21:00 . Kemenag Tuban Peringati Nuzulul Quran   |   20:00 . Tahun 2020, Jembatan Rengel-Kanor Dibangun   |   19:00 . Truk Gandeng Terguling Timpa Pejalan Kaki Hingga Tewas   |   18:00 . Organisasi Pemuda di Kecamatan Rengel Kompak Bagi 1000 Takjil   |   16:00 . Polisi Berhasil Identifikasi Identitas Pelaku Pembobolan RSUD   |   13:00 . Lima BUMN Berbagi untuk Masyarakat Tuban   |   12:00 . Tim Verifikasi Madrasah Ramah Anak Tinjau MTsN 1   |   11:00 . Kabar Paracetamol Mengandung Virus Berbahaya Ternyata Hoax   |   10:00 . Prakiraan Cuaca 23-27 Mei, Diprediksi Gelombang Laut Capai 2.5 Meter   |   09:00 . Hari Ini Ada Bagi-bagi THR Rp39 Miliar di Tuban   |   08:00 . Kantor Disdukcapil Diusulkan Pindah, Ada Tiga Pilihan Lokasi   |   07:00 . Tips Berolahraga selama Ramadan   |   06:00 . Oleng, Muatan Kertas Jatuh Timpa Truk Logistik   |   20:00 . EMCL Umumkan 4 Konten Viral Jurnalis Tuban   |   19:00 . Begini Tanggapan Diskominfo Tuban Terkait Penggunaan Fitur VPN   |  
Sat, 25 May 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Saturday, 13 October 2018 08:00

Kampanye di Medsos, Bawaslu Hanya Awasi Akun yang Terdaftar

Kampanye di Medsos, Bawaslu Hanya Awasi Akun yang Terdaftar

Reporter: Mochamad Nur Rofiq 
 
blokTuban.com - Di dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomer 23 Tahun 2018, peserta pemilu dapat melakukan kampanye melalui media sosial. Akun media sosial (Medsos) dapat dibuat paling banyak 10 untuk setiap jenis aplikasi.
 
Komisisoner Bawaslu Kabupaten Tuban, Ulil Abror Almahmud berharap ketika melakukan kampanye di medsos tim kampanye dapat memilah konten yang akan digunakan untuk menarik simpati masyarakat. Jangan sampai konten yang diunggah kampanye hitam dan fitnah.
 
"Sesuai PKPU-nya, desain dan materi pada mediasos sedikitnya memuat visi, misi dan program peserta pemilu," ucapnya kepada blokTuban.com, beberapa waktu yang lalu. 
 
Ditambahkan, koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Tuban ini desain dan materi dapat berupa tulisan, suara, gambar dan atau gabungan dari ketiganya. Ditegaskan dia, pelaksana kampanye wajib mendaftarkan akun resmi media sosial kepada KPU, sebab hal itu berkaitan dengan pengawasan. 
 
"Sebab, yang jadi objek pengawasan adalah akun resmi Medsos yang sudah terdaftar. Akun pribadi bukan kewenangan kita," tandas alumni PMII Surabaya itu. 
 
Diketahui sebelumnya, Komisioner KPU Tuban, Yayuk Dwi A.S mengatakan, saat ini sudah ada 9 Parpol yang mendaftarkan akun medsosnya ke KPU. Sehingga mereka bisa mencari dukungan masyarakat, khususnya dari sahabat dunia maya tersebut.
 
Pendaftaran akun Medsos dilakukan paling lambat 1 hari sebelum masa kampanye. Akun tersebut wajib ditutup pada hari terahir masa kampanye
 
"Parpol yang telah mendaftarkan akun medsosnya antara lain, PKS, Gerindra, PPP, Demokrat, Hanura, Perindo, Nasdem, PDIP, dan Golkar," ulasnya panjang lebar. [rof/ito]

Tag : kampanye, medsos, kpu, tuban

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 21 April 2019 08:00

    Warisan Sejarah di Bumi Wali

    Warisan Sejarah di Bumi Wali Di Tuban banyak sekali wahana wisata yang memang sudah menjadi tujuan para wisatwan domestik maupun non domestik. Namun, sebenarnya bagaimana sih sejarah wisata yang ada di ujung barat Provinsi Jawa...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more