12:00 . Polisi Bekuk Spesialis Pencuri Kotak Amal Musala dan Masjid   |   11:00 . Tak Pakai Masker, 7 Pemuda Diberi Sanksi Sosial   |   10:00 . Uji Coba New Normal, Kesiapan Objek Wisata Terpantau di Raport   |   17:00 . KPU Tuban Optimis Partisipasi Pemilih di Pilkada 2020 Tetap Tinggi   |   16:00 . Tracing Lanjutan Lima Orang Positif Corona   |   15:00 . Perkiraan Gelombang Laut, untuk Lima Hari ke Depan   |   14:00 . Jelang Hari Raya Idul Adha, Sejumlah Kebutuhan Pokok Terpantau Naik   |   13:00 . ´╗┐Siapkan 20.000 Rapid Test Gratis Bagi Peserta UTBK Kurang Mampu   |   12:00 . Giat Cipkon, Tak Pakai Masker Langsung Ditindak   |   10:00 . Dahan Pohon Patah Usai Diserempet Truk, Satu Sepeda Motor Rusak   |   08:00 . Patroli Gabungan Skala Besar, Sasar Warkop, Kafe hingga Lokasi Balap Liar   |   21:00 . Sehari Ada Tambahan 7 Kasus Positif Baru   |   20:00 . Pengendara Motor Tabrak Pohon Hingga Meninggal Dunia   |   12:00 . 7.015 Pekerja Seni Bisa Beraktifitas Lagi 24 Juli   |   09:00 . Ponpes Langitan Siap Sambut New Normal   |  
Mon, 06 July 2020
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Saturday, 24 November 2018 15:00

Pertahankan Nilai Tradisi, Disparbudpora Berikan Edukasi Budaya

Pertahankan Nilai Tradisi, Disparbudpora Berikan Edukasi Budaya

Reporter: M. Anang Febri

blokTuban.com - Warisan budaya maupun tradisi di Bumi Wali, sebutan lain Kabupaten Tuban terhitung banyak bila ditelusuri secara detail. Akan tetapi, perlahan alur-alur budaya tradisi makin ditinggalkan oleh para generasi penerus pemuda kita sebab arus globalisasi kian padat.

Tak dipungkiri, keadaan tersebut sedikit banyak telah dirasakan oleh masyarakat umum. Dari hal itulah, strategi demi mempertahankan nilai tradisi khususnya budaya asli Tuban terus dilakukan oleh Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Tuban.

Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Disparbudpora, Sumardi juga merasakan hal demikian. Perihal warisan budaya lokal, seperti Janggrung maupun Sandur khas Tuban sudah kalah dengan seni pertunjukkan yang lebih wah nan kekinian.

"Upaya kita masih sebatas edukasi kepada generasi muda," terang Sumardi.

Upaya edukasi yang dilakukan pada generasi muda, sambungnya, pihaknya berusaha jika setiap ada kegiatan kesenian selalu mengundang dan melibatkan siswa sekolah. Mulai dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat, maupun Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat sekitar Tuban.

Keterlibatan generasi muda yang masih dalam enyaman bangku sekolah itu, tak melulu digarap agar siswa-siswi diharapkan menjadi pelaku seni tradisi. Akan tetapi, lebih pada sebuah pendidikan bahwa sejarah dan budaya lokal Tuban ada, "Termasuk Siraman Waranggono  Sinder, Sandur, tetap setiap kali ada even seni budaya kita undang mereka," jelasnya.

Selain itu, wujud gagasan dan upaya Disparbudpora dalam mempertahankan nilai tradisi budaya juga telah disosialkan kepada sejumlah SMP di Tuban Kota dan Semanding, serta SMA-SMK se-Tuban Kota dan Semanding.

"Ajang edukasi, ajang pembelajaran pada adik-adik bahwa sejarah budaya daerah mereka sendiri harus tahu," pungkasnya kepada blokTuban.com, Sabtu (24/11/2018). [feb/lis]

 

 

 

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : budaya, asli, tuban



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more