10:00 . Warga Jenu Minta Polres Bebaskan Tiga Perusak Patok Tanah   |   07:00 . Jangan Sembarang Pilih, ini Risiko Pakai Kacamata Hitam Murah   |   16:00 . Pelebaran Jalan, Jalur Ini Sering Macet   |   15:00 . Patroli Gabungan Pasca Pemilu, Petugas Sisir Jalan Nasional   |   09:00 . Lebaran Kurang 10 Hari, Harga Sapi di Pasar Hewan Tuban Anjlok   |   07:00 . Teh Manis Buat Buka Puasa, Sehat Nggak Sih?   |   20:00 . Jelang Hari Raya Komisi VI DPR RI Sidak Pasar Baru Tuban   |   19:00 . Relawan Cinta NKRl Kutuk Petualang Politik Rongrong Wibawa Pemerintah   |   18:00 . PSHT Rayon Jetak Bagi Takjil dan Santuni Anak Yatim   |   17:00 . Macam Macam Sedekah   |   14:00 . Siang Ini WhatsApp, IG, dan FB Kembali Normal   |   13:00 . Dinkes Siapkan 4 Posko Kesehatan di Jalur Pantura   |   12:00 . Jelang Mudik Lebaran, Ratusan Pengemudi Angkutan Umum Dites Urine   |   10:00 . Mengintip Besar Kecilnya THR PNS Tuban   |   09:00 . 4 Fakta Menarik Seputar Musim Kemarau di Tuban   |  
Mon, 27 May 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Monday, 15 October 2018 09:00

Begini Harapan Kepala SKK Migas Jabanusa pada Generasi Muda

Beri Motivasi Siswa SMK Tarbiyatut Thullab

Beri Motivasi Siswa SMK Tarbiyatut Thullab

Reporter: Sri Wiyono

blokTuban.com – Semua sendi kehidupan masyarakat tak pernah lepas dari minyak dan gas (migas). Karena, semua yang dilakukan tak lepas dari energi, dan hampir semua energi yang dibutuhkan, disediakan atau ditopang oleh migas. Karena itu, migas harus tetap ada, dan harus terus diproduksi.

Namun, produksi migas nasional, saat ini sudah mengkhawatirkan. Sebab, antara kebutuhan yang produksi sangat tidak imbang. Kebutuhan atau konsumsi jauh lebih besar dibanding produksinya. Sehingga, Indonesia harus impor, khususnya bahan bakar minyak (BBM) dari luar negeri.

‘’Karena Indonesia saat ini sudah bukan negara penghasil minyak lagi. Kita kekurangan, sehingga harus impor,’’ ujar Kepala Satuan Kerja Khusus (SKK) Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (Migas) Jawa, Bali dan Nusa Tenggara (Jabanusa) Ali Masyhar saat sosialisasi tentang migas di hadapan peserta Sekolah Jurnalistik di SMK Terpadu Tarbiyatut Thullab, Desa Sumurcinde, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Senin (15/10/2018). Kegiatan hasil kerjasama PT Pertamina Asset 4 Sukowati Field dan Ronggolawe Press Solidarity (RPS) Tuban.

Karena itu, usaha menemukan cadangan-cadangan migas baru terus dilakukan. Kegiatan eksplorasi terus diupayakan agar cadangan migas terus ada. Hanya, tidak semua eksplorasi itu berhasil. Sebab, kadangkala meski sudah mengeluarkan biaya sampai ratusan miliar tidak menemukan migas yang diharapkan.

‘’Jadi, semua serba mungkin. Kadang ketemu kadang tidak. Resikonya tinggi. Itu kenapa tak banyak pengusaha nasional yang berani mengambil resiko. Bahkan pemerintah pun tak berani mengambil resiko. Sehingga, diundang perusahaan asing untuk eksplorasi,’’ tambahnya.

Selain berbiaya dan beresiko tinggi, eksplorasi migas juga butuh teknologi tinggi. Perusahaan asing yang banyak memiliki teknologi tersebut. Karena itu, dia berharap para siswa belajar tekun agar menjadi manusia-manusia yang pintar, yang ke depan bisa menguasai teknologi tersebut untuk membantu menemukan cadangan-cadangan migas baru.

‘’Bantulah negeri ini, karena saat ini sedang sangat membutuhkan cadangan migas yang banyak untuk memenuhi kebutuhan. Para generasi muda ini nanti yang diharapkan bisa membantu,’’ katanya.

Meski sudah punya teknologi tinggi, namun cadangan migas yang dicari berada di ribuan meter di bawah bumi, bahkan terkadang berada di tengah laut. Sehingga, manusia tidak bis memastikan apakah ad atau tidak cadangan migas yang dicari itu. Karena itu, peran Allah atau Tuhan yang paling utama.

‘’Jadi, doa dan kedekatan dengan Allah itu penting. Kalau Allah tidak menghendaki, tidak memberi berkah jangan harap bisa ketemu migasnya. Karena itu, bersyukurlah Indonesia masih diberi berkah dengan masih adanya cadangan migas,’’ tandasnya.[ono]

 

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 21 April 2019 08:00

    Warisan Sejarah di Bumi Wali

    Warisan Sejarah di Bumi Wali Di Tuban banyak sekali wahana wisata yang memang sudah menjadi tujuan para wisatwan domestik maupun non domestik. Namun, sebenarnya bagaimana sih sejarah wisata yang ada di ujung barat Provinsi Jawa...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more