20:00 . Meninggalnya KPPS Tuban Diduga Kuat Kelelahan   |   19:00 . Ketua DPRD Tuban : Pemilu Serentak Perlu Dikaji   |   18:00 . Sempat Pingsan, Anggota KPPS di Semanding Meninggal Dunia   |   17:00 . Beberapa Titik CCTV Akan Dipasang di Gudang Penyimpanan Surat Suara   |   16:00 . Kuliner Ekstrim Biawak, Begini yang Dirasakan Penggemar...   |   12:00 . Rekapitulasi Surat Suara Kecamatan Dijaga Ketat   |   11:00 . Hari Kartini, Pertamina Diskon Bright Gas Rp21.000   |   10:00 . Kamar Kejiwaan Khusus Caleg Gagal di RSUD Koesma Sepi   |   08:00 . Warisan Sejarah di Bumi Wali   |   07:00 . Siapa Saja yang Layak Diundang dalam Pernikahan Anda?   |   06:00 . Hari Kartini 2019, Ini Sejarah & Kutipan Inspiratifnya   |   18:00 . Heboh.....! Emak-emak Bakar Diri   |   17:00 . Stok Aman, Harga Bengkoang Mojomalang Selalu Stabil   |   16:00 . Cikal Bakal Warga Menilo di Makam Eyang Pendek   |   15:00 . Tanpa Didampingi Keluarga, Begini Kondisi SR di RSNU   |  
Mon, 22 April 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Saturday, 02 February 2019 08:00

Marsella, Balita Yatim Sakit Jantung Butuh Biaya

Marsella, Balita Yatim Sakit Jantung Butuh Biaya

Reporter: Mochamad Nur Rofiq

blokTuban.com - Seorang Balita bernama Marsella Dzatil Izza didiagnosa dokter mengidap penyakit jantung koroner. Balita yang lahir dari pasangan Uyun dan Marsudi (almarhum) ini tinggal di Dusun Karanggeneng, RT.07/RW.02, Desa Sidorejo, Kecamatan Kenduruan, Kabupaten Tuban Jawa Timur (Jatim).

Saat ini balita berusia 4 tahun ini membutuhkan uluran tangan para dermawan. Marsella, sapaan akrabnya, kini hanya dirawat di rumah oleh ibunya seorang diri. Sebab, satu bulan lalu ayah Marsella meninggal dunia akibat sakit TBC.

"Diagnosa terakhir pemeriksaan pada bulan Februari tahun 2018 mengidap CHD (penyakit jantung koroner)," terang pendamping PKH setempat, Suci Masfufatun Eka Mina R kepada blokTuban.com pasca menyalurkan bantuan kepada Marsella beberapa waktu yang lalu.

Dilanjutkan Suci, penyakit yang diderita mengarah ke TF (kebocoran jantung). Untuk penyembuhan membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Dikisahkan Suci, sebelumnya Marsella hidup dengan kedua orang tuanya. Balita tersebut menderita penyakit jantung koroner sudah 1 tahun yang lalu.

"Karena bapaknya hanya seorang petani, untuk berobat pun tidak ada biaya. Apalagi bapak Marsella juga menderita sakit TBC yang juga butuh perawatan yang intens," kisah Suci dengan wajah prihatin.

Nahasnya, penyakit TBC menahun yang diderita sang ayah Marsella mengakibatkan ia meninggal dunia. Bahkan saat ini belum ada 40 hari selepas kepergian sang ayah.

Karena minimnya biaya, Marsella harus dirawat ibunya dengan obat herbal seadanya. Untuk melanjutkan pengobatan di dokter dirasa cukup berat oleh keluarga.

"Sekarang Marsella hanya minum obat herbal ramuan yang saya buat sendiri," kata Uyun (43), ibu Marsella.

Bagi masyarakat yang akan membantu meringankan biaya berobat bisa langsung datang ke kediaman Marsella. Keluarga berharap besar penyakit anaknya ini segera tertangani. [rof/rom]

Tag : marsella, peduli, blokers peduli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 21 April 2019 08:00

    Warisan Sejarah di Bumi Wali

    Warisan Sejarah di Bumi Wali Di Tuban banyak sekali wahana wisata yang memang sudah menjadi tujuan para wisatwan domestik maupun non domestik. Namun, sebenarnya bagaimana sih sejarah wisata yang ada di ujung barat Provinsi Jawa...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more