21:00 . Kemenag Tuban Peringati Nuzulul Quran   |   20:00 . Tahun 2020, Jembatan Rengel-Kanor Dibangun   |   19:00 . Truk Gandeng Terguling Timpa Pejalan Kaki Hingga Tewas   |   18:00 . Organisasi Pemuda di Kecamatan Rengel Kompak Bagi 1000 Takjil   |   16:00 . Polisi Berhasil Identifikasi Identitas Pelaku Pembobolan RSUD   |   13:00 . Lima BUMN Berbagi untuk Masyarakat Tuban   |   12:00 . Tim Verifikasi Madrasah Ramah Anak Tinjau MTsN 1   |   11:00 . Kabar Paracetamol Mengandung Virus Berbahaya Ternyata Hoax   |   10:00 . Prakiraan Cuaca 23-27 Mei, Diprediksi Gelombang Laut Capai 2.5 Meter   |   09:00 . Hari Ini Ada Bagi-bagi THR Rp39 Miliar di Tuban   |   08:00 . Kantor Disdukcapil Diusulkan Pindah, Ada Tiga Pilihan Lokasi   |   07:00 . Tips Berolahraga selama Ramadan   |   06:00 . Oleng, Muatan Kertas Jatuh Timpa Truk Logistik   |   20:00 . EMCL Umumkan 4 Konten Viral Jurnalis Tuban   |   19:00 . Begini Tanggapan Diskominfo Tuban Terkait Penggunaan Fitur VPN   |  
Sat, 25 May 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Monday, 15 October 2018 10:00

Kepala SKK Migas Jabanusa Ajak Peduli Migas

Kepala SKK Migas Jabanusa Ajak Peduli Migas

Reporter: Sri Wiyono

blokTuban.com – Kepala Satuan Kerja Khusus Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Jawa, Bali dan Nusa Tenggara (Jabanusa) Ali Masyhar meminta seluruh masyarakat untuk peduli minyak dan gas (migas). Sebab, ketergantungan manusia pada migas sangat luar biasa besar.

Sedangkan, migas merupakan sumber alam yang tidak bisa diperbarui. Sehingga penggunaan harus hemat dan terus ditemukan sumber-sumber baru agar kelangsungan hidup manusia terjamin. Indonesia sendiri, sejak 2003 silam sudah tidak lagi menjadi negara penghasil migas, karena sejak tahun itu, produksi migas lebih sedikit dibanding dengan konsumsi atau kebutuhan.

”Saat ini, negara penghasil migas terbesar adalah Venezuela, Indonesia tidak lagi sejak 2003,’’ ujarnya, saat menghadiri Sekolah Jurnalistik di SMK Terpadu Tarbiyatut Thullab Desa Sumurcinde, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Senin (15/10/2018). Kegiatan ini kerjasama antara PT Perrtamina Asset 4 Sukowati Field dengan Ronggolawe Press Solidarity (RPS) Tuban.

Karena itu, upaya pemerintah untuk terus menemukan cadangan baru migas harus terus dilakukan. Melalui SKK Migas, pemerintah mendorong perusahaan migas untuk terus melakukan eksplorasi atau mencari sumber-sumber migas baru.

‘’Hanya, banyak kegiatan eksplorasi yang gagal menemukan migas. Kalau sudah seperti itu, biaya besar hilang,’’ terangnya.

Resiko kehilangan banyak biaya itu, yang membuat banyak pengusaha nasional tak berani investasi di bidang migas, khususnya eksplorasi. Maka, negara mengundang pengusaha asing untuk masuk. Hanya, banyak kasus, upaya kegiatan eksplorasi migas banyak diprotes dan mendapat gangguan.

‘’Belum-belum sudah didemo dan sebagainya. Tolong dibantu perusahaan-perusahaan tersebut. Itu untuk mencari sumber migas yang juga untuk kelangsungan kehidupan negara ini,’’ terang alumnus pesantren Futuhiyah, Mranggen, Magelang ini.

Persepsi itulah yang menurut dia harus diluruskan. Tingginya resiko kehilangan modal membuat banyak pengusaha yang enggan eksplorasi. Sehingga, jika ada perusahaan yang melakukan eskplorasi, masyarakat diminta mendukung agar kegiatannya lancar. Kalau berhasil menemukan cadangan migas baru, akan menjadi sumbangan untuk negara.

‘’Tentu manfaatnya untuk warga setempat juga besar. Seperti lapangan Banyuurip di Bojonegoro itu besar produksinya dan manfaatnya. Coba bantu dan upayakan, nanti cadangan migas seperti itu ditemukan di Tuban,’’ pintanya.

Sebagian besar pembangunan di negeri ini, sejak Indonesia merdeka dibiayai dari sektor migas. Sehingga, jika migas tidak banyak menghasilkan, maka juga akan mengganggu pembangunan.

‘’Makanya upaya pemerintah, dalam hal ini SKK Migas yang ditunjuk sangat serius untuk menemukan cadangan-cadangan baru migas. Tolong negara ini dibantu, dengan doa, upaya dan dukungan pada perusahaan migas yang sedang berusaha,’’ tandasnya.[ono]

 

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 21 April 2019 08:00

    Warisan Sejarah di Bumi Wali

    Warisan Sejarah di Bumi Wali Di Tuban banyak sekali wahana wisata yang memang sudah menjadi tujuan para wisatwan domestik maupun non domestik. Namun, sebenarnya bagaimana sih sejarah wisata yang ada di ujung barat Provinsi Jawa...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more