13:00 . Puluhan Hektare Sawah Petani Plumpang Terendam Air   |   12:00 . Boyong Adipura, Bupati Singgung Sejumlah Toko di Jalan Nasional yang Lumutan   |   11:00 . WhatsApp BATASI PESAN FORWARD MAKSIMAL 5 KALI   |   10:00 . Adipura ke-7, Bupati Akui Persoalan Sampah di Sungai Masih Belum Selesai   |   09:00 . AMPO, PANGANAN DARI TANAH LIAT KHAS TUBAN   |   08:00 . Intip...! Hujat Lebat Masih Berpotensi Mengguyur Wilayah Tuban   |   07:00 . Manfaat Jalan Kaki Bukan Hanya untuk Kesehatan Fisik, Tapi Juga Mental   |   19:00 . Ini Faktor Pemicu Polemik Menurut Ketua Penilik Klenteng KSB Tuban   |   18:00 . Camat Plumpang Pastikan Aktivitas Tambang Pasir Tak Membahayakan   |   17:00 . Komite Sastra Tuban Bakal Gelar Bedah Buku ini...   |   16:00 . Dump Truk Terguling di Jalan Raya Jatirogo   |   15:00 . Ampo, Camilan yang Cocok Dihidangkan dengan Kopi   |   14:00 . Keluarga ini Bertahan Sampai 5 Generasi   |   13:00 . Desas-Desus Tambang Pasir Ilegal, Bagaimana Sebenarnya?   |   12:00 . Kick Off Liga 2 Dijadwalkan Bulan Mei   |  
Tue, 22 January 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Wednesday, 09 January 2019 09:00

Miris, Rumah Warga di Menyunyur ini di Ambang Longsor

Miris, Rumah Warga di Menyunyur ini di Ambang Longsor

Reporter: M. Anang Febri

blokTuban.com - Sungguh miris keadaan rumah milik salah satu warga di Desa Menyunyur, Kecamatan Grabagan ini. Pasalnya, bangunan yang juga pernah tersentuh program Rumah Tak Layak Huni (RTLH) itu terletak di mulut jurang perbukitan yang berpotensi bencana longsor.

Adalah Supatmi (65). Sudah puluhan tahun ia bersama suaminya, Resindo (68) hidup dalam rumah yang setiap saat membuat was-was orang seisi rumah.

Dia juga mengaku bimbang, antar takut dan tak tahu apa yang mesti dilakukan dengan keadaan tersebut. Terlebih saat musim penghujan seperti ini, tak jelas kapan waktu tepat datang hujan. Bahkan ketika hujan datang dengan intensitas yang tinggi, kejadian-kejadian yang tak mau diinginkan olehnya pun menjadi hantu dalam pikirnya.

"Sebenarnya ya was-was, tapi bagaimana lagi ya. Keadaannya hanya bisa begini," ungkap Supatmi kepada blokTuban.com, Rabu (9/1/2019).

Dalam situasi tersebut, dia bersama suami hanya bisa pasrah. Hanya saja doa-doa selamat selalu dipanjatkan, supaya keamanan dan kesehatan selalu hinggap pada keluarganya.

"Anak sudah berkeluarga dan menyebar ke daerah lain, disini ya tinggal sama bapak. Kalau hujan deras, sudah kita jarang tidur," imbuhnya.

Kendati begitu, dia berharap agar pemerintah desa setempat juga mau memberikan sumbangsih maupun cara agar gubuk kecil yang ditinggali 2 orang di dalamnya itu bisa aman, meski pada bertahan dalam perekonomian yang serba pas itu. [feb/ito]

Tag : rumah, menyunyur, grabagan, tuban, rengel

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Thursday, 03 January 2019 16:00

    Raker BMG 2019

    GM Bacakan SK, Inilah Leader Baru di Redaksi bB dan bT

    GM Bacakan SK, Inilah Leader Baru di Redaksi bB dan bT Dalam rangka menjalankan roda perusahaan di bawah naungan Blok Media Grup (BMG) dengan semangat mengawali tahun 2019 ini, ada penyegaran yang dilakukan pada anak-anak perusahaan BMG, termasuk dalam redaksi blokBojonegoro.com...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat