11:00 . 82 Masjid ber-SK Belum Lapor Baznas   |   10:00 . Awas !! Gelombang Laut Utara 2,5 Meter   |   09:00 . Ini Status Pengukuran Lahan Kilang Tuban di 3 Desa    |   08:00 . Ini Dia Striker Buruan Persatu   |   07:00 . Bayi Suka Menjulurkan Lidah, Normal Enggak Ya?   |   20:00 . Perdana Buka, Antrean Pengunjung Bioskop Mengular   |   19:00 . Api dari Sampah, Warung di Jalan Pantura Nyaris Ludes Terbakar   |   17:00 . Problematika Penerapan Sistem Zonasi PPDB 2019   |   16:00 . Dinas PM PTSP dan Naker Tuban Cek Kesiapan Bioskop   |   15:00 . Ini Bahasan Konferensi Kepala Desa Se-Kecamatan Soko   |   14:00 . 68 PNS Pensiun, 12 CPNS Terima SK   |   13:00 . Wabup Minta Kontraktor Pemenang Tender Segera Memulai Pengerjaan JLS   |   12:00 . Anggaran Pilkada Tuban 2020 Naik Dua Kali Lipat   |   11:00 . Dua Tim BPN Turun ke Lahan Kilang Minyak   |   10:00 . KPU Siap Kirim Saksi dan Alat Bukti   |  
Thu, 20 June 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Monday, 07 January 2019 15:00

Pelaku Bisnis Cuci Motor Masih Mengeluh di Musim Penghujan

Pelaku Bisnis Cuci Motor Masih Mengeluh di Musim Penghujan

Reporter: M. Anang Febri

blokTuban.com - Musim hujan yang masih berlangsung di awal tahun 2019 ini agaknya sedikit banyak memberi berkah bagi para pelaku usaha cuci kendaraan bermotor. Sebab lumpur dan kotoran dari jalanan saat hujan, menjadikan sepeda motor maupun mobil tak sedap dipandang. Maka, tak sedikit pengguna kendaraan bermotor yang memilih jasa cuci motor untuk membersihkan kendaraannya. Harusnya, pengusaha cuci motor pun diuntungkan.

Akan tetapi kanyaatan kali ini berbeda, para pelaku usaha cuci motor yang ada di wilayah Tuban selatan mengeluh sepi. Jumlah pendapatan yang diperoleh lewat cuci kendaraan bermotor dinilai stagnan, dan terkesan sepi jika dibanding periode awal tren usaha cuci motor.

"Nggak begitu ramai seperti awal dulu. Tapi setiap hari ya pasti ada, satu dua motor atau mobil, pasti mampir," ujar Frendi, salah satu pemilik usaha cuci kendaraan bermotor di sekitaran Jalan Logawe, Kecamatan Rengel, Senin (7/1/2019).

Ditambahkannya lagi, keadaan tersebut dialaminya sebab tak menutup juga sudah banyak bertebaran bisnis usaha serupa di banyak lokasi berbeda.

"Dulunya ya ramai, soalnya hanya ada sedikit usaha cucian. Sekarang saja di sini, Logawe sudah ada beberapa titik cucian kok," jelasnya.

Hal senada juga dipaparkan Agus, salah satu penyedia jasa cucian kendaraan bermotor di Kecamatan Soko. Jika dulu, awal tren jasa cuci motor masih belum begitu banyak, usaha cuci motor ditempatnya sampai tak ada jeda untuk beristirahat. Dalam artian ramai, selalu ada pengunjung yang antre ingin mencuci bersih kendaraannya lewat jasa cuci motor.

"Sekarang ini dibilang sepi ya gak begitu sepi juga. Setiap hari ya ada pengunjung yang mau nyuci. Toh ada langganan kendaraan-kendaraan angkut yang 2 hari sekali pasti mampir ke sini," ungkap Agus panjang lebar. [feb/ito]

Tag : cuci, motor, rengel, tuban

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 21 April 2019 08:00

    Warisan Sejarah di Bumi Wali

    Warisan Sejarah di Bumi Wali Di Tuban banyak sekali wahana wisata yang memang sudah menjadi tujuan para wisatwan domestik maupun non domestik. Namun, sebenarnya bagaimana sih sejarah wisata yang ada di ujung barat Provinsi Jawa...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more