Kerja Ekstra PLN Saat Cuaca Buruk

Reporter: M. Anang Febri

blokTuban.com - Pada masa transisi musim ini, kondisi cuaca tak tentu sedikit banyak berdampak pada kelancaran distribusi listrik. Alhasil, kerja ekstra dari sejumlah personel teknisi PLN makin gencar dilesakkan.

Seperti yang terjadi pada Jumat (9/11/2018) kemarin malam, saat cuaca mendung di wilayah Tuban bagian selatan, aliran listrik tiba-tiba saja padam tanpa sebab menentu. Tak ayal, kondisi tersebut banyak dikeluhkan masyarakat umum yang berdomisili antara Desa Simo, Mojoagung dan sekitar Desa Sokosari, Kecamatan Soko.

Sedikitnya lebih dari 4 desa terdampak padam aliran listrik. Lebih dari 4 jam listrik padam membuat aktivitas warga di desa tersebut terganggu. Banyak komplain tertuju langsung kepada para petugas penyedia layanan jasa listrik.

"Sampai jam 02.00 pagi tidak nyala, alamat tutup saja ini warung," kata Rangga, salah satu pegawai kedai kopi 24 jam di Kecamatan Soko.

Dia juga menambahkan, sejak listrik padam dia telah menghabiskan sedikitnya tiga liter bensin demi mensuplai listrik usaha kedai kopi. Namun begitu, jika keadaan terus berlanjut demikian, dia tak bisa memperoleh hasil maksimal. Malah rugi bila diteruskan.

Selain itu, sebab listrik padam dari sekitar pukul 18.00 Wib juga mengakibatkan lalu lintas di pertigaan Jalan Raya Soko lumpuh. Penerangan umum di sepanjang ruas jalan Soko-Rengel gelap gulita. Aktivitas pengusaha warung makan jadi terkendala, hanya beberapa pengusaha yang siap pada kondisi tersebut, dengan cara menggunakan mesin genset ataupun diesel.

Sementara itu, dari pihak PLN Persero Rayon Bojonegoro saat ditemui blokTuban.com di lokasi perbaikan gardu listrik Jalan Raya Soko, tampak repot memilah satu per satu kompenen mana yang menyebabkan listrik padam.

"Ini terus berusaha cari jalur mana yang buat eror. Kalau cuaca buruk begini, peralihan musim memang banyak troblenya," terang pegawai lapangan PLN, Suprianto.

Tak hanya itu, untuk mengatasi problem gangguan listrik juga dikerahkan beberapa petugas lain untuk kontrol serupa di wilayah desa-desa. Sebab, tak menutup kemungkinan trobel bisa berada pada satu titik gardu lebih.

"Repotnya ya gini. Harus cari dulu sumber penyebabnya, nanti terus cek kompenen titik lain. Kadang yang miris, warga konsumen tahunya praktis, tapi belum mengerti proses kita seperti apa," jelasnya.

Di sisi lain, pihaknya juga berdalih dengan sejumlah pertimbangan gangguan listrik sebab cuaca, yang lebih mudah ditangani ketika kabel saluran tertimpa pohon dan putus. Sehingga lebih mudah ditangani, langsung diukur, ganti dan dipasang.

"Enakan begitu, kalau gangguan semacam ini kita bisa sampai pagi kontrol ceknya," pungkasnya yang masih sibuk berbenah ketika dini hari mulai lewat, Sabtu (10/11/2018). [feb/rom]