07:00 . Mengenal Kandungan Suplemen Otak   |   15:00 . PETANI MELON DI TUBAN DIHANTUI GAGAL PANEN   |   14:00 . Petani Diminta Waspadai Hama Penggerek Batang   |   13:00 . Konser Dangdut KPU Tuban Batal Digelar di Alun-alun   |   12:00 . Begini Komentar Anggota Komisi VII DPR Tentang Pertamina   |   11:00 . Pra Peradilan Gugatan Kepada Kasatreskoba dan Kasi Pidum Gugur   |   10:00 . Kaji Bencana Kenduruan, Jembatan Bakal Diperluas   |   09:00 . Agar Mandiri, 15 Orang Ini Dapat Kursus Bidang Otomotif   |   08:00 . Bantuan Alsitan Tak Termanfaatkan Optimal, Kenapa?   |   07:00 . Mengapa Minuman Manis Picu Kematian Dini?   |   21:00 . Kejahatan Seksual, Dominasi Kekerasan Terhadap Perempuan   |   20:00 . Rumah Janda di Bangilan Runtuh Akibat Longsor   |   19:00 . Partisipasi Warga Tambah Koleksi Museum Kambang Putih Diapresiasi   |   18:00 . Tersangka Kasus Sabu Gugat Kasatresnarkoba dan Kasi Pidum Kejari Tuban   |   15:00 . Tuban: Menunggu Peraturan dari Menteri Keuangan   |  
Fri, 22 March 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Tuesday, 18 September 2018 18:00

AMALI dan ASPENDIF Rapat Koordinasi RUU Pesantren dan Pendidikan Kagamaan

AMALI dan ASPENDIF Rapat Koordinasi RUU Pesantren dan Pendidikan Kagamaan

Pengirim: Armeta

blokTuban.com - Rancangan Undang-undang (RUU) Pesantren dan Pendidikan Keagamaan sedang menjadi pembahasan publik. Selasa (18/09) kemarin, Asosiasi Ma’had Aly Indonesia (AMALI) dan Asosiasi Pendidikan Diniyah Formal (ASPENDIF) melakukan rapat kordinasi. Bertempat di Ma’had Aly Al-Hasaniyyah Senori, Tuban ada 51 perwakilan yang hadir.

Ketua Panitia, Zainuddin mengatakan, Ada 51 perwakilan lembaga yang hadir dalam rapat kordinasi tersebut. “Di antaranya adalah 27 perwakilan Ma’had Aly, 14 dari ASPENDIF dan 4 orang dari Forum Komunikasi Pesantren Muadalah (FKPM) seluruh Indonesia,” jelasnya.

Dia juga mengungkapkan, kegiatan yang akan berlangsung sehari semalam itu untuk menindaklanjuti disetujuinya RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan. Forum rapat akan mengkaji RUU tersebut untuk kemudian diberikan masukan, koreksi dan usulan.

“Agar RUU Pesantren dan Keagamaan yang sudah lama ditunggu ini bisa lebih sesuai. Baik dengan kebutuhan pondok pesantren maupun perubahan zaman yang ada,” imbuhnya.

Zainuddin mengungkapkan, forum rapat juga mendesak agar RUU tersebut segera disahkan. “Kami juga membuat Daftar Inventaris Masalah (DIM) yang memang juga menjadi pelengkap RUU ini sebelum disahkan,” pungkasnya. [ito]

Tag : aspendif, amali, ruu pesantren

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 04 March 2019 08:00

    Pondok Literasi

    Pondok Literasi Saat ini lagi gencar-gencarnya gerakan litersai. Di mana-mana ada komunitas baca, tadarus puisi dan dan bedah buku, yang arahnya untuk menumbuhkan cinta membaca. Baru sebagian kecil kegiatan di Kabupaten...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more