15:00 . Pasca Monster Road, Perbaikan Alun-Alun Tuban Nol Rupiah   |   14:00 . Rogoh Kocek Sendiri, KRC Boyong 6 Medali   |   13:00 . 308 Eks Tenaga Honorer K2 Tuban Telah Melamar Jadi P3K   |   12:00 . Beda Pola, Begini Pelaksanaan PTSL di Tuban Selatan   |   11:00 . Penggunaan Lahan untuk Kilang Tak Pengaruhi Produksi Pangan   |   10:00 . Pos Kamling Harus Selesai Sebelum Pembukaan   |   09:00 . Tak Peduli Malam, Satgas TMMD Tetap Bekerja   |   08:00 . Razia Warung Remang-remang, Seorang Perempuan Diamankan   |   07:00 . Ketahui Tanda Si Dia Memang Jodoh Ariska Puspita Anggraini   |   17:00 . Polres Tuban Kawal Ketat Pendistribusian Logistik Pemilu   |   16:00 . Jembatan Jambangan Ambrol, Jalur Roda 4 Lumpuh   |   14:00 . Hujan Deras, Jalan Penghubung Maindu-Klumpit Longsor   |   11:00 . Peringati Hari Lahir, Muslimat NU Deklarasi Anti Hoax.   |   10:00 . KPUD Tuban Sosialisasi Penghuni Lapas   |   07:00 . Anak yang Doyan Jumpalitan adalah Anak Cerdas   |  
Mon, 18 February 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Saturday, 17 November 2018 09:00

Potret Pantai Cemara yang Masih Belum Tertata

Potret Pantai Cemara yang Masih Belum Tertata

Reporter: M. Anang Febri

blokTuban.com - Destinasi wisata bahari, Pantai Cemara yang terletak di Desa Sugiwaras, Kecamatan Jenu memang relatif muda dalam urusan swakelola. Akan tetapi, pantai yang dikelola kurang dari dua tahun oleh warga masyarakat setempat itu masih dalam taraf pembenahan. Terlebih pada penataan aspek penataan letak wisata.

Hal tersebut juga dirasakan oleh para pedagang yang sekaligus andil dalam pengelolaan. Garis tata letak fasilitas gubuk, tempat istirahat para pengunjung, berikut bangunan warung disepanjang pantai terkesan semrawut. Padahal, dari awal sudah diterapkan aturan sistem pemetaan oleh pemerintah desa setempat.

"Sebenarnya disini itu sudah tertata, tapi beberapa warung malah gak tertib. Banyak yang buat Saung semakin banyak dan tak teratur," ujar Mbak Tum, seorang pedagang di Pantai Cemara.

Dia juga menambahkan, adanya pengelolaan dari masyarakat setempat memiliki kekurangan dan kelebihan. Hasil dari berdagang dan pengelolaan fasilitas lainnya bisa langsung dipegang oleh warga sendiri. Akan tetapi, sebab karakter dan ego sejumlah oknum yang ingin menang sendiri menjadikan pengelolaan wisata perlahan lepas dari tatanan.

"Dulu saja jalanan sepanjang pantai ini lurus, tapi sekarang malah belok belok. Ya karena kurang tertib penataannya," imbuhnya kepada blokTuban.com, Sabtu (17/11/2018).

Pedagang lain, Hafidz juga menuturkan hal senada. Pemilik stand dagang dititik bagian tengah Pantai Cemara itu mengaku lebih berkenan jika para pengelola bersatu, meningkatkan pengelolaan pantai supaya bertambah baik.

"Memang beberapa masalah ada yang dari dalam, tapi dari situ kita harusnya bersatu lebih baik. Toh potensi pantai di sini nggak kalah dengan daerah lain," jelasnya. [feb/ito]

Tag : wisata, pantai, cemara, tuban

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Thursday, 03 January 2019 16:00

    Raker BMG 2019

    GM Bacakan SK, Inilah Leader Baru di Redaksi bB dan bT

    GM Bacakan SK, Inilah Leader Baru di Redaksi bB dan bT Dalam rangka menjalankan roda perusahaan di bawah naungan Blok Media Grup (BMG) dengan semangat mengawali tahun 2019 ini, ada penyegaran yang dilakukan pada anak-anak perusahaan BMG, termasuk dalam redaksi blokBojonegoro.com...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more