21:00 . Kemenag Tuban Peringati Nuzulul Quran   |   20:00 . Tahun 2020, Jembatan Rengel-Kanor Dibangun   |   19:00 . Truk Gandeng Terguling Timpa Pejalan Kaki Hingga Tewas   |   18:00 . Organisasi Pemuda di Kecamatan Rengel Kompak Bagi 1000 Takjil   |   16:00 . Polisi Berhasil Identifikasi Identitas Pelaku Pembobolan RSUD   |   13:00 . Lima BUMN Berbagi untuk Masyarakat Tuban   |   12:00 . Tim Verifikasi Madrasah Ramah Anak Tinjau MTsN 1   |   11:00 . Kabar Paracetamol Mengandung Virus Berbahaya Ternyata Hoax   |   10:00 . Prakiraan Cuaca 23-27 Mei, Diprediksi Gelombang Laut Capai 2.5 Meter   |   09:00 . Hari Ini Ada Bagi-bagi THR Rp39 Miliar di Tuban   |   08:00 . Kantor Disdukcapil Diusulkan Pindah, Ada Tiga Pilihan Lokasi   |   07:00 . Tips Berolahraga selama Ramadan   |   06:00 . Oleng, Muatan Kertas Jatuh Timpa Truk Logistik   |   20:00 . EMCL Umumkan 4 Konten Viral Jurnalis Tuban   |   19:00 . Begini Tanggapan Diskominfo Tuban Terkait Penggunaan Fitur VPN   |  
Sat, 25 May 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Thursday, 06 September 2018 17:00

Disparbudpora: Desa Wisata di Tuban Berkembang Pesat

Reporter: Nidya Marfis H.

bloktuban.com - Berkat komunikasi yang baik destinasi wisata di Kabupaten Tuban berkembang pesat selama 2-3 tahun terakhir ini. Kabid Pariwisata Dinas Pariwisata,Kebudayaan,Pemuda dan Olahraga (Diparbudpora) Suwanto(50) mengatakan, berkat respon dan animo masyarakat yang tinggi 2 hingga 3 tahun ini tempat wista di Kabupaten Tuban berkembang signifikan.

"Kita meyakinkan mereka dari sisi aspek ekspektasi harapan masyarakat ketika pemerintah memberikan perhatian yang memadai dibarengi dengan bantuan mulai dari peralatan, promosi sampai pembinaan SDM mereka akan semakin percaya diri dan mereka mulai berpikir bagaimana potensi desa mereka dikemas menjadi wisata," ungkapnya.

Bak gayung bersambut, desa-desa yang memiliki potensi malah meminta untuk mefasilitasi dan juga ingin tahu tahapan-tahapan yang harus dilalui untuk mengembangkan wisata yang ada di desa mereka. Seperti pantai kelapa yang dulunya hanya untuk bumi perkemahan setelah dilakukan pendekatan dengan pemilik tanah dan masyarakat setempat akhirnya kita terbentuk kelompok peduli wisata (Pokdarwis).

"Kunci dari wisata yaitu kembali kemasyarakat, masyarakat sebagai pelaku utama menjadi dasar bagimana wisata bisa berkembang di sisi lain kami menyambut harapan masyarakat yang mengalami kebuntuan akan mengembangkan potensi wista di desanya dan ini kita kemas, kita bantu seperti ngelirep watu wondo, agro wista belimbing dan pantai kelapa," jelasnya.

Pihak dinas terus berupaya mendorong tumbuh pesatnya wisata di Tuban berharap dengan majunya wisata banyaknya kunjungan akan menimbulkan dampak ekonomi bagi masyarakat secara luas. Yang terpenting di dalam wisata masyarakat bisa merasakan dampak ekonomi secara luas sehingga bisa terbentuk jaringan transportasi juga tumbuh sektor-sektor baru. [nid/col]

Tag : desa, wisata

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 21 April 2019 08:00

    Warisan Sejarah di Bumi Wali

    Warisan Sejarah di Bumi Wali Di Tuban banyak sekali wahana wisata yang memang sudah menjadi tujuan para wisatwan domestik maupun non domestik. Namun, sebenarnya bagaimana sih sejarah wisata yang ada di ujung barat Provinsi Jawa...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more