17:00 . Curi Motor di Tuban, Dua Penadah Asal Banyuwangi Dibekuk Polisi   |   16:00 . Tumpukan Ban Bekas Terbakar, Nyaris Merembet ke Bengkel   |   15:00 . Predikat KLA Tuban Naik Jadi Tingkat Madya   |   12:00 . Banyak Warga Miskin Tak Dapat Bansos   |   08:00 . Bigini Landskap Media Digital di Indonesia Versi AMSI   |   07:00 . Lebih Baik Minum Air Panas saat Cuaca Panas, Ini Sebabnya!   |   18:00 . Gandeng Mahasiswa, Kapolres Tuban Bagikan Bansos Kepada Warga Terdampak Covid-19   |   17:00 . Warga Merakurak Meninggal Usai Pesta Miras di Jenu   |   16:00 . Simak Jadwal Dispensasi Perpanjang SIM Yang Habis Masa Berlakunya Saat PPKM   |   15:00 . FPKB DPRD Kritik Kebijakan Bupati Pangkas Anggaran KONI   |   14:00 . Hati-hati Calo Plasma Sudah Berkeliaran di Tuban   |   13:00 . Anggaran KONI Dikepras, FPKB Teriak   |   12:00 . Ringankan Beban Warga, Lapas Salurkan 50 Paket Sembako   |   11:00 . Sidak Bansos, Bupati Sorot Kinerja Pendamping, Agen hingga Supplier   |   09:00 . Kapolda Jateng Ajak Warga Pergerakan Jalan Bareng   |  
Sat, 31 July 2021
Jl Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Pertahankan Nilai Tradisi, Disparbudpora Berikan Edukasi Budaya

bloktuban.com | Saturday, 24 November 2018 15:00

Pertahankan Nilai Tradisi, Disparbudpora Berikan Edukasi Budaya

Reporter: M. Anang Febri

blokTuban.com - Warisan budaya maupun tradisi di Bumi Wali, sebutan lain Kabupaten Tuban terhitung banyak bila ditelusuri secara detail. Akan tetapi, perlahan alur-alur budaya tradisi makin ditinggalkan oleh para generasi penerus pemuda kita sebab arus globalisasi kian padat.

Tak dipungkiri, keadaan tersebut sedikit banyak telah dirasakan oleh masyarakat umum. Dari hal itulah, strategi demi mempertahankan nilai tradisi khususnya budaya asli Tuban terus dilakukan oleh Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Tuban.

Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Disparbudpora, Sumardi juga merasakan hal demikian. Perihal warisan budaya lokal, seperti Janggrung maupun Sandur khas Tuban sudah kalah dengan seni pertunjukkan yang lebih wah nan kekinian.

"Upaya kita masih sebatas edukasi kepada generasi muda," terang Sumardi.

Upaya edukasi yang dilakukan pada generasi muda, sambungnya, pihaknya berusaha jika setiap ada kegiatan kesenian selalu mengundang dan melibatkan siswa sekolah. Mulai dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat, maupun Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat sekitar Tuban.

Keterlibatan generasi muda yang masih dalam enyaman bangku sekolah itu, tak melulu digarap agar siswa-siswi diharapkan menjadi pelaku seni tradisi. Akan tetapi, lebih pada sebuah pendidikan bahwa sejarah dan budaya lokal Tuban ada, "Termasuk Siraman Waranggono  Sinder, Sandur, tetap setiap kali ada even seni budaya kita undang mereka," jelasnya.

Selain itu, wujud gagasan dan upaya Disparbudpora dalam mempertahankan nilai tradisi budaya juga telah disosialkan kepada sejumlah SMP di Tuban Kota dan Semanding, serta SMA-SMK se-Tuban Kota dan Semanding.

"Ajang edukasi, ajang pembelajaran pada adik-adik bahwa sejarah budaya daerah mereka sendiri harus tahu," pungkasnya kepada blokTuban.com, Sabtu (24/11/2018). [feb/lis]

 

 

 

Tag : budaya, asli, tuban

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat