12:00 . Besok Masuk Tahapan Pendaftaran Bakal Calon   |   09:00 . BMKG: Equinox, Fenomena Biasa, Masyarakat Dihimbau Tenang   |   08:00 . Dua Hari Lagi TMMD Ke-104 Tuban Ditutup   |   07:00 . Tips Karier: Lakukan 5 Cara Ini Agar Sukses Jadi Girl Boss   |   15:00 . Tersangka Penggelapan Bantuan Sapi di Tuntut 1,5 Tahun Penjara   |   14:00 . Cari Bibit Atlet, PO Cabang Tuban Gelar Kompetisi Antar Ranting   |   12:00 . Suksesi Pemilu di Tuban, KPU Gelar Konser Musik.   |   11:00 . 129 Bidang Lahan Warga Selesai Dipatok untuk Kilang Tuban   |   09:00 . Camat Hendro Pensiun, Sempat Bercita-Cita Jadi Hansip   |   08:00 . Refresing Bersama Kader Kesehatan Kecamatan Jenu   |   07:00 . Manfaat Berhubungan Intim Selama 30 Hari   |   17:00 . Belum 3 Bulan, Ada 7 Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan   |   16:00 . Bulog Belum Bisa Terima Beras Dari Petani, ini Alasannya...   |   15:00 . Nuansa Klasik Santai, Ngopi Nongkrong Tanjung Sari   |   14:00 . Masyarakat Sekitar TPPI Rutin Dapat Pengobatan Gratis   |  
Mon, 25 March 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Wednesday, 09 January 2019 09:00

Miris, Rumah Warga di Menyunyur ini di Ambang Longsor

Miris, Rumah Warga di Menyunyur ini di Ambang Longsor

Reporter: M. Anang Febri

blokTuban.com - Sungguh miris keadaan rumah milik salah satu warga di Desa Menyunyur, Kecamatan Grabagan ini. Pasalnya, bangunan yang juga pernah tersentuh program Rumah Tak Layak Huni (RTLH) itu terletak di mulut jurang perbukitan yang berpotensi bencana longsor.

Adalah Supatmi (65). Sudah puluhan tahun ia bersama suaminya, Resindo (68) hidup dalam rumah yang setiap saat membuat was-was orang seisi rumah.

Dia juga mengaku bimbang, antar takut dan tak tahu apa yang mesti dilakukan dengan keadaan tersebut. Terlebih saat musim penghujan seperti ini, tak jelas kapan waktu tepat datang hujan. Bahkan ketika hujan datang dengan intensitas yang tinggi, kejadian-kejadian yang tak mau diinginkan olehnya pun menjadi hantu dalam pikirnya.

"Sebenarnya ya was-was, tapi bagaimana lagi ya. Keadaannya hanya bisa begini," ungkap Supatmi kepada blokTuban.com, Rabu (9/1/2019).

Dalam situasi tersebut, dia bersama suami hanya bisa pasrah. Hanya saja doa-doa selamat selalu dipanjatkan, supaya keamanan dan kesehatan selalu hinggap pada keluarganya.

"Anak sudah berkeluarga dan menyebar ke daerah lain, disini ya tinggal sama bapak. Kalau hujan deras, sudah kita jarang tidur," imbuhnya.

Kendati begitu, dia berharap agar pemerintah desa setempat juga mau memberikan sumbangsih maupun cara agar gubuk kecil yang ditinggali 2 orang di dalamnya itu bisa aman, meski pada bertahan dalam perekonomian yang serba pas itu. [feb/ito]

Tag : rumah, menyunyur, grabagan, tuban, rengel

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 04 March 2019 08:00

    Pondok Literasi

    Pondok Literasi Saat ini lagi gencar-gencarnya gerakan litersai. Di mana-mana ada komunitas baca, tadarus puisi dan dan bedah buku, yang arahnya untuk menumbuhkan cinta membaca. Baru sebagian kecil kegiatan di Kabupaten...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more