20:00 . Konsulat Jenderal Jepang Resmikan Bantuan Pendidikan di Tuban   |   19:00 . Agustus, Perajin Mobil Hias Kebanjiran Pesanan   |   18:00 . Akhirnya, Pesepeda Tuban-Jakarta Balik ke Kampung Halaman   |   17:00 . 2.620 KK 4 Desa di Kecamatan Senori Terdampak Kekeringan   |   16:00 . Nelayan Tuban Larung Bekakak, Ini Filosofinya   |   15:00 . PT LIB Tunda Tiga Pertandingan, Salah Satunya Persewar Lawan Persatu   |   14:00 . Kapolres Siap Jaga Putra-putri Papua   |   13:00 . 29 Tim Berebut Piala Temaji Cup I Bola Voli U18 dan U16   |   12:00 . Pesan Damai dari Tuban untuk Indonesia   |   11:00 . Pasca Digeruduk Ratusan Pekerja, Begini Pernyataan PT. SBI   |   10:00 . Kapolres Jamin Keamanan Putra-Putri Papua Yang Menempuh Pendidikan di Tuban   |   09:00 . Pria di Sumberagung Nekat Gantung Diri Saat Ditinggal Istri Belanja   |   08:00 . Buruh Demo Tolak Upah Murah   |   07:00 . Balita Konsumsi Suplemen Vitamin, Perlu Enggak Sih?   |   20:00 . Ritual Kyai Mancung di Tuban, Dulu Kerbau Kini Sapi   |  
Thu, 22 August 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Saturday, 02 February 2019 08:00

Marsella, Balita Yatim Sakit Jantung Butuh Biaya

Marsella, Balita Yatim Sakit Jantung Butuh Biaya

Reporter: Mochamad Nur Rofiq

blokTuban.com - Seorang Balita bernama Marsella Dzatil Izza didiagnosa dokter mengidap penyakit jantung koroner. Balita yang lahir dari pasangan Uyun dan Marsudi (almarhum) ini tinggal di Dusun Karanggeneng, RT.07/RW.02, Desa Sidorejo, Kecamatan Kenduruan, Kabupaten Tuban Jawa Timur (Jatim).

Saat ini balita berusia 4 tahun ini membutuhkan uluran tangan para dermawan. Marsella, sapaan akrabnya, kini hanya dirawat di rumah oleh ibunya seorang diri. Sebab, satu bulan lalu ayah Marsella meninggal dunia akibat sakit TBC.

"Diagnosa terakhir pemeriksaan pada bulan Februari tahun 2018 mengidap CHD (penyakit jantung koroner)," terang pendamping PKH setempat, Suci Masfufatun Eka Mina R kepada blokTuban.com pasca menyalurkan bantuan kepada Marsella beberapa waktu yang lalu.

Dilanjutkan Suci, penyakit yang diderita mengarah ke TF (kebocoran jantung). Untuk penyembuhan membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Dikisahkan Suci, sebelumnya Marsella hidup dengan kedua orang tuanya. Balita tersebut menderita penyakit jantung koroner sudah 1 tahun yang lalu.

"Karena bapaknya hanya seorang petani, untuk berobat pun tidak ada biaya. Apalagi bapak Marsella juga menderita sakit TBC yang juga butuh perawatan yang intens," kisah Suci dengan wajah prihatin.

Nahasnya, penyakit TBC menahun yang diderita sang ayah Marsella mengakibatkan ia meninggal dunia. Bahkan saat ini belum ada 40 hari selepas kepergian sang ayah.

Karena minimnya biaya, Marsella harus dirawat ibunya dengan obat herbal seadanya. Untuk melanjutkan pengobatan di dokter dirasa cukup berat oleh keluarga.

"Sekarang Marsella hanya minum obat herbal ramuan yang saya buat sendiri," kata Uyun (43), ibu Marsella.

Bagi masyarakat yang akan membantu meringankan biaya berobat bisa langsung datang ke kediaman Marsella. Keluarga berharap besar penyakit anaknya ini segera tertangani. [rof/rom]

Tag : marsella, peduli, blokers peduli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Monday, 15 July 2019 16:00

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers Media blokTuban.com mulai Senin (15/7/2019) resmi terverifikasi administrasi di Dewan Pers. Hal ini membuktikan bahwa portal media online ini, produk beritanya terpercaya dan mencerdaskan publik....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more