarto warga Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur itu masih gelap. 

Rumah pensiunan jaksa tersebut diteror oleh orang tak dikenal pada Rabu (6/2) lalu sekitar pukul 02.15 WIB. Sebuah botol kaca bekas minuman minuman suplemen diisi bensin dilemparkan ke atap rumah.

‘’Masih dalam penyelidikan kasus itu," ujar Kasatreskrim Polres Tuban, AKP Mustijad Priyambodo, ketika dikonfirmasi blokTuban.com, Jumat (22/2/2019).

Petugas, kata dia,  juga sudah melakukan olah TKP untuk menemukan fakta-fakta hukum di lapangan. Terhitung sampai hari ketujuh belas, publik belum bisa mendapat info terbaru perihal aksi kriminal di kecamatan yang diplot sebagai wilayah industry itu. 

Dijelaskan Kasatreskrim, sekitar pukul 03.00 WIB hingga pukul 04.00 WIB setelah teror, polisi datang dan melakukan olah TKP. Petugas menemukan satu molotov tapi tidak meledak. Satu molotovlainnya telah membakar sangkar burung beserta isinya yang berada di teras rumah.

Sebagai pemilik rumah, Soewarto menyerahkan penyelesaikan kasus itu sepenuhnya kepada pihak kepolisian. 

"Saya tidak menyangka jika diserang bom molotov. Karena selama ini tak merasa punya musuh atau bermasalah dengan orang,’’ kata Soewarto.[ali/ono]

 

Tag : teror, bommolotov, polisi, selidiki

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Monday, 05 April 2021 13:00

    Mahasiswa Unirow Tuban Belajar di Kantor blokTuban.com

    Mahasiswa Unirow Tuban Belajar di Kantor blokTuban.com Sekitar 25 mahasiswa-mahasiswi dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban berkunjung di kantor redaksi blokTuban.com Jalan Sunan Muria No. 28 Kelurahan Latsari,...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more