16:00 . Dandim Tuban Tanam Pohon di Kawasan Air Terjun Nglirip   |   15:00 . Meski Dihimpit Pandemi, Capaian BAZNAS Tuban Lampaui Target   |   14:00 . Anggota DPRD di Tuban Mengecat Lubang Jalan yang Bahayakan Pengendara   |   13:00 . Unirow Tuban Peringkat 154 dari 2.136 Perguruan Tinggi se-Indonesia   |   12:00 . Hindari Tumpahan Kalsium di Jalur Pantura, Pengendara Motor Jatuh   |   10:00 . Inilah Kriteria Orang Tak Bisa Disuntik Vaksin Covid-19 Sinovac   |   07:00 . Orangtua, Yuk Kenali Gaya Belajar Anak!   |   17:00 . KPU Tuban Tetapkan Lindra-Riyadi Sebagai Bupati dan Wabup Terpilih   |   11:00 . Terapkan Sistem Tiket, Rumah Persinggahan Gelar Pameran Seni Rupa   |   10:00 . Satgas Covid-19 Tuban Minta Warga Batalkan Gelar Acara Hiburan   |   09:00 . Pencarian Korb4n H4nyut di Sungai Avur Desa Cendoro   |   08:00 . Hilang 3 Hari, Korban Hanyut Avour Suru Terapung di Jembatan Glodok   |   07:00 . Bantu Menstruasi Lebih lancar, Konsumsilah 5 Makanan Ini Secara Teratur   |   17:00 . Tinjau Tanggul Embung Jebol di Plumpang, BPBD: Penanganan Darurat Akan Dilakukan   |   15:00 . Perubahan Tata Ruang Wilayah Picu Banjir di Tuban   |  
Sat, 23 January 2021
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Tanaman Cabai di Sumberagung Mendadak Mati

bloktuban.com | Thursday, 21 February 2019 08:00

Tanaman Cabai di Sumberagung Mendadak Mati

Reporter: Ali Imron

blokTuban.com - Petani cabai di Desa Sumberagung, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, heran melihat tanamannya mati mendadak tak wajar seperti tersiram air panas, dan tidak menyeluruh.

"Rata-rata matinya separuh batang," ujar petani cabai, Sugeng, ketika ditemui blokTuban.com disela panen dini, Kamis (21/2/2019).

Istilah petani lokal fenomena itu disebut bun upas. Saat batang bawah yang terserang langsung layu. Begitupun dengan dahan dan daun yang kena juga langsung mengering.

Penyakit yang belum diketahui pasti namanya ini, mulai muncul bulan Januari 2019. Belum ada obat untuk tanaman cabai yang usianya empat bulan.

"Dulu tanamnya bulan September 2018," jelasnya.

Tanaman cabai di lahan seluas 1/4 hektar lebih itu, separuhnya sudah mati. Yang hidup dan berbuah langsung dipanen, untuk mengurangi kerugian berlipat ganda. Cabai milik Sugeng tercatat sudah tiga kali panen.

Adapun harga cabai anjlok di akhir Januari lalu. Sekarang cabai hijau sekira Rp8.000 kilogram. Sedangkan cabai merah masih kisaran Rp12 ribu hingga Rp13 ribu per kilogramnya.

Menanggapi temuan di lapangan, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Tuban, Murtadji, mengucapkan terimakasih atas informasi yang disampaikan blokTuban.com dan segera ditindaklanjuti bidang yang menangani bersama penyuluh dan petugas PHP.

"Hasilnya akan kami informasikan lebih lanjut," tutup mantan Camat Bancar. [ali/rom]

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : tanaman cabai, cabai, petani



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Wednesday, 30 December 2020 17:00

    Cangkruk Mathuk Bersama EMCL

    Lomba Essay dan Fotografi EMCL, 3 Reporter BMG Raih Juara

    Lomba Essay dan Fotografi EMCL, 3 Reporter BMG Raih Juara Pasca dilaksankan Cangkruk Mathuk dalam jaringan (daring) yang digelar operator Lapangan Banyuurip, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama para wartawan 3 Kabupaten pada Rabu (25/11/2020), dilanjutkan dengan lomba essay dan...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more