13:00 . 883 CJH Tuban Berangkat Tahun Ini   |   12:00 . Proyek Pipa BAG Diklaim Minim Sosialisasi, Ini Tanggapan Perusahaan   |   11:00 . 82 Masjid ber-SK Belum Lapor Baznas   |   10:00 . Awas !! Gelombang Laut Utara 2,5 Meter   |   09:00 . Ini Status Pengukuran Lahan Kilang Tuban di 3 Desa¬†   |   08:00 . Ini Dia Striker Buruan Persatu   |   07:00 . Bayi Suka Menjulurkan Lidah, Normal Enggak Ya?   |   20:00 . Perdana Buka, Antrean Pengunjung Bioskop Mengular   |   19:00 . Api dari Sampah, Warung di Jalan Pantura Nyaris Ludes Terbakar   |   17:00 . Problematika Penerapan Sistem Zonasi PPDB 2019   |   16:00 . Dinas PM PTSP dan Naker Tuban Cek Kesiapan Bioskop   |   15:00 . Ini Bahasan Konferensi Kepala Desa Se-Kecamatan Soko   |   14:00 . 68 PNS Pensiun, 12 CPNS Terima SK   |   13:00 . Wabup Minta Kontraktor Pemenang Tender Segera Memulai Pengerjaan JLS   |   12:00 . Anggaran Pilkada Tuban 2020 Naik Dua Kali Lipat   |  
Thu, 20 June 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Wednesday, 09 January 2019 15:00

Burung-Burung Hutan di Sepanjang Jalan Pakah

Burung-Burung Hutan di Sepanjang Jalan Pakah

Reporter: M. Anang Febri

blokTuban.com - Jenis satwa burung memang memiliki ribuan jenis dan spesies, dengan corak keindahan warnanya. Tak pelak jika masyarakat umum, khususnya pecinta burung maupun kicau mania saling berburu mendapatkan spesies kesukaannya.

Di sekitar jalan Raya Pakah-Tuban, terdapat beberapa deretan burung yang dijual secara umum. Pelbagai jenis burung, mulai dari burung umum yang sering dijumpai seperti Ciblek, Perkutut, Kacer, sampai burung kicau seperti Kenari, Pleci, Lovebird, Kenari dan lainnya.

Penuturan salah seorang penjual burung-burung hias dan kicau itu menunjukkan bahwa, kebanyakan burung yang dijual tersebut berasal dari alas atau hutan lokal sekitar Tuban.

"Jenisnya banyak. Ada yang ternakan, ada juga yang dapat dari alas," papar penjual burung sekitar Jalan Raya Pakah-Tuban itu.

Pemuda asal Kecamatan Plumpang itu menambahkan, hasil perolehan jenis burung yang berasal dari hutan tersebut didapat dengan cara memberi umpan atau membuat kebaikan khusus.

"Stoknya ini, kita jualnya burung hias dan kicau saja. Kalau burung jenis lain bisa dipesan dulu, tapi kalau jenis satwa dilindungi kita kurang berani," tambahnya.

Di sisi lain peraturan pemerintah pusat, yakni Peraturan Menteri (Permen) LHK Nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), burung-burung berkicau yang banyak dipelihara oleh masyarakat, saat ini mulai dilindungi. Akan tetapi, hal tersebut kurang begitu maksimal didengar oleh telinga umum.

Isi lampiran dari Permen LHK tersebut menyebutkan sekitar 500 jenis burung yang mulai dilindungi. Banyak diantara jenis tersebut adalah Elang, Rajawali, Kakaktua, Cendrawasih, Gagak, Camar, Poksai, Sikatan, Nuri, Betet, dan lain sebagainya. [feb/ito]

Tag : burung, hutan, tuban

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 21 April 2019 08:00

    Warisan Sejarah di Bumi Wali

    Warisan Sejarah di Bumi Wali Di Tuban banyak sekali wahana wisata yang memang sudah menjadi tujuan para wisatwan domestik maupun non domestik. Namun, sebenarnya bagaimana sih sejarah wisata yang ada di ujung barat Provinsi Jawa...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more