21:00 . Bupati Sambut Baik Adanya Gedung Bioskop Baru   |   20:00 . Pererat Persaudaraan, IGRA Gelar Istihlal dan Silaturahim   |   19:00 . Forum Anak Ronggolawe Dikukuhkan   |   18:00 . Ha...Pebisnis Miras Bercita-cita Punya 1.000 Karyawan   |   17:00 . Kasus Dugaan Korupsi Kades Glondonggede Masuki Sidang ke Empat   |   16:00 . BPBD Tuban Bakal Gagas Destana Jegulo   |   15:00 . Soal Retakan Tanah, Begini Paparan Perusahaan   |   14:00 . Bonus Atlet dan Pelatih Tuban di Porprov VI Total Rp1 Miliar   |   13:00 . Rajungan Tuban Akan Jadi Menu Kuliner Utama Porprov VI   |   12:00 . Dihadiri Gubernur Jatim, Wabup Minta Paralayang Tuban Bersolek Batik Gedog   |   09:00 . Polisi Tangkap Satu Pelaku Pengroyokan di Konser Adella   |   08:00 . Digrebek, Orang Ini Ternak Lele Sambil Bikin Miras   |   07:00 . 8 Cara Ciptakan Suasana Makan yang Menyenangkan untuk Anak   |   23:00 . Intip Personil blokMedia Group   |   18:00 . Malam Ini Puncak Maha Karya Cinta 8 Tahun blokBojonegoro   |  
Tue, 25 June 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Wednesday, 09 January 2019 09:00

Miris, Rumah Warga di Menyunyur ini di Ambang Longsor

Miris, Rumah Warga di Menyunyur ini di Ambang Longsor

Reporter: M. Anang Febri

blokTuban.com - Sungguh miris keadaan rumah milik salah satu warga di Desa Menyunyur, Kecamatan Grabagan ini. Pasalnya, bangunan yang juga pernah tersentuh program Rumah Tak Layak Huni (RTLH) itu terletak di mulut jurang perbukitan yang berpotensi bencana longsor.

Adalah Supatmi (65). Sudah puluhan tahun ia bersama suaminya, Resindo (68) hidup dalam rumah yang setiap saat membuat was-was orang seisi rumah.

Dia juga mengaku bimbang, antar takut dan tak tahu apa yang mesti dilakukan dengan keadaan tersebut. Terlebih saat musim penghujan seperti ini, tak jelas kapan waktu tepat datang hujan. Bahkan ketika hujan datang dengan intensitas yang tinggi, kejadian-kejadian yang tak mau diinginkan olehnya pun menjadi hantu dalam pikirnya.

"Sebenarnya ya was-was, tapi bagaimana lagi ya. Keadaannya hanya bisa begini," ungkap Supatmi kepada blokTuban.com, Rabu (9/1/2019).

Dalam situasi tersebut, dia bersama suami hanya bisa pasrah. Hanya saja doa-doa selamat selalu dipanjatkan, supaya keamanan dan kesehatan selalu hinggap pada keluarganya.

"Anak sudah berkeluarga dan menyebar ke daerah lain, disini ya tinggal sama bapak. Kalau hujan deras, sudah kita jarang tidur," imbuhnya.

Kendati begitu, dia berharap agar pemerintah desa setempat juga mau memberikan sumbangsih maupun cara agar gubuk kecil yang ditinggali 2 orang di dalamnya itu bisa aman, meski pada bertahan dalam perekonomian yang serba pas itu. [feb/ito]

Tag : rumah, menyunyur, grabagan, tuban, rengel

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 21 April 2019 08:00

    Warisan Sejarah di Bumi Wali

    Warisan Sejarah di Bumi Wali Di Tuban banyak sekali wahana wisata yang memang sudah menjadi tujuan para wisatwan domestik maupun non domestik. Namun, sebenarnya bagaimana sih sejarah wisata yang ada di ujung barat Provinsi Jawa...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more