09:00 . BMKG: Equinox, Fenomena Biasa, Masyarakat Dihimbau Tenang   |   08:00 . Dua Hari Lagi TMMD Ke-104 Tuban Ditutup   |   07:00 . Tips Karier: Lakukan 5 Cara Ini Agar Sukses Jadi Girl Boss   |   15:00 . Tersangka Penggelapan Bantuan Sapi di Tuntut 1,5 Tahun Penjara   |   14:00 . Cari Bibit Atlet, PO Cabang Tuban Gelar Kompetisi Antar Ranting   |   12:00 . Suksesi Pemilu di Tuban, KPU Gelar Konser Musik.   |   11:00 . 129 Bidang Lahan Warga Selesai Dipatok untuk Kilang Tuban   |   09:00 . Camat Hendro Pensiun, Sempat Bercita-Cita Jadi Hansip   |   08:00 . Refresing Bersama Kader Kesehatan Kecamatan Jenu   |   07:00 . Manfaat Berhubungan Intim Selama 30 Hari   |   17:00 . Belum 3 Bulan, Ada 7 Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan   |   16:00 . Bulog Belum Bisa Terima Beras Dari Petani, ini Alasannya...   |   15:00 . Nuansa Klasik Santai, Ngopi Nongkrong Tanjung Sari   |   14:00 . Masyarakat Sekitar TPPI Rutin Dapat Pengobatan Gratis   |   13:00 . Kebakaran Lumat Rumah Pedagang Ikan   |  
Mon, 25 March 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Friday, 05 October 2018 10:00

Makin Sepi Pengunjung, Pedagang Pantai Cemara Mengeluh

Makin Sepi Pengunjung, Pedagang Pantai Cemara Mengeluh

Reporter: M. Anang Febri

blokTuban.com - Sejak viralnya gambar dan video tak senonoh sepasang pemuda yang sempat menghebohkan publik Tuban, di bilik cinta (gubuk) sekitar Pantai Cemara, rupanya membawa imbas tersendiri bagi pedagang yang memiliki warung di pantai tersebut.

Salah satu pantai yang sering dikunjungi wisatawan dari dalam maupun luar daerah itu makin sepi, sebab beredar info tak sedap perihal perilaku tak terpuji. Sontak saja, kebanyakan pemilik usaha makanan di sana mengeluhkan pendapatan yang kian menurun.

"Sepi hari-hari ini. Sejak ada berita gubuk tertutup itu, pengunjung tak begitu ramai seperti hari biasanya," ungkap salah satu pemilik warung di Pantai Cemara Sugiwaras, Mbak Tun kepada blokTuban.com, Jumat (5/10/2018).

Pedagang asal Kelurahan Karangsari Tuban itu juga menambahkan, sebelum diterpa kabar tak sedap, saat hari normal sangat mudah mendapatkan uang Rp150.000 bahkan bisa lebih. Namun, belakangan ini malah susah mendapat pelanggan.

"Biasanya cari uang Rp100 ribu sehari sangat mudah, kalau belakamgan ini malah jarang ada pengunjung. Mentok ya dapat Rp70 ribu sampai Rp90 ribu saja, kadang nihil," terangnya.

Seorang warga yang biasa berkunjung ke Pantai Cemara, Andre sangat menyayangkan hal itu. Adanya perilaku menyimpang tak elok di publik, ulah beberapa orang bisa merusak citra wisata yang tengah dalam proses menuju peningkatan kualitas itu.

Dampaknya, para pedagang, pengelola wisata, anggota Pokdarwis, Karang Tatuna, pemerintah terkait, juga citra Tuban sebagai kota Bumi Wali juga ikut kena getahnya.

"Harusnya dibuatkan fasilitas istirahat bisa digunakan semestinya, jangan disalahgunakan. Dampaknya bisa merugikan banyak pihak seperti ini," kata lelaki asal Kelurahan Kutorejo Tuban tersebut. [feb/rom]

Tag : pantai cemara, pantai tuban

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 04 March 2019 08:00

    Pondok Literasi

    Pondok Literasi Saat ini lagi gencar-gencarnya gerakan litersai. Di mana-mana ada komunitas baca, tadarus puisi dan dan bedah buku, yang arahnya untuk menumbuhkan cinta membaca. Baru sebagian kecil kegiatan di Kabupaten...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more