10:00 . Warga Jenu Minta Polres Bebaskan Tiga Perusak Patok Tanah   |   07:00 . Jangan Sembarang Pilih, ini Risiko Pakai Kacamata Hitam Murah   |   16:00 . Pelebaran Jalan, Jalur Ini Sering Macet   |   15:00 . Patroli Gabungan Pasca Pemilu, Petugas Sisir Jalan Nasional   |   09:00 . Lebaran Kurang 10 Hari, Harga Sapi di Pasar Hewan Tuban Anjlok   |   07:00 . Teh Manis Buat Buka Puasa, Sehat Nggak Sih?   |   20:00 . Jelang Hari Raya Komisi VI DPR RI Sidak Pasar Baru Tuban   |   19:00 . Relawan Cinta NKRl Kutuk Petualang Politik Rongrong Wibawa Pemerintah   |   18:00 . PSHT Rayon Jetak Bagi Takjil dan Santuni Anak Yatim   |   17:00 . Macam Macam Sedekah   |   14:00 . Siang Ini WhatsApp, IG, dan FB Kembali Normal   |   13:00 . Dinkes Siapkan 4 Posko Kesehatan di Jalur Pantura   |   12:00 . Jelang Mudik Lebaran, Ratusan Pengemudi Angkutan Umum Dites Urine   |   10:00 . Mengintip Besar Kecilnya THR PNS Tuban   |   09:00 . 4 Fakta Menarik Seputar Musim Kemarau di Tuban   |  
Mon, 27 May 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Saturday, 17 November 2018 09:00

Potret Pantai Cemara yang Masih Belum Tertata

Potret Pantai Cemara yang Masih Belum Tertata

Reporter: M. Anang Febri

blokTuban.com - Destinasi wisata bahari, Pantai Cemara yang terletak di Desa Sugiwaras, Kecamatan Jenu memang relatif muda dalam urusan swakelola. Akan tetapi, pantai yang dikelola kurang dari dua tahun oleh warga masyarakat setempat itu masih dalam taraf pembenahan. Terlebih pada penataan aspek penataan letak wisata.

Hal tersebut juga dirasakan oleh para pedagang yang sekaligus andil dalam pengelolaan. Garis tata letak fasilitas gubuk, tempat istirahat para pengunjung, berikut bangunan warung disepanjang pantai terkesan semrawut. Padahal, dari awal sudah diterapkan aturan sistem pemetaan oleh pemerintah desa setempat.

"Sebenarnya disini itu sudah tertata, tapi beberapa warung malah gak tertib. Banyak yang buat Saung semakin banyak dan tak teratur," ujar Mbak Tum, seorang pedagang di Pantai Cemara.

Dia juga menambahkan, adanya pengelolaan dari masyarakat setempat memiliki kekurangan dan kelebihan. Hasil dari berdagang dan pengelolaan fasilitas lainnya bisa langsung dipegang oleh warga sendiri. Akan tetapi, sebab karakter dan ego sejumlah oknum yang ingin menang sendiri menjadikan pengelolaan wisata perlahan lepas dari tatanan.

"Dulu saja jalanan sepanjang pantai ini lurus, tapi sekarang malah belok belok. Ya karena kurang tertib penataannya," imbuhnya kepada blokTuban.com, Sabtu (17/11/2018).

Pedagang lain, Hafidz juga menuturkan hal senada. Pemilik stand dagang dititik bagian tengah Pantai Cemara itu mengaku lebih berkenan jika para pengelola bersatu, meningkatkan pengelolaan pantai supaya bertambah baik.

"Memang beberapa masalah ada yang dari dalam, tapi dari situ kita harusnya bersatu lebih baik. Toh potensi pantai di sini nggak kalah dengan daerah lain," jelasnya. [feb/ito]

Tag : wisata, pantai, cemara, tuban

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 21 April 2019 08:00

    Warisan Sejarah di Bumi Wali

    Warisan Sejarah di Bumi Wali Di Tuban banyak sekali wahana wisata yang memang sudah menjadi tujuan para wisatwan domestik maupun non domestik. Namun, sebenarnya bagaimana sih sejarah wisata yang ada di ujung barat Provinsi Jawa...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more