11:00 . Resmi, Kades Kablukan Dilaporkan Polisi   |   10:00 . Diawali Mahalul Qiyam, Pertamina Minta Doa Sukses Kelola Blok Tuban   |   09:00 . Menjadi Jurnalis Itu Indah   |   08:00 . Kades Kablukan Disebut Sering Ngaji Lewat Video   |   07:00 . 8 Pertanyaan yang Dibenci Pria Ketika Kencan   |   06:00 . Pagi Ini Kades Kablukan Bangilan Dilaporkan ke Polres   |   20:00 . Maulidurrosul, Desa Gesikharjo Pawai Ta'aruf   |   19:00 . Diduga Hujat Kiai, NU dan Banomnya di Medsos, Oknum Kades Minta Maaf   |   18:00 . Hadiri Acara Mlaku Bareng Kartar, Ini Pesan Ketua DPRD Tuban   |   12:00 . Peringati HJT ke-725 dan Hari Pahlawan, Kartar Montong Gelar Mlaku Bareng Berhadiah   |   10:00 . Persatu Gagal Tuan Rumah Babak 32 dan 16 Besar   |   09:00 . Polres Silaturrahim Dengan Alumni 212 Tuban   |   08:00 . Persatu Pesta Gol di Laga Ujicoba Vs Persikoba   |   07:00 . 8 Keuntungan Berstatus Jomblo   |   18:00 . Proyek Drainase, Wabup Temukan Adanya Keterlambatan Pembangunan   |  
Wed, 21 November 2018
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Wednesday, 06 June 2018 12:00

Buku, Teman Ngabuburitku

Buku, Teman Ngabuburitku

Oleh : Rohmatul Fitriyah

blokTuban.com - Sore ini begitu ramai, puluhan anak kecil berbaju muslim berbondong-bondong datang ke Balai Desa Kaliuntu, tempat kami menggelar acara Ngabuburit Membaca dan Bercerita. Mereka baru saja selesai mengaji di TPQ. Mereka segera meyerbu tumpukan buku yang kami tata di meja panjang.

Mereka berceloteh ramai, membaca nyaring, sesekali suara-suara kecil itu berbantahan dan berebut buku yang mereka sukai namun terlanjur dipilih teman mereka. Ibu Guru TPQ yang datang menemani mereka melerai mereka dengan suaranya yang renyah dan penuh kasih sayang,

‘Eh, jangan berebut sayang, itu masih banyak buku yang lain..bagus –bagus lho, ceritanya, sana cari buku yang lain”..sang Ustadzah TPQ merayu si gadis kecil yang cemberut karena kalah berebut buku.

Si anak beranjak ke meja dan mulai memilih-milih buku dari gambar dan judul sampulnya. Sesaat jemari kecil itu membolak balik sampul buku yang dipegangnya. Beberapa kali dia mengeja kalimat-kalimat di buku itu,

“Ka..tak..yang dengki ..” Begitu suara yang keluar dari mulutnya. Lalu si kecil duduk di antara teman-temannya dan mulai tenang membaca.

Di sudut yang berbeda, tampak seorang guru perempuan muda yang duduk dikelilingi murid-muridnya yang masih balita. Suaranya mendayu-dayu, naik turun membacakan cerita dengan mempesona. Balita-balita di sekelilingnya tampak tersihir dengan gaya sang ustadzah muda membacakan dongeng untuk mereka.

Sesekali Gadis kecil berkerudung merah jambu di pangkuannya menatap wajah sang ustadzah muda dengan takjub. Setiap kata yang meluncur dari mulut Gadis Manis itu bagaikan mantra yang menghipnotis anak-anak balita itu.

Aku memandangi mereka dengan bahagia, inilah yang kuinginkan..inilah harapanku, mereka yang datang di Balai Desa itu, tenggelam dalam kisah kisah dongeng, menari-nari dalam alur cerita novel dan menyatu dalam hiruk pikuk kisah perjuangan Para Nabi dan Sahabat Rasul dari buku yang mereka baca.

Ibu-ibu berdiskusi dengan sebayanya membicarakan tutorial padu padan busana dan cara berhijab penuh gaya, yang dibacanya dari buku Fashion. Sesekali mereka saling menunjukkan gambar pada temannya dan tertawa bersama, membayangkan jika mereka yang memakai busana dan gaya hijab itu akan membuat suami-suami mereka terbengong karena pangling.
Sungguh sore itu begitu berwarna dan melupakan mereka dari haus dan lapar karena berpuasa. Satu jam lebih telah berlalu, saat seorang gadis kecil datang mendekat dan menyapaku,

“ Bu, saya sudah selesai membaca, nanti saya dapat kuponnya ya...?” katanya dengan wajah malu-malu.

‘’Boleh, tapi ceritakan dulu isi buku yang tadi kamu baca pada teman-teman, nanti dapat vocer belanja untuk ditukar denga es campur atau atau gorengan di stand MTs. Manbail Huda, “ Jawab saya.

“Tapi ndak usah pakai mik ya bu, saya malu.”..katanya berbisik manja.

Saya tertawa kecil,”

Boleh, tapi ceritanya harus keras ya, biar teman-teman mendengarnya dengan jelas”.

Lalu gadis kecil itu menghadap ke teman-temannya.

” Judulnya Katak yang Dengki,” ucap gadis kecil itu setengah berteriak.

“Ada katak besar namanya pak Gendut”, dia memulai ceritanya.

, sesekali dia mencontek buku yang dipegangnya untuk mengingat nama tokoh-tokoh dalam ceritanya. Tiga menit berlalu, dan gadis itu menyelesaikan ceritanya disambut dengan tepuk tangan meriah dari para pendengar ceritanya.

Selembar voucher Belanja Bazaar senilai 5000 berpindah tangan. Si kecil yang lincah itu menyambutnya dengan suka cita. Dengan bergegas dia segera meninggalkan Balai Desa Kaliuntu, menghampiri Stand Bazar yang ditujunya.

Anak- anak lain berebut ingin mendapat voucher yang sama. Sebagian merayu saya, menawar agar bisa dapat kupon tanpa bercerita. Segerombolan anak balita yang tadi didongengi oleh ustazdahnya menarik narik tangan saya,

“bu minta kuponnya, minta kuponnya”. Kata mereka sambil mengerubungi saya.

Hatiku tertawa melihat tingkah polah mereka, cara mereka merayu dengan suaranya yang bening dan manja. Berusaha mendapatkan voucher yang mereka inginkan tanpa mau bercerita. Hatiku tak tega, maka aku bagikan pada mereka kupon – kupon bernilai Rp. 1000,- dan mereka berebut di sekeliling saya, sesekali bersuara, “

Saya belum bu, saya belum bu, saya sudah membaca bu,”... dan sore itu, voucher di tangan saya tinggal tersisa beberapa lembar saja.
Balai Desa telah lengang, tinggallah buku-buku berserak di atas meja. Beberapa buku bahkan terjatuh di lantai. Terpal yang tergelar di lantai, di beberapa bagian kusut dan terlipat.

“Diberesi sekarang bu?” Suara Mas Alif, partner saya sebagai Kader Literasi Pertalite membuyarkan lamunan saya.

“Iya Mas, sudah hampir Maghrib”, jawab saya singkat.

Dan Kami beserta Pemuda Karang Taruna Desa Kaliuntu mulai berbenah. Melipat Terpal, menumpuk buku-buku dan menyimpannya di Kantor Balai Desa, untuk di hidangkan kembali esok sore, sebagai hiburan batin bagi Anak-Anak di Desa Kaliuntu dan Beji ini, membantu mereka mengisi waktunya dengan bermanfaat, sambil menunggu Beduk Maghrib tiba.

Saatnya totalan, saya menghampiri teman-teman di Stand Bazaar MTs. Manbail Huda.

“ Berapa yang harus saya bayar bu,? ‘ tanya saya pada penjaga stand.

‘’Semua Lima Puluh Tujuh Ribu Rupiah bu, Ini vouchernya, silahkan dihitung lagi, barangkali saya salah menghitungnya,” Jawabnya ramah.

“Sudah, tidak perlu bu..saya percaya.” jawab saya sambil mengulurkan lembaran uang Seratus Ribuan.

Wanita berkerudung biru itu mengulurkan uang kembalian dan berterima kasih.

“Sampai jumba besuk sore ya bu, saya pamit”, Assalamu’alaykum..ucap saya sambil menghidupkan mesin motor matic saya.

Wa’alaikum salam, sayup sayup saya dengar jawaban dari teman saya. Dan senja itu, hari pertama Program Ngabuburit Membaca dan Bercerita MTs. Manbail Huda berahir dengan semarak, dengan harapan, besuk makin banyak yang bisa tampil bercerita, tidak hanya sekedar membaca saja. Aamiin. [*]

 

Penulis : Kader Literasi program Pertamina Peduli Literasi (PERTALIT) MTs. Manbail Huda Kaliuntu, Jenu

 

 

 

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Wednesday, 14 November 2018 15:00

    Pelatihan Menulis Bersama EMCL dan Tempo Institute

    Tulisan Tiga Wartawan Bojonegoro Terbaik

    Tulisan Tiga Wartawan Bojonegoro Terbaik Selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu (12-14/11/2018), awak media dari Kabupaten Bojonegoro, Tuban dan Blora mengikuti pelatihan menulis feature/story telling dan digital marketing di Disaster Oasis, KM 21,5, Sleman,...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 10 November 2018 10:00

    Pengumuman: Seleksi dan Rekrutmen P2KTD PID Tuban

    Pengumuman: Seleksi dan Rekrutmen P2KTD PID Tuban Sehubungan dengan pelaksanaan Tahapan Program Inovasi Desa (PID) Tahun Anggaran 2018 di Kabupaten Tuban, maka Tim Inovasi Kabupaten (TIK) PID membuka seleksi dan rekrutmen Pengelola Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Desa...

    read more