16:00 . 293 CPNS Pemkab Tuban Terima SK Pengangkatan   |   15:00 . Amir Burhanuddin Optimis Dapat Rekom dari PDIP   |   15:00 . Tahun Ini Haul Sunan Bonang Ke-511 Ditiadakan   |   14:00 . Pedagang Kambing di Pasar Hewan Khawatir Tahun Ini Sepi Pembeli   |   13:00 . Wabup: 30 Persen Total Pasien Covid-19 dari Klaster Pasar   |   12:00 . Aparat Gabungan di Tuban Gelar Razia Masker di Sejumlah Perempatan   |   07:00 . 6 Masalah Makan pada Balita dan Cara Mengatasinya   |   18:00 . Gudang Penyimpanan Dokumen Barang Milik Negara di KPPN Tuban Terbakar   |   17:00 . Minggu ke-2, Sebanyak 28 Pemuda Tak Pakai Masker Diberikan Sanksi Sosial   |   16:00 . Besok, Tujuh Pengusaha Dipanggil Soal Izin Tambak   |   15:00 . Kampung Tangguh Jagir Terus Lawan Pandemi Bersama Pertamina   |   14:00 . Panen Perdana Pisang Cavendish di Bekas Tambang Tanah Liat SIG   |   11:00 . Miliaran Rupiah Insentif Corona untuk Tenaga Medis   |   10:00 . 12 PPDP Reaktif, KPU: Mereka Langsung Diganti   |   09:00 . Tekan Jumlah Pasien Covid, Setiajit Ajak Disiplin Bermasker   |  
Tue, 14 July 2020
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Friday, 05 October 2018 10:00

Makin Sepi Pengunjung, Pedagang Pantai Cemara Mengeluh

Makin Sepi Pengunjung, Pedagang Pantai Cemara Mengeluh

Reporter: M. Anang Febri

blokTuban.com - Sejak viralnya gambar dan video tak senonoh sepasang pemuda yang sempat menghebohkan publik Tuban, di bilik cinta (gubuk) sekitar Pantai Cemara, rupanya membawa imbas tersendiri bagi pedagang yang memiliki warung di pantai tersebut.

Salah satu pantai yang sering dikunjungi wisatawan dari dalam maupun luar daerah itu makin sepi, sebab beredar info tak sedap perihal perilaku tak terpuji. Sontak saja, kebanyakan pemilik usaha makanan di sana mengeluhkan pendapatan yang kian menurun.

"Sepi hari-hari ini. Sejak ada berita gubuk tertutup itu, pengunjung tak begitu ramai seperti hari biasanya," ungkap salah satu pemilik warung di Pantai Cemara Sugiwaras, Mbak Tun kepada blokTuban.com, Jumat (5/10/2018).

Pedagang asal Kelurahan Karangsari Tuban itu juga menambahkan, sebelum diterpa kabar tak sedap, saat hari normal sangat mudah mendapatkan uang Rp150.000 bahkan bisa lebih. Namun, belakangan ini malah susah mendapat pelanggan.

"Biasanya cari uang Rp100 ribu sehari sangat mudah, kalau belakamgan ini malah jarang ada pengunjung. Mentok ya dapat Rp70 ribu sampai Rp90 ribu saja, kadang nihil," terangnya.

Seorang warga yang biasa berkunjung ke Pantai Cemara, Andre sangat menyayangkan hal itu. Adanya perilaku menyimpang tak elok di publik, ulah beberapa orang bisa merusak citra wisata yang tengah dalam proses menuju peningkatan kualitas itu.

Dampaknya, para pedagang, pengelola wisata, anggota Pokdarwis, Karang Tatuna, pemerintah terkait, juga citra Tuban sebagai kota Bumi Wali juga ikut kena getahnya.

"Harusnya dibuatkan fasilitas istirahat bisa digunakan semestinya, jangan disalahgunakan. Dampaknya bisa merugikan banyak pihak seperti ini," kata lelaki asal Kelurahan Kutorejo Tuban tersebut. [feb/rom]

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : pantai cemara, pantai tuban



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more