22:00 . Hasil Klasemen Liga 2 Indonesia Jatim   |   20:00 . Upayakan Air Bersih, PRKP Adakan 2 Sumur Bor di Grabagan   |   19:00 . Razia Karaoke Ilegal, 3 PL Diamankan   |   18:00 . Selama Porprov, Pengunjung Wisata Capai 12 Ribu Lebih   |   17:00 . Awal Pembentukan Komisariat, IPNU-IPPNU Soko Beri Materi Kepemimpinan   |   15:00 . Bupati: Tugas Guru PAI Kenalkan Konsep Islam Rahmatan Lil 'Alamin   |   14:00 . Di Hari Keluarga, Sekda Tuban Ajak 3 Jam Abaikan Medsos   |   13:00 . Generasi Tuban Harus Dikenalkan Islam Ramah   |   12:00 . Musim Kemarau, Ribuan Warga Tumpengan di Sumber Mata Air Bektiharjo   |   09:00 . Polisi Ringkus Empat Pelaku Pengeroyokan di Warung Tuak Palang   |   08:00 . Hari Koperasi, Sekda: Manfaatkan Teknologi Digital   |   07:00 . Bosan Camilan dan Permen, Bingkisan Ulang Tahun Anak Ini Lebih OK   |   06:00 . Jemaah Haji Tuban Akan Dapat Menu 'Pedas Asin' di Tanah Suci   |   22:00 . Dialog Kemenag: Semua Agama Mengajarkan Kedamaian   |   21:00 . Masalah Rumah Pasutri Mentoro Diblokade Warga Sudah Beres   |  
Thu, 18 July 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Wednesday, 24 October 2018 09:00

Raup Untung dengan Jualan Air Kemasan Toren

Raup Untung dengan Jualan Air Kemasan Toren

Reporter: M. Anang Febri

blokTuban.com- Di tengah musim kemarau yang menyusutkan sumber air milik warga di beberapa wilayah Kabupaten Tuban, menjadi peluang tersendiri bagi pemanfaat situasi yang cerdak dan faham akan kondisi, salah satunya dengan berjualan air keliling.

Kebutuhan air sehari-hari yang wajib dipenuhi, namun pelayanan air tak kunjung memuaskan menjadi latar belakang munculnya pedagang-pedagang air keliling kemasan toren yang dimuat menggunakan mobil pick up.

Salah satu penjual air yang sering mangkal di sekitar wilayah Kecamatan Grabagan dan Rengel, Supaham mengaku, dalam seharinya menghabiskan puluhan ribu liter air untuk dijuak kepada warga yang terdampak kekeringan.

"Seringnya jual air di wilayah Bulu, Desa Grabagan, Desa Dahor, Desa Ngandong, Kecamatan Grabagan, dan sekitar Gembong Rengel," terangnya kepada blokTuban.com, Rabu (24/10/2018).

Tak main-main, dalam mendistribusikan air kemasan toren yang dijual seharga Rp 35.000 per kemasan kotak toren isi 1000 liter, dia bersama rekan kerjanya mampu melayani sampai 10 kali layanan. Dengan sekali jalan bisa muat 2 toren langsung, dia bisa mendapatkan hasil Rp 500.000 lebih dalam sehari.

"Kalau airnya ini, kita ambil dari Sendang Beron Mas," pungkas lelaki asal Dusun Gembong, Desa Rengel itu. [feb/ito]

Tag : sumber, air, tuban, jual, beli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Monday, 15 July 2019 16:00

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers Media blokTuban.com mulai Senin (15/7/2019) resmi terverifikasi administrasi di Dewan Pers. Hal ini membuktikan bahwa portal media online ini, produk beritanya terpercaya dan mencerdaskan publik....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 21 April 2019 08:00

    Warisan Sejarah di Bumi Wali

    Warisan Sejarah di Bumi Wali Di Tuban banyak sekali wahana wisata yang memang sudah menjadi tujuan para wisatwan domestik maupun non domestik. Namun, sebenarnya bagaimana sih sejarah wisata yang ada di ujung barat Provinsi Jawa...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more