09:00 . 4 Pelaku Pengroyokan Pemuda di Semanding Ditangkap, Dua DPO   |   08:00 . 100 PKL Terlibat Jajakan 8.000 Makanan Gratis   |   07:00 . 6 Cara Menghadapi Perilaku Agresif Anak   |   22:00 . Dari Bambu Apus, Gapura Pesta Rakyat Ikonik   |   21:00 . Kebut Persiapan Pesta Rakyat Bareng Pertamina   |   20:00 . Besok Malam, Ada Pesta Rakyat di Alun-Alun Tuban   |   19:00 . Diduga Gangguan Mental, Pria di Gedongombo Nyaris Bakar Rumah Sendiri   |   17:00 . Memasuki Musim Penghujan, BPBD Masih Lakukan Droping Air   |   16:00 . Matangkan Persiapan, LO Festival Drumband Tuban Gelar Rakor   |   15:00 . Paguyuban Becak Wisata Gelar Coblosan   |   12:00 . Pegawai Bank dan Penjaga Sekolah Terlibat Kecelakaan   |   11:00 . Keselamatan Nelayan Prioritas Utama Operasi Industri Hulu Migas   |   10:00 . Ketua Bhayangkari Jatim, Minta Ibu Bhayangkari Waspada Hoaks   |   09:00 . Tak Bisa Berbuat Banyak, Petani Berharap Hujan   |   08:00 . Prakiraan Cuaca Hari ini, Tuban Terang   |  
Fri, 16 November 2018
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Tuesday, 18 September 2018 18:00

AMALI dan ASPENDIF Rapat Koordinasi RUU Pesantren dan Pendidikan Kagamaan

AMALI dan ASPENDIF Rapat Koordinasi RUU Pesantren dan Pendidikan Kagamaan

Pengirim: Armeta

blokTuban.com - Rancangan Undang-undang (RUU) Pesantren dan Pendidikan Keagamaan sedang menjadi pembahasan publik. Selasa (18/09) kemarin, Asosiasi Ma’had Aly Indonesia (AMALI) dan Asosiasi Pendidikan Diniyah Formal (ASPENDIF) melakukan rapat kordinasi. Bertempat di Ma’had Aly Al-Hasaniyyah Senori, Tuban ada 51 perwakilan yang hadir.

Ketua Panitia, Zainuddin mengatakan, Ada 51 perwakilan lembaga yang hadir dalam rapat kordinasi tersebut. “Di antaranya adalah 27 perwakilan Ma’had Aly, 14 dari ASPENDIF dan 4 orang dari Forum Komunikasi Pesantren Muadalah (FKPM) seluruh Indonesia,” jelasnya.

Dia juga mengungkapkan, kegiatan yang akan berlangsung sehari semalam itu untuk menindaklanjuti disetujuinya RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan. Forum rapat akan mengkaji RUU tersebut untuk kemudian diberikan masukan, koreksi dan usulan.

“Agar RUU Pesantren dan Keagamaan yang sudah lama ditunggu ini bisa lebih sesuai. Baik dengan kebutuhan pondok pesantren maupun perubahan zaman yang ada,” imbuhnya.

Zainuddin mengungkapkan, forum rapat juga mendesak agar RUU tersebut segera disahkan. “Kami juga membuat Daftar Inventaris Masalah (DIM) yang memang juga menjadi pelengkap RUU ini sebelum disahkan,” pungkasnya. [ito]

Tag : aspendif, amali, ruu pesantren

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Wednesday, 14 November 2018 15:00

    Pelatihan Menulis Bersama EMCL dan Tempo Institute

    Tulisan Tiga Wartawan Bojonegoro Terbaik

    Tulisan Tiga Wartawan Bojonegoro Terbaik Selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu (12-14/11/2018), awak media dari Kabupaten Bojonegoro, Tuban dan Blora mengikuti pelatihan menulis feature/story telling dan digital marketing di Disaster Oasis, KM 21,5, Sleman,...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 10 November 2018 10:00

    Pengumuman: Seleksi dan Rekrutmen P2KTD PID Tuban

    Pengumuman: Seleksi dan Rekrutmen P2KTD PID Tuban Sehubungan dengan pelaksanaan Tahapan Program Inovasi Desa (PID) Tahun Anggaran 2018 di Kabupaten Tuban, maka Tim Inovasi Kabupaten (TIK) PID membuka seleksi dan rekrutmen Pengelola Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Desa...

    read more