07:00 . Hindari, 14 Kebiasaan yang Tak Disadari Bisa Menghambat Karier   |   18:00 . Jembatan Glendeng Penghubung Tuban-Bojonegoro Kembali Ditutup Total   |   17:00 . Kunker di Tuban, Kajati Jatim Beri Pengarahan Seluruh Pegawai Kejari Tuban   |   16:00 . BMG Sabet Juara 2 Feature Online dan Foto Essay   |   15:00 . Wakil Bupati Tuban Hadiri Uji Coba Mall Pelayanan Publik   |   14:00 . BMG Sabet Juara 2 Kategori AJP   |   13:00 . Pameran Virtual Bulan Desember, dari 30 Perupa untuk Indonesia   |   12:00 . Bupati Huda Uji Coba MPP dan Launching ADM   |   11:00 . JaDI Resmi Daftar Pemantau Pemilu di KPU Tuban   |   09:00 . Bupati Tuban Resmikan Pasar Rakyat Kenduruan   |   07:00 . Mengapa Stres Membuat Kita Rentan Jatuh Sakit?   |   15:00 . Bawaslu dan KPU Akui Kampanye Virtual di Pilkada Tuban Nihil   |   12:00 . Bupati Resmikan Pasar Rakyat di Kenduruan   |   11:00 . 1.500 Kader NU Apel Siaga Pilkada Damai   |   09:00 . Kebakaran Kios Kopi di Semanding Berawal dari Sebotol Bensin   |  
Fri, 04 December 2020
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Sunday, 13 May 2018 10:00

Kami Tidak Takut, Lawan Terorisme

Gema Utama Tuban Minta Masyarakat Tidak Terprovokasi Bom Surabaya

Gema Utama Tuban Minta Masyarakat Tidak Terprovokasi Bom Surabaya

Reporter: Mochamad Nur Rofiq

blokTuban.com - Menyongsong datangnya bulan suci Ramadhan 1439 H/2018 M, masayarkat Surabaya dikejutkan dengan peristiwa yang diduga bom bunuh diri.

Tidak tanggung-tanggung, pagi tadi, Minggu (13/5/2018) bom meledak di Gereja Santa Maria, Ngagel. Di susul kemudian ledakan di Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Jalan Diponegoro dan Gereja Pantekosta Pusat ( GPPS ) Sawahan.

Generasi Pemuda Lintas Agama (Gema Utama) Tuban menyayangkan serangan teroris atas nama agama ini, upaya yang menunjukkan radikalisme ini sangat memprihatinkan.

"Rangkaian peristiwa itu memiliki pesan bahwa masih saja ada pemahaman yang berkembang di masyarakat dan kalangan umat beragama, bahwa cara-cara seperti bom bunuh diri itu diperbolehkan sebagai bagian dari perjuangan atas nama agama. Tentu saja hal ini merupakan kesesatan pemahaman dalam beragama," kata Ketua Gema Utama Tuban, Mundzir, Minggu (13/5/2018).

Pihaknya juga mengklaim, agama sama sekali tidak membenarkan cara-cara kekerasan seperti itu. Oleh karena itu, menyaksikan dan mencermati rangkaian peristiwa di Surabaya, Gema Utama sebagai organisasi pemuda lintas agama mengutuk keras dan mengecam segala tindakan kekerasan dan terorisme, apapun motifnya.

Segala bentuk tindakan kekerasan, apalagi yang mengatasnamakan agama dengan cara menyebar teror, kebencian, dan kekerasan dianggap bukanlah ciri Islam yang rahmatan lil 'alamin.

"Islam mengutuk kekerasan. Bahkan tidak ada satu pun agama di dunia ini yang membenarkan cara-cara kekerasan dalam kehidupan," tegas pria yang juga aktif di organisasi Gerakan Pemuda Ansor Tuban itu.

Di sisi lain, pihaknya juga menyampaikan bela sungkawa yang mendalam kepada keluarga korban atas musibah yang sedang dialami. Segala yang terjadi merupakan suratan takdir dan ia mengajak keluarga harus menerimanya dengan penuh kedewasaan, lapang dada, dan kesabaran.

Atas peristiwa nahas itu, Gema Utama Tuban mendukung langkah-langkah aparat keamanan untuk mengusut tuntas motif, pola, serta gerakan yang memicu terjadinya peristiwa tersebut. Gerakan radikalisme sudah dianggap sedemikian merajalela, maka diperlukan penanganan khusus yang intensif dari pelbagai pihak, utamanya aparat keamanan.

"Kami dari pemuda lintas agama, mengajak seluruh warga Indonesia untuk bersatu padu menahan diri, tidak terprovokasi serta terus menggalang solidaritas kemanusiaan sekaligus menolak segala bentuk kekerasan," tandasnya.

Pihaknya berharap warga umat Islam untuk senantiasa meningkatkan Dzikrullah dan berdoa kepada Allah SWT, untuk keselamatan, keamanan, kemaslahatan, dan ketenteraman hidup dalam berbangsa dan bernegara. Selain itu ia juga mminta segala pihak untuk menghentikan segala spekulasi yang bisa memperkeruh peristiwa ini.

"Kita percayakan penanganan sepenuhnya di tangan aparat keamanan. Kita mendukung aparat keamanan, salah satunya dengan cara tidak ikut-ikutan menyebarkan isu, gambar korban, dan juga berita yang belum terverifikasi kebenarannya terkait peristiwa ini," pungkasnya menandaskan. [rof/col]

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : teroris, lawan



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Thursday, 26 November 2020 14:00

    Selamat, Kak Bibin Resmi Lepas Lajang

    Selamat, Kak Bibin Resmi Lepas Lajang Momen bahagia kembali dirasakan Keluarga besar Blok Media Group (BMG). Personil dari Blok Multimedia (anak perusahaan BMG), M. Tholibin resmi melepas masa lajangnya setelah menyunting pujaan hatinya, Siti Muza'roah....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more