20:00 . Konsulat Jenderal Jepang Resmikan Bantuan Pendidikan di Tuban   |   19:00 . Agustus, Perajin Mobil Hias Kebanjiran Pesanan   |   18:00 . Akhirnya, Pesepeda Tuban-Jakarta Balik ke Kampung Halaman   |   17:00 . 2.620 KK 4 Desa di Kecamatan Senori Terdampak Kekeringan   |   16:00 . Nelayan Tuban Larung Bekakak, Ini Filosofinya   |   15:00 . PT LIB Tunda Tiga Pertandingan, Salah Satunya Persewar Lawan Persatu   |   14:00 . Kapolres Siap Jaga Putra-putri Papua   |   13:00 . 29 Tim Berebut Piala Temaji Cup I Bola Voli U18 dan U16   |   12:00 . Pesan Damai dari Tuban untuk Indonesia   |   11:00 . Pasca Digeruduk Ratusan Pekerja, Begini Pernyataan PT. SBI   |   10:00 . Kapolres Jamin Keamanan Putra-Putri Papua Yang Menempuh Pendidikan di Tuban   |   09:00 . Pria di Sumberagung Nekat Gantung Diri Saat Ditinggal Istri Belanja   |   08:00 . Buruh Demo Tolak Upah Murah   |   07:00 . Balita Konsumsi Suplemen Vitamin, Perlu Enggak Sih?   |   20:00 . Ritual Kyai Mancung di Tuban, Dulu Kerbau Kini Sapi   |  
Thu, 22 August 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Sunday, 07 October 2018 21:00

Picu Kerusuhan, Pemain Persip Pekalongan Diganjar Kartu Merah

Picu Kerusuhan, Pemain Persip Pekalongan Diganjar Kartu Merah

Reporter: Khoirul Huda

blokTuban.com - Insiden kerusuhan pertandingan sepak bola terjadi di Liga 3 Nasional tahun ini. Kali ini, insiden kerusuhan terjadi saat kesebelasan Persatu Tuban menjamu tim tamu kesebelasan Persip Pekalongan di Stadion Lokajaya, Kabupaten Tuban.

Akibatnya, salah satu pemain dari kesebelasan Persip Pekalongan Iwan Wahyudi (4) yang memicu terjadinya kerusuhan itu diganjar kartu merah oleh wasit. Sedangkan, salah satu pemain dari kesebelasan Persatu Tuban Edy Winarno (7) di ganjar Kartu Kuning.

Pantauan blokTuban.com di lapangan, Iwan Wahyudi yang tidak lain adalah Kapten dari tim kesebelasan Persip Pekalongan itu diganjar kartu merah lantaran menendang dan memukul salah satu pemain Persatu Tuban yaitu Edy Winarno.

Saat konferensi pers, Manajer Kesebelasan Persip Pekalongan, Muchammad Chamad Maretan mengaku banyak berterimakasih kepada Panpel pertandingan di Stadion Lokajaya ini. Sementara itu terkait dengan kerusuhan yang terjadi saat pertandingan berlangsung pihaknya enggan untuk berkomentar.

"Saya banyak berterima kasih kepada Panpel pertandingan ini, kami juga mengaku kalah dan kami tidak mau banyak berkomentar karena kami mau istirahat," terangnya saat konferensi pers di Stadion Lokajaya, Minggu (7/10/2018).

Sementara itu, Manager Persatu Tuban Fahmi Fikroni sangat menyayangkan dengan adanya insiden kerusuhan ini. Menurutnya, pemain dari Persip Pekalongan dalam pertandingan ini selalu mencari-cari kesalahan. Bayangkan saat duel satu lawan satu pemain Persatu justru ditendang dan dipukuli padahal tidak melakukan kesalahan.

"Kita menyayangkan kejadian kerusuhan tadi," terangnya saat konferensi pers.

Dia juga menambahkan, dalam insiden kerusuhan yang terjadi di menit-menit akhir pertandingan itu salah satu pemain Persatu Tuban yaitu Edy Winarno di ganjar kartu kuning oleh wasit. "Iya mas Edy tadi di kartu kuning, namun itu dihapus saat di babak 32 besar," tandasnya.

Sekadar diketahui, dalam pertandingan yang menjadi penentu dari kedua kesebelasan untuk lolos di 32 besar Liga 3 Nasional tahun ini, Persatu Tuban berhasil unggul 1-0 atas lawanya Persip Pekalongan. Dengan begitu kesebelasan Persatu Tuban berhak lolos ke babak 32 besar.[hud/ito]

Tag : persatu, persip, tuban, pekalongan

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Monday, 15 July 2019 16:00

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers Media blokTuban.com mulai Senin (15/7/2019) resmi terverifikasi administrasi di Dewan Pers. Hal ini membuktikan bahwa portal media online ini, produk beritanya terpercaya dan mencerdaskan publik....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more